Apple larang aplikasi terkait vape nampang di App Store

Apple akan melarang aplikasi yang berisi dan berkaitan dengan vape atau rokok elektronik dari App Store.

Apple akan melarang aplikasi yang terkait dengan vape atau rokok elektronik dari App Store. Raksasa teknologi itu bahkan telah menghapus semua aplikasi terkait vape, yang berjumlah sekitar 181 aplikasi yang sebelumnya tersedia di toko aplikasinya. Upaya ini dilakukan di tengah laporan ribuan penyakit terkait vape dan 42 kematian akibat rokok elektronik tersebut.

Penjualan tembakau dan kartrid vape tak pernah diizinkan melalui App Store. Namun yang terbaru adalah larangan untuk aplikasi toko, gim dan aplikasi pendamping lain yang memungkinkan pengguna untuk mengatur hal seperti pencahayaan dan tingkat panas komponen vape.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Apple tidak akan gunakan port lightning di produk iPhone 2021

iPhone masa depan akan pakai in-display fingerprint

Apple akan gunakan teknologi layar mini LED pada MacBook dan iPad 2020


"Kami telah memperbarui Pedoman Peninjauan App Store untuk mencerminkan bahwa aplikasi yang mendorong atau memfasilitasi penggunaan produk ini tidak diizinkan... Hingga saat ini, aplikasi tidak lagi tersedia untuk diunduh," kata Apple melalui sebuah pernyataan kepada CNBC.

Apple telah berupaya memisahkan diri dari aplikasi terkait vape sejak Juni, tepatnya ketika perusahaan berhenti menerima aplikasi baru yang mempromosikan penggunaan produk vape.

"Kami sangat berhati-hati dalam memilih agar App Store menjadi tempat terpercaya bagi pelanggan, terutama kaum muda untuk mengunduh aplikasi. Kami secara terus-menerus mengevaluasi aplikasi dan berkonsultasi dengan bukti terbaru, untuk menentukan risiko terhadap kesehatan dan kesejahteraan pengguna," ujar Apple.

Dilansir CNBC, pejabat setempat pekan lalu mengumumkan terobosan potensial dalam menentukan apa yang menyebabkan penyakit paru-paru terkait dengan vape. Vitamin E asetat terdeteksi di 29 sampel jaringan paru yang diuji. Peneliti menyebut senyawa ini racun potensial yang memprihatinkan.

 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini:
Tags :
Apple