sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id synologi
Senin, 20 Jan 2020 19:01 WIB

Baterai graphene bakal gantikan lithium di smartphone

Baterai graphene sebenarnya merupakan evolusi dari baterai lithium. Jenis ini dibuat dengan menggantikan eletroda grafit pada eletroda yang diberi lapisan graphene.

Baterai graphene bakal gantikan lithium di smartphone
Source: Gizchina

Kehadiran baterai graphene untuk smartphone dilaporkan akan segera tiba dalam waktu dekat. Hal ini diumumkan oleh perusahaan asal Amerika Serikat (AS), Real Graphene. Pihaknya mengaku sedang bersiap untuk memasarkan produk tersebut ke beberapa manufaktur smartphone. Sayangnya perusahaan itu tidak menyebut manufaktur mana saja yang dituju. 

Untuk diketahui, baterai graphene sebenarnya merupakan evolusi dari baterai lithium. Baterai Lithium didasarkan pada pertukaran ion lithium antara elektroda positif, paling sering kobalt oksida atau mangan dengan elektroda grafit negatif. Nah, Real Graphene mengganti elektroda grafit itu dengan elektroda yang dilapisi graphene dan memodifikasi komposisi elektrolitnya. 

CEO Real Graphene, Samuel Gong mengklaim baterai berkapasitas 3000mAh yang dibuat dengan teknologi mereka mampu terisi dari 0 hingga 100% hanya dalam waktu 20 menit saja. Ia membandingkan dengan baterai lithium biasa yang membutuhkan waktu sekitar 90 menit untuk terisi penuh. 

Dilansir dari Gizchina (20/1), baterai graphene dikenal sebagai sebuah baterai yang tahan lama. Jenis ini mampu diisi hingga 1500 kali sebelum akhirnya mengalami penurunan. Dalam kondisi yang sama, baterai graphene hanya menghasilkan panas lebih sedikit ketimbang baterai lithium biasa ketika sedang diisi daya. Kelebihan lainnya, manufaktur baterai lithium tidak perlu mengganti peralatan mereka untuk memproduksi baterai graphene. 

Saat ini, graphene masih menjadi material yang mahal dan cukup sulit diproduksi. Satu lembar saja bisa dihargai USD25 atau sekitar Rp300 ribuan. Sementara satu kilo graphene bisa dibanderol seharga USD300.000. Itu pun jika mengacu pada harga beberapa tahun lalu. 

Perlu diketahui, menggunakan baterai graphene dipandang akan meningkatkan harga smartphone secara keseluruhan. Harga komponen itu dipercaya akan menanjak sebanyak 30%. Real Graphene sendiri kabarnya juga akan memproduksi baterai untuk smartwatch dan bahkan mobil listrik. Samuel Gong bahkan menyebut perangkat pertama dengan baterai graphene akan hadir tahun ini. 

Share
×
tekid
back to top