Apple akan jual suku cadang ke toko mandiri

Apple dilaporkan akan menjual suku cadang, peralatan dan panduan perbaikan iPhone ke toko-toko mandiri. Nantinya, pengguna iPhone tidak harus menuju service center untuk mendapatkan perbaikan yang tersertifikasi.

Apple akan jual suku cadang ke toko mandiri Source: Pexels/ picjumbo

Apple dilaporkan berencana untuk menjual suku cadang, peralatan dan panduan perbaikan iPhone untuk toko-toko independen. Artinya, toko-toko independen itu dapat memperbaiki perangkat iPhone yang rusak sesuai panduan dan suku cadang resmi dari Apple. 

Selama ini, perusahaan asal Cupertino itu hanya memberikan suku cadang resmi jika pengguna iPhone memperbaiki smartphone mereka di service center dan toko rekanan resmi Apple. Menurut Apple, program ini akan mengurangi permintaan perbaikan yang tinggi pada toko-toko rekanan tersebut. Apple mengklaim, permintaan perbaikan di toko rekanan itu bisa mencapai jutaan iPhone dengan layar yang retak dan port pengisian daya yang terbakar. 


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Analis perkirakan iPhone SE 2 akan dibanderol USD399 (Rp5,6 jutaan)

Modem 5G Apple akan hadir pada 2022

Apple bakal hadirkan beragam emoji terbaru


Reuters (30/8) melaporkan bahwa langkah ini akan membuat toko independen dapat menawarkan suku cadang asli dari Apple. Harga yang ditawarkan kabarnya tidak akan berbeda dari layanan resmi serupa. Seorang analis dari Creative Strategies, Ben Bajarin, menilai langkah ini dapat membuka peluang bagi Apple untuk menjual lebih banyak layanan dan aksesoris miliknya. Bonusnya, pengguna iPhone dapat semakin meningkat. 

“Ini akan membantu mereka [Apple] untuk menjual lebih banyak produk dengan harga lebih terjangkau ke tangan lebih banyak konsumen dan meningkatkan basis penggunanya. Setiap data mengatakan, jika Anda memasukkan seseorang ke ekosistem Apple, mereka biasanya tidak akan pergi.” ujar Bjarin seperti dilaporkan Reuters. 

Sebagaimana diketahui, dalam beberapa kuartal belakangan ini penjualan iPhone terus menurun. Bahkan di kuartal kedua tahun 2019 ini, penurunan penjualan terus terjadi. Namun beberapa aksesoris seperti AirPods dan Apple Watch serta layanan berbayar Apple Music dinilai cukup membantu mengangkat pendapatan Apple. 

Untuk menjadi toko rekanan resmi Apple, toko tersebut harus membeli suku cadang Apple dalam jumlah besar. Hal inilah yang akhirnya menimbulkan protes di kalangan toko independen tersebut. Namun setelah menghadapi tuntutan hukum, Apple akhirnya bersedia untuk memberikan hak untuk perbaikan iPhone. Namun belum mencakup semua toko independen. 

Toko-toko tidak resmi misalnya, lebih memilih untuk menggunakan suku cadang yang disediakan pihak ketiga. Sayangnya, tidak semua suku cadang tersebut aman dan dapat diandalkan. 

Satu hal yang perlu ditekankan, bahwa pergantian kebijakan ini hanya berlaku untuk iPhone saja. Produk Apple lainnya, seperti laptop Mac tetap harus menjalani perbaikan di service center dan toko rekanan resmi milik Apple. 

Apple mengatakan akan menguji program perbaikan model baru ini selama setahun. Setidaknya ada 20 bisnis di kawasan Amerika Utara, Eropa dan Asia yang dilibatkan oleh perusahaan teknologi asal Cupertino ini. 

Program ini juga akan membuat toko independen untuk menetapkan harga sendiri untuk jasa perbaikan serta menawarkan suku cadang aftermarket yang lebih murah. Namun, teknisi yang bertanggung jawab memperbaiki iPhone harus memperoleh sertifikat dari Apple. Untuk mendapatkan sertifikat itu, seorang teknisi harus mengikuti kursus selama 40 jam. Untungnya, kursus ini bersifat gratis. 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: