Asus tak ingin ulangi kesalahan dari ROG Phone

Pihak Asus memilih jalur perakitan untuk ROG Phone 2 ketimbang menggunakan aplikasi dalam negeri untuk memenuhi syarat TKDN.

Asus tak ingin ulangi kesalahan dari ROG Phone GSMArena

Tahun lalu, ROG Phone menjadi perhatian para pengguna smartphone di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Hal ini dikarenakan smartphone ini menjadi salah satu smartphone gaming dengan performa terbaik kala itu.

Asus pun menjanjikan para gamer di Indonesia untuk membawa perangkat tersebut secara resmi. Acara besar pun sudah dilangsungkan. Namun, mereka gagal menjual smartphone tersebut karena terhalang sebuah dinding besar, yakni TKDN.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Mengenal komputasi kamera ponsel terdepan

MediaTek siapkan chip 5G untuk smartphone murah

Rahasia di balik kamera 108 MP Xiaomi Mi CC9 Pro


“ROG Phone pertama gagal rilis di Indonesia karena TKDN. Kami memilih rute software 100 persen sebagai persyaratan TKDN,” kata Head of PR Asus Indonesia Muhammad Firman kepada tim Tek.id.

Dia mengungkapkan, ada banyak hal yang mengakibatkan ROG Phone pertama gagal meluncur. “Salah satunya dikarenakan kita harus memastikan semua pengembang sudah menyempurnakan aplikasi mereka.”

Namun sayang, dikarenakan banyak kendala, rencana Asus untuk menjual perangkat tersebut terus mundur. “Akhirnya kami memutuskan untuk tidak menjual ROG Phone,” paparnya.

Tidak ingin mengulangi kesalahan, Firman pun mengatakan bahwa untuk ROG Phone 2, mereka lebih memilih pendekatan lain. Mereka pun memilih untuk menggunakan pendekatan perakitan lokal.

“Kami akan memproduksi ROG Phone 2 di Indonesia. Kami sudah menyiapkan lini produksi di pabrik rekanan kami di Batam,” tegasnya.

Sayangnya, hingga saat ini Firman masih enggan memberikan detail lain mengenai kehadiran ROG Phone 2 di Indonesia. Meski demikian, mereka memastikan akan meluncurkan ROG Phone 2 secara resmi akhir 2019 ini.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: