sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id advo
Jumat, 15 Mei 2020 15:09 WIB

Chrome bakal batasi iklan yang ‘rakus’

Google menyatakan akan membatasi semua iklan yang rakus data dan baterai di peramban Chrome. Hal ini dilakukan agar pengguna Chrome mendapatkan pengalaman berinternet yang terbaik.

Chrome bakal batasi iklan yang ‘rakus’
Source: Google

Chrome kabarnya berencana untuk memblokir iklan yang membutuhkan sumber daya yang besar. Pasalnya iklan-iklan jenis tersebut banyak menghabiskan daya baterai perangkat. Nah, Google mengungkapkan bahwa update untuk pemblokiran iklan itu akan hadir pada Agustus mendatang. 

Hal ini dilakukan Google setelah mendapati adanya iklan-iklan yang membutuhkan konsumsi lebih besar daripada sistem lain di perangkat yang bersangkutan. Biasanya, sumber daya yang dibutuhkan adalah baterai dan kuota data. Yang menjadi masalah, pengguna terkadang tidak mengetahui hal tersebut. 

“Untuk menyelamatkan baterai dan kuota data pengguna, dan memberikan mereka pengalaman terbaik di internet, Chrome akan membatasi sumber daya yang dapat digunakan iklan bergambar sebelum pengguna berinteraksi dengan iklan. Ketika iklan mencapai batasnya, bingkai iklan akan menavigasi ke halaman kesalahan, memberitahu pengguna bahwa iklan telah menggunakan terlalu banyak sumber daya,” kata Google dalam blog resminya. 

Google menyatakan pihaknya akan mengukur semua iklan di Chrome. Langkah ini sendiri akan menargetkan iklan yang banyak membutuhkan kinerja CPU dan bandwidth dari 99,9% iklan yang terdeteksi. 

Dilansir dari MacRumors (15/5), Chrome akan memberlakukan batas 4MB atau durasi waktu 15 detik dalam penggunaan CPU selama periode 30 detik atau 60 detik dari total penggunaan sebelum iklan itu diblokir. 

Setidaknya ada 0,3% iklan yang dapat melampaui ambang batas ini. Meski begitu, per hari ini iklan telah menyumbangkan 27% penggunaan data dan 28 % rsen dari semua penggunaan CPU. 

Google sendiri akan menguji coba perubahan ini dalam beberapa bulan ke depan, sebelum akhirnya meluncurkan versi stabil upgrade ini pada Agustus tahun ini. 

Share
back to top