CEO TikTok : kami tidak akan memberikan data pengguna ke Tiongkok

CEO TikTok, Alex Zhu mengatakan untuk mendapatkan kepercayaan Amerika, mereka tidak akan pernah memberikan data penggunanya ke Tiongkok.

CEO TikTok : kami tidak akan memberikan data pengguna ke Tiongkok

ByteDance saat ini merupakan salah satu perusahaan terpanas dalam ekonomi internet Tiongkok. Namun, di beberapa negara, seperti Amerika dan lainnya, perusahaan ini menjadi salah satu perusahaan yang harus diperhatikan oleh Komite Investasi Asing di Amerika Serikat (CFIUS).

Hal ini dimulai pada saat mereka mengambil alih Musical.ly pada 2017 silam. Semenjak itulah mereka mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah Amerika.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

TikTok sensor video yang menyangkut pemerintahan Tiongkok

Netflix tawarkan paket mobile terbaru di India

Musim ketiga Stranger Things telah ditonton 40,7 juta akun


ByteDance pun mencoba berbagai cara untuk meredakan kekhawatiran pihak luar, salah satunya dengan menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki niat jahat. CEO TikTok, Alex Zhu mengatakan bahwa mereka berjanji tidak akan membeberkan data penggunanya ke Tiongkok.

Dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan The New York Times via Wccftech (19/11/2019), Zhu memberikan bocoran tentang bagaimana perusahaan tersebut menggunakan firewall dan melindungi operasi AS-nya dari pihak Tiongkok untuk melindungi data pengguna.

Perlu diketahui, sementara di belahan dunia lain menyebut aplikasi media sosial tersebut sebagai TikTok, di Tiongkok aplikasi tersebut dikenal sebagai Douyin. Fiturnya mirip, namun yang membedakan adalah di aplikasi tersebut tidak memiliki fitur yang ‘sensitif’ bagi pemerintah TIongkok.

Perusahaan yang berbasis di Tiongkok tersebut juga mengatakan bahwa perusahaan mereka tidak akan menyensor video TikTok yang tidak menyenangkan Tiongkok di luar negara tersebut. Semua data pengguna TikTok disimpan di server cloud di AS atau di Singapura tergantung pada lokasi geografis pengguna.

"Data TikTok hanya digunakan oleh TikTok untuk pengguna TikTok," kata Zhu.

Ketika ditanya apa yang akan dia lakukan jika Beijing meminta perusahaan mulai menyensor video TikTok, Zhu mengatakan dia akan menolaknya secara pribadi.

"Pengguna menganggap TikTok sebagai platform untuk meme, untuk lipsync, untuk menari, untuk fashion, untuk hewan, tetapi tidak terlalu banyak untuk diskusi politik," kata Zhu. "Untuk konten politik yang masih selaras dengan kreatif dan pengalaman menyenangkan, saya tidak tahu mengapa kita harus mengendalikannya. "

Secara terpisah, narasumber ByteDance pernah mengatakan, "Pemerintah Tiongkok tidak pernah meminta kami untuk memberikan akses ke data pengguna TikTok AS mana pun, dan kami tidak akan melakukannya jika diminta."

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: