Dampak peperangan Amerika vs Huawei, Broadcom rugi belasan triliun

Pihak Broadcom pun melaporkan bahwa mereka sempat mengalami penurunan harga saham sebesar sembilan persen.

Dampak peperangan Amerika vs Huawei, Broadcom rugi belasan triliun Broadcom (Wccftech)

Perang dagang antara Amerika dengan Cina, terutama dengan Huawei terus memanas. Semakin banyak perusahaan Amerika yang pada akhirnya mengikuti Google dan meninggalkan Huawei.

Ternyata, keputusan untuk memutuskan hubungan dengan Huawei membuat sebagian perusahaan-perusahaan merugi. Salah satunya adalah Broadcom, yang selama ini menjadi salah satu penyedia teknologi WiFi, Bluetooth, dan GPS bagi Huawei.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Oppo jadi yang pertama gunakan Snapdragon 865

Smartphone terbaik 2019 pilihan kami

Apple resmi beli bisnis modem ponsel Intel


Dalam sebuah pernyataan, mereka mengatakan bahwa dengan memutus hubungannya dengan Huawei, mereka diperkirakan akan mendapatkan kerugian langsung sebesar USD900 juta atau sekira Rp12,9 triliun.

Sedangkan pada saat membicarakan kerugian tidak langsung, mereka diperkirakan akan kehilangan lebih dari USD1 miliar atau lebih dari Rp14,4 triliun lebih.

"Kami akan melihat dampak yang sangat signifikan hanya karena (tidak ada) pembelian yang diizinkan dan tidak ada substitusi yang jelas," kata Chief Executive Officer Hock Tan sehubungan dengan larangan Huawei A.S, seperti dikutip dari laman Wccftech (17/6/2019).

“Kami berbicara tentang ketidakpastian di pasar kami, ketidakpastian karena permintaan dalam bentuk pengurangan pesanan karena rantai pasokan di luar sana mengkonstriksi. Dengan kata lain, larangan terhadap Huawei dapat memicu pengurangan pembelian secara keseluruhan karena tidak ada yang cukup yakin bagaimana memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya,” sambungnya.

Tentu saja, para investor tidak senang hati menerima berita bahwa Broadcom akan kehilangan hampir 10 persen dari pendapatannya setiap tahun. Saham perusahaan anjlok sebanyak 9 persen, namun membaik ke angka 5,6 persen.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: