ASUS ProArt Dukung Produksi Film “Pelangi di Mars”, Babak Baru Teknologi XR di Industri Perfilman
ASUS ProArt dukung film Pelangi di Mars dengan teknologi XR dan rendering canggih, dorong inovasi produksi film Indonesia.
Konferensi pers film Pelangi di Mars. dok. ASUS
ASUS menunjukkan peran strategisnya dalam mendorong inovasi industri kreatif nasional melalui dukungan teknologi pada produksi film “Pelangi di Mars”.
Kolaborasi bersama Mahakarya Pictures dan DOSS Guava XR Studio ini menghadirkan pendekatan baru dalam produksi film Indonesia dengan memanfaatkan teknologi Extended Reality (XR) dan sistem produksi hybrid.
Film “Pelangi di Mars” menjadi salah satu proyek ambisius yang menggabungkan pengambilan gambar nyata dengan lingkungan virtual tiga dimensi secara real-time.
Pendekatan ini menandai langkah maju dalam produksi film nasional, sekaligus membuka peluang eksplorasi visual yang lebih luas bagi sineas Indonesia.
- ASUS ROG Rilis Monitor Gaming Strix OLED 27 Inci Terbaru, Hadirkan Performa 240Hz untuk Gamer Kompetitif
- ASUS Luncurkan Mini PC NUC 16 Pro Copilot+ dengan Intel Core Ultra Series 3, Siap Jalankan AI dan Edge Computing
- ASUS ROG Jadi Mitra Resmi PGL 2026, Hadirkan Monitor 610Hz dan PC RTX 5080 untuk Panggung Esport Dunia
- Asus ROG Rilis Kithara, Headset Planar Magnetic Open-Back Pertama untuk Audio Gaming Kelas Audiophile
Latar cerita yang mengambil setting tahun 2090 dengan kisah seorang anak yang lahir dan tumbuh di Mars menuntut kualitas visual tinggi serta detail grafis yang presisi.
Untuk itu, ASUS menghadirkan lini ProArt sebagai tulang punggung teknologi dalam proses produksi, mulai dari pengolahan grafis, rendering lingkungan 3D, hingga color grading.
Perangkat ASUS ProArt dirancang untuk memenuhi kebutuhan kreator profesional, termasuk filmmaker, dengan performa tinggi dan akurasi warna yang konsisten.
Hal ini menjadi krusial untuk memastikan setiap elemen visual dalam film tetap sesuai dengan visi kreatif sejak tahap produksi hingga hasil akhir.
Pemanfaatan teknologi XR dalam film ini memungkinkan tim produksi menciptakan dunia futuristik secara langsung di lokasi syuting. Dengan dukungan DOSS Guava XR Studio, lingkungan digital dapat divisualisasikan secara real-time, sehingga proses kreatif menjadi lebih efisien sekaligus fleksibel.
Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan bagaimana teknologi dan industri kreatif dapat berjalan beriringan dalam menghasilkan karya berkualitas tinggi.
ASUS, melalui ProArt, tidak hanya menyediakan perangkat, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem produksi yang mendukung inovasi storytelling berbasis teknologi.
Film “Pelangi di Mars” sendiri menjadi debut penyutradaraan film panjang bagi Upie, yang sebelumnya dikenal melalui karya dokumenter dan video musik.
Proyek ini digarap selama lebih dari lima tahun dan melibatkan sejumlah aktor dan kreator ternama.
Peluncuran film ini ditandai melalui gala premiere di Epicentrum XXI, Jakarta, yang menjadi ajang perkenalan hasil kolaborasi teknologi dan kreativitas kepada publik. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 18 Maret 2026.









