Begini cara kerja Horizon Display di Huawei Mate 30 Pro

Li Xiaolong, Wakil Presiden Huawei memastikan bahwa semua sentuhan di layar samping Mate 30 Pro akan diabaikan, kecuali dalam beberapa kasus khusus.

Begini cara kerja Horizon Display di Huawei Mate 30 Pro Source: Google

Huawei menggebrak dunia dengan tetap meluncurkan Huawei Mate 30 series dalam sebuah acara di Jerman. Kendati tidak hadir dengan dukungan Google, Huawei tetap optimis dengan menggunakan Huawei Mobile Services. Hadir dengan spesifikasi tinggi, smartphone ini juga menawarkan desain layar bernama Horizon Display.

Pada intinya, dengan layar Horizon Display, Huawei memberikan akses tambahan ke bagian samping smartphone tersebut. Ya, layarnya melebar sampai ke bagian samping. Desain ini membuat Huawei Mate 30 Pro tidak memiliki tombol fisik di bagian sisi bodi. Huawei menggantinya dengan tombol virtual untuk mengendalikan volume, dan berfungsi juga sebagai shutter kamera. 


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Huawei alami peningkatan cukup baik di Q3 2019

Sebelum rilis, Huawei Mate X dapat beberapa perubahan 

HarmonyOS diprediksi kalahkan OS buatan Apple di 2020


Meski begitu, ada kekhawatiran kalau pengguna melakukan sentuhan tidak sengaja pada layar di bagian sisi bodi. Berkaitan dengan itu, Wakil Presiden Huawei, Li Xiaolong memastikan bahwa hal tersebut tidak akan terjadi. 

Untuk diketahui, Horizon Display ini terdiri dari tiga bagian layar. Satu di di bagian tengah, yang merupakan layar datar seperti smartphone pada umumnya. Dua bagian lainnya ditempatkan pada masing-masing sisi bodi. Li menyebut bahkan semua sentuhan di bagian sisi ini akan diabaikan sehingga fungsi layar sentuhnya akan berjalan seperti biasa, sebagaimana dilaporkan oleh GSMArena (21/9). 

Namun, ada beberapa kasus dimana layar samping ini akan merespon sentuhan pengguna. Beberapa fungsi yang bisa dilakukan di layar samping ini adalah kontrol volume, tombol atas ketika bermain gim atau shutter kamera. 

Dalam kasus mengendalikan volume, pengguna harus menyentuh layar samping ini sebanyak dua kali dengan gerakan cepat. Kemudian pengguna bisa menggeser jari mereka untuk menaikkan atau menurunkan volume. Product Manager Huawei, Bruce Lee mengatakan bahwa pengguna akan cepat terbiasa dengan metode tersebut. 

Terlepas dari itu, dengan desain Horizon Display, Huawei mampu meningkatkan rasio layar ke bodi sehingga menjadi 94,1 persen. Layarnya sendiri hadir dengan panel OLED berukuran 6,53 inci. Baru-baru ini tersiar kabar kalau Huawei akan membuka akses bootloader bagi flagship terbaru ini. Hal ini akan memungkinkan pengguna untuk menginstall custom ROM dan menggunakan akses Google di smartphone tersebut. 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: