Apple blokir update aplikasi Telegram

Apple dilaporkan telah memblokir berbagai update untuk aplikasi Telegram sejak bulan April kemarin dan membuat beberapa fiturnya tidak bekerja optimal

Apple blokir update aplikasi Telegram Foto: The Verge

Pemerintah Rusia telah memblokir aplikasi Telegram pada April lalu. Dampak dari keputusan itu, pengguna di luar Rusia pun merasakan masalah pada aplikasi tersebut. Setelah pemblokiran 15,8 juta IP di Amazon dan Google Cloud, kini pemblokiran Telegram semakin meluas.

CEO Telegram Pavel Durov mengatakan Apple telah memblokir pembaruan untuk aplikasinya secara global. Dengan kurangnya dukungan untuk pembaruan, beberapa fitur seperti stiker tak akan berfungsi secara optimal pada pembaruan iOS 11.4 yang belum lama ini diluncurkan.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Telegram mau luncurkan mata uang kripto

Telegram siap rilis uang digital bertajuk Gram

Sekarang bisa kirim pesan Telegram tanpa suara


"Apple telah mencegah Telegram memperbarui aplikasi iOS-nya secara global sejak regulator Rusia memerintahkan Apple untuk menghapus Telegram dari App Store. Alih-alih mmebatasi Rusia yang hanya mencapai 7 persen dari basis pengguna Telegram, Apple membatasi pembaruan untuk semua pengguna Telegram di seluruh dunia sejak pertengahan April," kata Durov dalam pesan Telegram.

Durov juga mengklaim kurangnya pembaruan aplikasinya membuat dirinya tak bisa sepenuhnya memenuhi GDPR (General Data Protection Regulation) atau regulasi perlindungan data yang dibatasi pada 25 Mei. Pembaruan aplikasi biasanya juga mencakup patch keamanan yang penting serta perbaikan bug sehingga jika pemblokiran ini berlanjut, maka pengguna Telegram di iPhone dibiarkan terancam risiko.

Belum lama ini Rusia memang meminta Apple untuk menghapus Telegram dari App Store. Permintaan ini diajukan setelah Telegram menolak membagikan kunci penyandian aplikasi kepada Dinas Keamanan Federal Rusia. Regulator Rusia lantas memblokir aplikasi tersebut hingga Telegram bersedia memberikan kunci.

Rusia menilai adanya ancaman teroris dan penjahat yang menggunakan Telegram dimana platform-nya terenkripsi. Oleh karenanya mereka meminta akses pada aplikasi besutan Durov tersebut.

"Rusia memblokir Telegram di wilayahnya pada bulan April karena kami menolak memberikan kunci dekripsi untuk semua komunikasi pengguna kami ke lembaga keamanan Rusia. Kami percaya kami melakukan satu-satunya hal yang mungkin bisa menjaga hak pengguna kami atas privasi di negara yang bermasalah. Sayangnya, Apple tidak memihak kami," ujar Durov dalam pesan yang sama.

Dalam pesan itu Durov juga mengatakan akan melakukan upaya untuk memperbaiki masalah ini. Sayangnya ia tak merinci apa hal yang akan Telegram tempuh. Demikian dilansir The Verge.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: