sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id wd
Minggu, 26 Jan 2020 08:33 WIB

Byte, aplikasi penerus Vine resmi meluncur di Android dan iOS

Sayangnya, saat ini Byte harus melawan beberapa raksasa aplikasi serupa, seperti TikTok dan Instagram agar tidak berakhir seperti Vine.

Byte, aplikasi penerus Vine resmi meluncur di Android dan iOS

Siapa sih yang tak kenal Vine? Ya, jejaring sosial yang diakuisisi oleh Twitter pada 2012 silam ini menawarkan sebuah platform berbagi video singkat sepanjang 6 detik, yang menarik banyak konten kreator keren yang lahir dari platform tersebut.

Sayang, pada 2016, platform tersebut harus tutup karena minat pengguna yang menurun. Namun, bagi kalian yang kangen dengan platform tersebut, kini salah satu pengembang dari Vine telah secara resmi meluncurkan ‘penerus’ dari Vine yang bernama Byte.

Salah satu pendiri Vine, Dom Hofmann, telah menggoda para pengguna akan kehadiran Byte semenjak akhir 2017 silam. Setelah dua tahun berada di versi beta tertutup, sekarang aplikasi tersebut sudah dapat diunduh baik di Android Play Store dan Apple App Store.

Berbeda dengan Vine yang hanya menyediakan video selama 6 detik, Byte mendapatkan sedikit peningkatan. Pengguna kini dapat mengunggah video selama 8 detik, dan akan diputar secara berulang hingga tak berbatas.

“Anda tahu caranya : unggah dari rol kamera atau gunakan kamera byte untuk menangkap apa yang ingin kalian buat. Ada banyak cara untuk menemukan kepribadian dan momen baru. jelajahi apa yang dilihat dan dicintai komunitas, lihat pos yang dipilih sendiri oleh editor kami, atau jelajahi sendiri,” tulus Byte dalam perkenalan aplikasi tersebut.

Namun sayang, perjalanan Byte untuk mencari pengguna bisa dibilang akan sangat sulit. Saat ini, mereka harus melawan salah satu aplikasi yang memiliki ‘ide’ yang sama dan sangat digandrungi anak muda, yakni TikTok.

Mereka juga harus menghadapi banyak raksasa aplikasi media sosial berbasis foto dan video lainnya, seperti salah satunya adalah Instagram. Yah, semoga saja aplikasi ini tidak kembali mati dalam waktu yang sangat singkat.
 

Share
back to top