sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id realme
  • partner tek.id telkomsel
  • partner tek.id samsung
  • partner tek.id poco
  • partner tek.id acer
Senin, 12 Feb 2024 13:14 WIB

Chipset Tensor G4 akan berbasis Exynos 2400

Chipset terbaru Google untuk Pixel 9 dan Pixel 9 Pro, Tensor G4, dikabarkan akan didasarkan dari chipset Exynos 2400 milik Samsung.

Chipset Tensor G4 akan berbasis Exynos 2400

Seperti diketahui, Google telah menggunakan chipset buatan mereka sendiri, Tensor, sebagai otak dari jajaran smartphone Pixel mereka selama beberapa tahun belakangan ini. Namun, belakangan ini diketahui bahwa chipset Tensor selanjutnya, mungkin akan didasarkan arsitektur Exynos milik Samsung.

Rumor mengatakan chipset selanjutnya dari Google akan bernama Tensor G4. Chipset ini disebut akan didasarkan dari arsitektur Exynos 2400. Namun, akan terdapat cukup banyak perbedaan dari kedua prosesor tersebut.

Jika Exynos 2400 memiliki cluster 10 inti didalamnya, Tensor G4 akan hanya memiliki 8 inti saja. Jumlah ini mengejutkan mengingat Tensor G3 memiliki total 8 inti di dalamnya. Namun kemungkinan, meski memiliki inti yang lebih sedikit, prosesor ini akan tetap lebih bertenaga.

Dilansir dari laman Wccftech (12/2), perbedaan lain akan terletak di bagian GPU. Jika Exynos 2400 memiliki GPU Xclipse 940 yang didasarkan arsitektur RDNA3 milik AMD, Tensor G4 akan menggunakan GPU ARM Immortalis-G715.

Bocoran lain dari leaker bernama @OreXda menyebut Tensor G4 juga akan menggunakan teknologi fabrikasi dan pengemasan yang diperkenalkan Samsung tahun ini. Hal ini mencakup proses 4LPP+ yang lebih efisien, serta “Fan-out Wafer Level Packaging” (FOWLP), yang menurunkan ketahanan terhadap panas, sehingga silikon ponsel cerdas dapat mempertahankan suhunya dan memperoleh skor multi-core yang tinggi.

Artinya, hingga Google mengalihkan mitra pembuatan chipset mereka ke TSMC -- yang diperkirakan tidak akan terjadi hingga Tensor G5 pada tahun 2025 mendatang -- kita tidak akan mengharapkan Pixel 9 atau Pixel 9 Pro menimbulkan ancaman berarti terhadap persaingan dalam performa chipset mentah.

Google dapat menguasai pasar dalam kategori lain, seperti kemampuan AI pada perangkat dan rangkaian kamera baru, namun dalam beban kerja single-thread dan multi-thread, Google mungkin masih akan tertinggal dari pesaingnya.

Share
×
tekid
back to top