Co-Founder Facebook ingin ‘pecah’ Facebook

Apabila Facebook sudah berhasil mengintegrasi semua layanan perpesanan pada platform-nya, maka Mark Zuckerberg akan memiliki kekuatan yang tak terkendali.

Co-Founder Facebook ingin ‘pecah’ Facebook Facebook (Pexel)

Facebook saat ini menjadi salah satu media sosial paling berpengaruh di seluruh dunia. Saking kuatnya pengaruh kepada penggunanya, salah satu pendiri Facebook berpendapat, bisa saja Mark Zuckerberg akan memiliki kekuatan yang tak terkendali.

Salah satu pendiri yang dimaksud adalah Chris Hughes. Dalam sebuah tulisan terbarunya, dia ingin Facebook untuk dihentikan. Dia berpendapat, pengaruh Facebook saat ini sangat mengejutkan, jauh melampaui siapa pun di sektor swasta atau di pemerintahan.


BACA JUGA

Facebook luncurkan fitur pengingat film

Facebook mungkinkan siapa saja buat filter wajah Instagram

Aplikasi Facebook di Android bakal punya mode gelap


"Mark adalah orang yang baik. Tetapi saya marah karena fokusnya pada pertumbuhan membuatnya mengorbankan keamanan dan kesopanan. Tidak ada preseden untuk kemampuannya memantau, mengatur, dan bahkan menyensor percakapan dua miliar orang,” kata Hughes.

Huges menyebut, dominasi Zuck atas apa yang dia ucapkan merupakan aspek paling problematis dari kekuatan Facebook. Zuck memegang 60 persen saham voting Facebook, dan secara efektif memiliki kendali penuh atas perusahaan.

Meskipun begitu, dia pun meminta Komisi Perdagangan Federal Amerika bisa melakukan sesuatu untuk menghentikan Facebook. Mereka mungkin bisa mencari cara untuk membuat Zuck secara pribadi bertanggung jawab atas kepemimpinan bisnisnya.

Sekadar informasi, Hughes meninggalkan Facebook pada 2007 untuk mengerjakan kampanye pemilihan Barack Obama dan melikuidasi saham Facebooknya pada 2012. Namun, ia merasa memiliki rasa tanggung jawab untuk memperhitungkan kerusakan yang terjadi.

Dia menyatakan penyesalan atas peran Facebook dalam membentuk wacana publik dan kekecewaannya pada diri sendiri dan tim awal pengembang Facebook. Saat itu ia tidak memikirkan lebih lanjut tentang bagaimana algoritma Umpan Berita dapat mengubah budaya pengguna, mempengaruhi pemilihan, dan memberdayakan para pemimpin nasionalis.

Sedangkan di sisi lain, Zuck pada awal tahun ini menyarankan beberapa ide untuk regulasi internet, menyarankan bahwa perusahaannya akan sedikit terbuka untuk pengawasan. Namun, Hughes menyatakan skeptis atas sikap itu.

"Saya tidak berpikir proposal ini dibuat dengan itikad buruk. Tapi saya pikir ini adalah upaya untuk menghindari argumen bahwa regulator perlu melangkah lebih jauh dan menghentikan Facebook. Facebook tidak takut dengan beberapa aturan lagi. Mereka takut akan kasus anti monopoli dan jenis pertanggungjawaban pengawasan pemerintah," paparnya.

Pemerintah harus melakukan intervensi di dua bidang, kata Hughes. Pertama adalah memecah Facebook dengan memaksanya untuk membalikkan akuisisi Instagram dan WhatsApp dan mengubahnya menjadi perusahaan yang terpisah.

Dengan cara tersebut, dia percaya akan mengarahkan Facebook pada persaingan nyata di industri media sosial dan aplikasi perpesanan. Langkah kedua adalah membentuk agen federal baru untuk melindungi orang Amerika dari jangkauan Facebook dan perusahaan lain seperti itu.

Tetapi waktu adalah esensi untuk memecah Facebook, katanya. Saat ini, mereka sedang dalam proses menggabungkan pesan di Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Setelah itu terjadi, Hughes mengatakan akan lebih sulit bagi Komisi Perdagangan Federal untuk mengurai mereka dan membagi layanan mereka.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: