Bos Instagram akui masih banyak konten negatif di Instagram

Salah satu petinggi Instagram, Adam Mosseri menyatakan Instagram masih kesulitan untuk memfilter konten-konten tersebut.

Bos Instagram akui masih banyak konten negatif di Instagram Instagram (pixabay)

Kematian Molly Russell, seorang bocah berusia 14 tahun di 2017 silam masih membekas di hati semua pegawai Instagram. Betapa tidak, Russell meninggal setelah memposting sebuah foto dirinya yang sedang menyiksa diri di platform tersebut.

Hal inilah yang membuat Instagram hingga detik ini berupaya untuk menekan konten yang berbau hal tersebut. Sayang, hingga saat ini mereka masih belum menemukan cara yang efektif untuk menanggulangi konten tersebut. Selain itu, postingan membahayakan itu masih banyak beredar di platform mereka.


BACA JUGA

10 Caption Instagram kece saat liburan di Jepang

Instagram luncurkan fitur baru untuk perangi berita palsu

Instagram ketahuan uji banyak fitur baru


Berbagai pihak pun mendesak Instagram untuk memperbaiki sistemnya. Salah satunya adalah sekretaris kesehatan Inggris Matt Hancock mengeluarkan peringatan kepada raksasa teknologi tentang penanganan mereka terhadap masalah ini.

Menanggapi hal tersebut, salah satu petinggi Instagram Adam Mosseri menyatakan mereka sudah memulai "tinjauan komprehensif" tentang bagaimana platform mereka menangani konten yang membahayakan diri sendiri.

Dia mengatakan, media sosial berbasis gambar tersebut melarang unggahan yang memperlihatkan melukai diri sendiri atau bunuh diri. Selain itu, Instagram juga berjuang secara independen mendeteksi dan mengawasi mereka semua. 

“Intinya adalah kita belum menemukan cara memfilter gambar-gambar ini sebelum dilihat oleh orang lain,” kata Mosseri.

Saat ini, Instagram sebagian besar bergantung pada komunitas untuk melaporkan posting yang kurang sesuai dengan aturan mereka. Langkah lainnya, Instagram pun juga sudah berinvestasi dalam teknologi untuk mengidentifikasi gambar-gambar ini dengan lebih baik.

Menurut Mosseri, mereka telah melatih para insinyur dan peninjau konten tentang cara menemukan posting tersebut. Mereka juga telah menerapkan tindakan untuk menghentikan gambar terkait, memblokir tagar, akun, dan saran mengenai konten tersebut.

Mosseri menjelaskan bahwa Instagram masih akan mengizinkan posting yang berbicara tentang perjuangan kesehatan mental dan bunuh diri selama mereka tidak mempromosikannya. Tetapi platform mereka tidak akan merekomendasikan posting tersebut melalui pencarian, tagar, atau tab Jelajahi.

“Kami sangat ingin mengerjakan ini dengan benar, dan kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk mewujudkannya,” tulis Mosseri.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: