Berkat activity tracker, pembunuh ini dihukum berat

Pihak pengadilan berhasil menemukan bukti yang menguatkan tindakan pembunuhan melalui data GPS di perangkat pelacak aktivitas olahraga terdakwa.

Berkat activity tracker, pembunuh ini dihukum berat Ilustrasi Smartphone (Pexels)

Alat pelacak aktivitas olahraga (activity tracker) dalam smartwatch saat ini menjadi primadona di kalangan para penggemar gadger. Berkat GPS pengguna memungkinkan seberapa jauh mereka telah menempuh jarak saat berlari.

Kendati begitu fitur ini jadi bumerang bagi Mark Fellows, yang ditangkap atas dugaan pembunuhan. Pihak pengadilan mengatakan bahwa Mark dibayar untuk membunuh salah satu bos mafia, Paul Massey 2015 silam.


BACA JUGA

Fitbit Inspire sasar konsumen asuransi

Gambar smartwatch Samsung generasi baru tersebar

Louis Vuitton akan perbarui jam pintar Tambour Horizon


Pembunuhan ini tidak terpecahkan hingga kasus pembunuhan 2018 terjadi pada rekannya John Kinsella. Polisi pun mencoba menarik benang merah antara kedua kasus ini, dan kemudian menemukan sebuah titik terang.

Mark diketahui memiliki GPS jammer di mobilnya ketika polisi menyelidiki kasus pada 2018. Mereka pun melakukan penelusuran lebih lanjut, termasuk mencari data dari perangkat yang dia gunakan.

Engadget (21/1) melaporkan, pihak penyidik menemukan bukti perjalanan Mark setelah melihat log GPS dari alat pelacaknya, yakni Garmin Forerunner. Dalam log tersebut, Mark telah berjalan selama 35 menit dari rumahnya ke sebuah lapangan di luar rumah Massey menjelang pembunuhan itu.

Bukti ini kemudian dicocokkan melalui rekaman CCTV yang ada di seluruh kota. Mereka menemukan bahwa Mark berkendara melewati rumah Massey beberapa kali dalam seminggu sebelum pembunuhan itu. Melihat bukti ini, Hakim dalam kasus tersebut kemudian menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Mark. 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: