Bekraf sebut saat ini gamer Indonesia bukan lagi gamer gratisan

Saat ini, sudah ada 42 juta gamer di Indonesia. Dan untungnya, 56 persen dari mereka sudah memainkan gim berbayar.

Bekraf sebut saat ini gamer Indonesia bukan lagi gamer gratisan Deputi Infrastruktur Bekraf Hari Santosa Sungkari (chandra/tek.id)

Indonesia saat ini merupakan salah satu negara yang memiliki perkembangan industri gim tercepat di dunia. Bahkan dalam laporan lembaga survei Newzoo, saat ini Indonesia berada di urutan ke-16 negara dengan penyumbang keuntungan industri gim terbesar di dunia.

Peningkatan ini pun disebabkan oleh beberapa hal. Menurut Deputi Infrastruktur Bekraf, Hari Santosa Sungkari, salah satunya adalah peningkatan jumlah gamer yang cukup signifikan selama beberapa tahun terakhir.


BACA JUGA

Bandai Namco bawa One Punch Man ke video gim

Akan hanya ada satu Xbox generasi selanjutnya

Viewsonic manjakan gamer dengan monitor Elite


“Saat ini Indonesia sudah memiliki 42 juta pemain gim aktif,” kata Santosa.

Beruntungnya, dari jumlah gamer tersebut, lebih dari setengahnya merupakan gamer yang memainkan gim berbayar. “Saat ini 56 persen para gamer di Indonesia memainkan gim berbayar. Jadi saat ini gamer Indonesia tak lagi gamer gratisan,” tegasnya.

Tentu saja, hal ini merupakan kabar baik bagi para pengembang gim, terutama para pengembang gim asal Indonesia. Para pengembang pun akan terpacu melihat para gamer tertarik untuk membeli gim yang dikembangkan.

Namun, Santosa pun memiliki wejangan khusus bagi para pengembang gim Indonesia. Dia mengingatkan jika para pengembang tidak muluk-muluk untuk membuat gim yang bisa mengalahkan kepopuleran Point Blank atau Mobile Legend.

“Kita punya market khusus, punya kearifan lokal. Salah satu contohnya seperti gim Dreadout, yang memiliki kearifan lokal. Di situ kan ada hantu khas indonesia, seperti pocong. Ini bisa jadi pembeda,” katanya.

“Ini kan diapresiasi sangat baik. Gamer luar pun tertarik. Bahkan, ada produser yang tertarik untuk membuatnya menjadi film.”

Belum lagi, saat ini dia turut berbahagia setelah pada awal tahun ini, beberapa pengembang gim di Indonesia telah mendapat SDK PS4. Hal ini tentu dapat membuka kesempatan para pengembang gim untuk memperlebar sayap mereka.

Oleh karenanya, Santosa menyebut jika para pengembang harus terus mengasah talenta para pengembang gim. Oleh karenanya, mereka sudah melakukan berbagai cara untuk meningkatkan kemampuan para pengembang.

“Kami telah melakukan banyak hal, termasuk menggelontorkan dana untuk membantu para pengembang. Oleh karenanya, kami harap kedepannya gim-gim Indonesia akan semakin baik,” pungkasnya.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: