sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id advo
Selasa, 13 Okt 2020 11:00 WIB

Berkat prosesor 5G, MediaTek raup pendapatan hingga 61,2%

MediaTek mengungkapkan bahwa pendapatan penjualan bulanannya untuk September 2020 mengalami kenaikan mencapai TWD37,866 miliar (Rp19,5 triliun).

Berkat prosesor 5G, MediaTek raup pendapatan hingga 61,2%

Salah satu produsen semikonduktor terbesar asal Taiwan, Mediatek, sejauh ini mengalami perkembangan signifikan pada 2020 berkat SoC 5G yang revolusioner. Selain itu, ada laporan baru dari perusahaan yang menunjukkan bahwa pendapatannya telah mencatat peningkatan bulanan (MoM) secara berurutan sebesar 15,7% pada September 2020.

MediaTek mengungkapkan bahwa pendapatan penjualan bulanannya untuk September 2020 mengalami kenaikan mencapai TWD37,866 miliar (Rp19,5 triliun), sebagaimana dilaporkan DigiTimes. Ini merupakan peningkatan tahunan (YoY) sebanyak 61,2% jika dibandingkan dengan TWD23,494 miliar (Rp12 triliun) pada 2019.

Dilansir dari Gizmochina (13/10), jika melihat pendapatan per bulan secara berurutan, ini merupakan peningkatan signifikan sebesar 15,7% dari Agustus 2020. Selain itu, pendapatan MediaTek kuartal ketiga sudah menyentuh TWD97,17 miliar (Rp50 triliun).

Ini adalah peningkatan pendapatan terbesar per kuartal pada 43,9% selama Q3 dari Q2 2020. Selain itu, hal ini telah menghancurkan perkiraan pendapatan sebelumnya sebesar TWD87,5 miliar (Rp45 triliun). Pengiriman chip ponsel pintar 5G memainkan perannya untk MediaTek di Q3. Namun, angka konsinyasi menunjukkan bahwa pasarnya dilaporkan telah melebar ke luar Tiongkok seperti pasar AS.

Meski demikian, ini adalah peningkatan yang sehat untuk MediaTek mengingat tantangan yang umumnya dihadapi dari Qualcomm di AS dan Eropa. Sebelumnya, MediaTek menduduki peringkat 10 teratas dalam peringkat pendapatan perusahaan Global IC. Perusahaan tersebut disusul dengan menunjukkan Q1 2020 yang menggembirakan dengan duduk tepat di belakang Samsung.

Setelah SoC Dimensity menjadi mainstream, perusahaan ini melihat pertumbuhan yang stabil. Sesuai catatan resmi, pendapatan konsolidasi dari Januari hingga September adalah TWD225,75 miliar (Rp116,3 triliun) yang merupakan peningkatan YoY mengejutkan sebesar 24,37% dari tahun 2019.

Belum lama ini MediaTek meluncurkan SoC Dimensity 1000C 5G di pasar AS. Semikonduktor ini akan mentenagai pada perangkat seperti LG Velvet di AS dan jika berhasil menarik perhatian, maka raksasa asal Taiwan itu akan terus meraup keuntungan. Dilaporkan perkiraan keuntungan menyentuh level tertinggi TWD300 miliar (Rp154,2 triliun) pada tahun 2020.

Share
×
tekid
back to top