sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id praxis
Selasa, 22 Des 2020 08:25 WIB

AS gelontorkan Rp27 triliun untuk ganti jaringan Huawei dan ZTE

Huawei dan beberapa perusahaan Tiongkok lainnya, termasuk ZTE, telah diklasifikasikan sebagai risiko keamanan nasional AS.

AS gelontorkan Rp27 triliun untuk ganti jaringan Huawei dan ZTE
Source: Shutterstock

Pemerintah Amerika Serikat telah melarang Huawei berpatisipasi dalam pengembangan infrastruktur 5G. AS juga telah menekan negara lain untuk melakukan hal yang sama, dan banyak negara yang mematuhinya. Sekarang, negara tersebut siap untuk mengganti insfrastruktur yang ada.

Anggota parlemen di AS akan mendukung program senilai USD1,9 miliar (Rp27 triliun) yang akan menyediakan dana untuk menghapus peralatan jaringan telekomunikasi Huawei. Jaringan ini sendiri dinilai pemerintah negara tersebut sebagai risiko keamanan nasional.

Huawei dan beberapa perusahaan Tiongkok lainnya, termasuk ZTE, telah diklasifikasikan sebagai risiko keamanan nasional. Pendanaan untuk program baru ini telah ditambahkan sebagai bagian dari tagihan bantuan Covid-19 senilai USD900 miliar (Rp12.800 triliun), sebagaimana laporan dari Reuters.

Dilansir dari Gizmochina (22/12), awal bulan ini Huawei mengatakan mereka kecewa dengan keputusan FCC “untuk memaksa penghapusan produk kami dari jaringan telekomunikasi. Tindakan berlebih ini menempatkan warga AS pada risiko di daerah pedesaan yang sebagian besar kurang terlayani – selama pandemi – ketika komunikasi yang dapat diandalkan itu penting.”

Baru-baru ini Inggris juga melarang Huawei dan meminta operator jaringan telekomunikasi untuk menghapus infrastruktur perusahaan Tiongkok itu pada 2027. Selain itu, Inggris juga melarang pemasangan peralatan 5G baru dari Huawei setelah September 2021.

Pemerintah Inggris pun sedang bekerja untuk membuat undang-undang baru, yang setelah disetujui akan memungkinkan mereka merencanakan denda bagi operator telekomunikasi dan dapat meminta mereka membayar 10% dari omset atau GBP100.000 (Rp1,9 miliar) per hari jika operator gagal untuk mematuhi peraturan baru tersebut.

Tag
Share
×
tekid
back to top