Budaya pemegang jabatan Facebook seperti film Game of Thrones

Mantan eksekutif keamanan Facebook, Alex Stamos menyamakan budaya di jajaran senior perusahaan dengan "Game of Thrones".

Budaya pemegang jabatan Facebook seperti film Game of Thrones Facebook 2 (Pexels)

Intrik perebutan tahta yang ada di dalam film seri Game of Thrones selalu membuat orang bertanya-tanya apakah di kehidupan nyata, hal ini bisa terjadi. Nyatanya, dari sekian banyak perusahaan teknologi, Facebook dikabarkan menjadi salah satu perusahaan yang memiliki banyak intrik untuk mendapatkan jabatan senior di perusahaan.

Hal ini terungkap setelah mantan eksekutif keamanan Facebook, Laurie Segall menceritakan seperti apa keseharian dirinya saat masih menjabat. Dia pun mengatakan, salah satu media sosial terbesar tersebut memiliki banyak intrik khas Game of Thrones untuk mendapatkan jabatan tertinggi di Facebook.


BACA JUGA

Facebook pernah berencana untuk mengakuisisi Unity

Facebook akuisisi startup GrokStyle demi perluas AI

Balas DM Instagram sekarang bisa langsung dari Facebook


"Yang benar adalah ada sedikit budaya Game of Thrones  di antara para eksekutif,” kata Alex, seperti dikutip dari laman Business Insider (11/2/2019).

Pengakuan ini pun dianggap bukan sebuah hal yang mengejutkan. Alex dikenal sebagai seorang tokoh yang blak-blakan dan dihormati di industri keamanan. Dia menjabat sebagai kepala petugas keamanan Facebook antara 2015 dan 2018.

Selama menjabat, dia dilaporkan berselisih dengan COO Facebook, Sheryl Sandberg. Meski dia mengakui hal tersebut cukup memusingkan, kini dia sudah nyaman bekerja sebagai profesor di Universitas Stanford.

Hal ini seirama dengan pengakuan salah satu mantan eksekutif Facebook lainnya tahun lalu. Dalam sebuah keterangan, dia mengatakan bahwa, "Di bawah saya adalah Care Bears, dan di atas saya adalah 'Game of Thrones’. Anda tidak bisa mencapai puncak Silicon Valley ketika Sheryl [Sandberg] melakukannya dengan menjadi orang yang baik.”

Alex juga mengatakan bahwa tanggung jawab utama untuk beberapa masalah Facebook terletak pada Mark Zuckerberg sebagai CEO. "Pada akhirnya, akar tanggung jawab yang sebenarnya untuk mengapa hal-hal ini terjadi bukan dalam kendali Sheryl," katanya. 

“Facebook tidak mengukur dampak yang lebih besar dan memikirkan orang dapat mengubahnya kemudian disalahgunakan. Dan pada akhirnya, itu adalah tanggung jawab Markus."

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: