sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id benq
Selasa, 28 Jan 2020 07:47 WIB

Kurang dari seminggu diluncurkan, Byte jadi aplikasi paling populer di iOS

Dalam laporan dari Sensor Tower, saat ini penerus dari Vine, Byte menjadi aplikasi paling banyak diunduh di Apple App Store Amerika.

Kurang dari seminggu diluncurkan, Byte jadi aplikasi paling populer di iOS
Credit : Wccftech

Semenjak kemunculannya pada 2012 silam, Vine telah berubah dari hanya sebuah platform media sosial berbagi video menjadi bagian integral dari budaya online dalam waktu singkat. Hal ini dikarenakan keunikan yang ditawarkan aplikasi tersebut, yakni membuat video sekreatif mungkin dalam waktu maksimal 6 detik.

Sayang, kejayaan dari Vine harus menghilang dikarenakan kemunculan banyak media sosial lain. Kini, para muda mudi kembali menggandrungi budaya online yang sama, namun melalui aplikasi bernama TikTok.

Melihat adanya respons yang baik, salah satu pengembang Vine, Dom Hofmann mengembangkan kembali sebuah aplikasi reinkarnasi dari Vine, yang bernama Byte. Aplikasi tersebut menawarkan pengguna membuat video berdurasi 8 detik, dan telah diluncurkan akhir minggu lalu.

Tak butuh waktu lama bagi para penggemar Vine untuk kembali mencoba aplikasi tersebut. Bahkan, menurut Randy Nelson dari Sensor Tower, dia melihat bahwa jumlah unduhan dari aplikasi tersebut sangat luar biasa.

Mengutip dari laman Wccftech (28/1/2020), aplikasi ini menjadi sangat populer dan sudah diunduh jutaan kali dalam hitungan hari saja. Bahkan, saat ini aplikasi tersebut berada di posisi nomor satu di App Store iOS Amerika, menjadikan Byte aplikasi yang paling banyak diunduh dan digunakan.

Byte juga dilaporkan merebut posisi nomor satu di App Store Kanada. Yang lebih mengejutkan, aplikasi ini juga ada di daftar 10 besar App Store di negara-negara lain seperti Australia, Selandia Baru, Norwegia, dan Inggris.

Hal yang sama juga bisa dilihat pada Google Play Store. Popularitas aplikasi tersebut pun cukup tinggi mengingat saat ini, Byte sudah merangsak naik ke urutan keenam aplikasi paling populer di Play Store Amerika. 

Tentu saja, hal ini akan cukup menggoyang TikTok. Bukan hanya dikarenakan Byte mendapatkan traksi yang sangat baik, namun juga dikarenakan aplikasi ini dilarang oleh pemerintah Amerika.

Meski demikian, yang harus diperhatikan saat ini adalah siapa dan konten apa yang akan dibuat oleh pengguna, serta fitur apa saja yang akan diberikan oleh Byte kepada para penggunanya. Kedua hal tersebut akan sangat mempengaruhi apakah TikTok dalam bahaya atau tidak.

Share
back to top