Asia Tenggara bakal dipenuhi perusahaan teknologi pada 2030

perusahaan teknologi telah menjadi kelompok utama penghuni perkantoran di kawasan Asia Tenggara. Mereka sering menjadi penyewa pra-komitmen terhadap sebuah bangunan baru.

Asia Tenggara bakal dipenuhi perusahaan teknologi pada 2030

Dibandingkan dengan tiga tahun lalu, JLL memprediksi perusahaan-perusahaan teknologi dalam 10 tahun mendatang akan mendorong angka hunian perkantoran yang berpotensi mencapai 15 hingga 25 persen dari sewa perkantoran. Hal tersebut dilandasi oleh banyaknya pertumbuhan perekonomian online di Asia Tenggara yang semakin cepat.

Dilaporkan pula beragam perusahaan teknologi telah menjadi kelompok utama penghuni perkantoran di kawasan tersebut. Mereka sering menjadi penyewa  pra-komitmen terhadap sebuah bangunan baru.


BACA JUGA

Melalui TMI, Telkomsel tingkatkan aktivitas investasi dan kemitraan strategis dengan Startup

Tanggapan Traveloka soal akuisisi Pegipegi

Traveloka akuisisi Pegipegi dan dua startup online travel lainnya


“Mengingat bahwa perusahaan-perusahaan teknologi akan menjadi sumber utama hunian kantor, ini adalah kesempatan bagi para investor dan pengembang real estate untuk menciptakan ruang yang akan memenuhi kebutuhan ini. Tahun lalu, sektor teknologi menarik lebih dari USD6 miliar (Rp88,815 triliun) dalam pendanaan. Pertumbuhan industri ini akan berkontribusi secara signifikan terhadap volume sewa kantor di masa mendatang, yang kami perkirakan akan meningkat sebesar enam persen setiap tahunnya di tengah tingkat pertumbuhan PDB sekitar lima persen,” kata Head of Capital Market Southeast Asia Research, JLL, Regina Lim.

Ketika beragam perusahaan internet mengembangkan keberadaan mereka secara cepat di wilayah Asia Tenggara dalam satu dekade terakhir, perusahaan e-commerce khususnya telah berkembang dalam dua tahun terakhir. Perusahaan teknologi global terbesar, termasuk Alibaba, Facebook, Google, dan Sea, saat ini masing-masing menempati total 20.000 meter persegi hingga 50.000 meter persegi yang tersebar di tiga hingga lima kota. Banyak dari perusahaan tersebut telah meningkatkan jumlah pegawai mereka sebanyak 30 hingga 50 persen setiap tahunnya selama lima hingga 10 tahun terakhir.

Selian itu, co-working space dan ruang kerja fleksibel juga berkontribusi pada permintaan kantor di wilayah tersebut. Ruang kerja fleksibel telah naik sekitar 40 persen per tahun dalam tiga tahun terakhir dan kini mengambil dua persen dari stok perkantoran di wilayah tersebut, dibandingkan pada tahun 2015 (sebanyak setengah hingga satu persen). JLL sendiri adalah perusahaan jasa profesional yang mengkhususkan diri dalam manajemen investasi dan real estat.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: