sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id wd
Kamis, 13 Jan 2022 18:30 WIB

Apa itu NFT? Ini penjelasan dan cara menjualnya

Apa itu NFT? Non-fungible Token adalah salah satu inovasi transformatif yang telah mengubah cara kita memiliki sesuatu secara digital. 

Apa itu NFT? Ini penjelasan dan cara menjualnya

Siapa sangka dengan jual foto selfie bisa meraup puluhan juta bahkan hingga milyaran rupiah? Menggunakan nama panggung Ghozali Everyday, laki-laki berumur 22 tahun ini menjual foto selfie dirinya selama 5 tahun terakhir sebagai produk NFT. Setahun belakangan ini, NFT menjadi aset kripto yang sedang ramai dibicarakan. Pasalnya, aset yang diperjualbelikan kadang tidak berbentuk, bahkan tidak masuk akal. Lalu, apa itu NFT?

Apa itu NFT? menjadi salah satu pertanyaan besar bagi para pengguna media sosial yang tidak terlalu mengikuti perkembangan kripto. Singkatnya, NFT telah mengubah cara kita memiliki sesuatu secara digital. 

NFT atau Non-fungible menjadi perhatian sebagian kelompok orang. NFT adalah salah satu inovasi transformatif paling menarik yang ditawarkan blockchain kepada pengembang dan bisnis. Lalu, bagaimana definisi NFT yang sebenarnya? Berikut panduannya bagi para pemula yang mudah dipahami.

Sebelum mencari tahu apa itu NFT, Anda harus memahami lebih dulu konsep Fungibility yang menjadi unsur penting dalam NFT. Istilah ini mungkin jarang Anda dengar, tapi sebenarnya memiliki makna sederhana yang bisa dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari.

Memahami konsep Fungible & Non-fungible

Fungible adalah sesuatu yang memiliki klasifikasi/deskripsi sama. Item atau aset yang bersifat fungible dapat dipertukarkan, karena item yang bisa dipertukarkan pada dasarnya identik. Selain itu, fungible juga memiliki arti dapat dibagi. 

Itu berarti, item atau aset dapat ditambah atau dibagi tanpa mengubah sifat dasar aset tersebut. Misalnya, satu lembar Rp50.000 dapat dibagi menjadi kombinasi 5 lembar Rp10.000.

Karakteristik lain dari konsep fungible adalah sedikit perbedaan antara aset fisik dengan nilai yang disepakati. Misal, uang kertas senilai Rp100.000 yang baru ditarik dari mesin ATM dan uang kertas dengan nominal yang sama yang diambil dari selipan kantong celana, sama-sama bisa digunakan untuk membeli satu buah baju.

Di sisi lain, non-fungible adalah sesuatu yang tidak bisa dipertukarkan atau diganti. Tidak seperti aset yang dapat dipertukarkan (fungible) seperti Bitcoin, aset non-fungible adalah aset yang memiliki identitas unik dan dapat diverifikasi, langka, dan tidak dapat dibagi. 

Konsep non-fungibility ini sangat berkaitan erat dengan identitas, baik pemilik atau penciptanya. Ketika suatu aset tidak dapat dipertukarkan, aset tersebut memiliki identitas uniknya sendiri yang memengaruhi nilainya. Inilah yang membedakan antara aset yang bersifat fungible dan non-fungible.

Menurut Enjin - platform jual beli NFT - sumber, cerita, dan sejarah di balik sesuatu memungkinkan terciptanya aset unik yang tak tergantikan. Bahkan, suatu replika dapat dihargai karena latar belakang penciptanya. Demikian pula, jika sesuatu secara langsung terkait dengan identitas pribadi Anda, unik dan memiliki nilai lebih, maka Anda dapat menciptakan aset yang bernilai dan inilah konsep dari NFT itu sendiri.

Apa itu NFT (Non-fungible Token)? 

Dilansir dari Forbes (13/1), NFT adalah aset digital yang mewakili objek dunia nyata seperti seni, musik, item dalam gim, dan video. NFT adalah bagian dari blockchain dan diperjualbelikan secara online. Namun, berbeda dengan mata uang kripto lainnya, suatu NFT tidak bisa ditukarkan dengan NFT lain dengan nilai yang sama. Sebab, setiap NFT memiliki identitas dan keunikannya sendiri. Jadi, memiliki nilai yang berbeda.

Misalnya, satu klip NBA Top Shot tidak sama dengan Ghozali Everyday, meskipun keduanya adalah NFT. Bahkan, satu klip NBA Top Shot belum tentu sama dengan klip NBA Top Shot lainnya.

NFT adalah mewakili barang yang berwujud maupun tidak berwujud, termasuk seni, GIF, skin game, lagu, video, dan lainnya. Bahkan, sebuah tweet dapat dijual sebagai NFT dengan harga lebih dari USD2,9 juta. Itu adalah tweet pertama pendiri Twitter Jack Dorsey yang ia buat pada 2006 silam. Pada dasarnya, NFT adalah barang koleksi yang didigitalkan.

Transaksi atau pembelian NFT biasanya menggunakan Ethereum atau mata uang kripto lainnya yang mendukung. Setiap transaksi tercatat dengan rinci dalam sistem blockchain. 

Hal pertama yang harus dilakukan untuk membeli NFT adalah memiliki dompet digital yang memungkinkan untuk menyimpan NFT dan mata uang kripto. Setelah itu, tentu saja Anda harus memiliki mata uang kripto yang didukung, seperti Eter. Pembelian kripto dapat dilakukan melalui platform jual beli dan transaksi bisa menggunakan kartu kredit. Ini tergantung platform mana yang Anda pilih.

Pahit manis NFT

NFT disebut-sebut sebagai aset kripto yang menjanjikan, sejak banyak tokoh-tokoh terkenal yang menggunakannya. Memang, NFT memberikan peluang bagi seniman dan artis menjual karyanya secara digital tanpa harus membuka galeri. Melalui NFT, seniman juga dapat menjamin royalti sehingga menerima persentase penjualan setiap kali karya mereka dijual ke pemilik baru.

Selain digunakan sebagai investasi, NFT juga dimanfaatkan sebagai tempat mengumpulkan dana, seperti yang dilakukan merek Charmin dan Taco Bell yang melelang NFT bertema Art untuk mengumpulkan dana amal. Art NFT Taco Bell terjual habis dalam hitungan menit, dengan tawaran tertinggi 1,5 ether (WETH) atau setara dengan USD3.723,83 (Rp53 jutaan) pada saat itu.

Di samping itu, GIF berbentuk kucing era 2011 atau yang dikenal dengan Nyan Cat terjual hampir USD600.000 pada Februari lalu. Kemudian, NBA Top Shot menghasilkan lebih dari USD500 juta dalam penjualannya pada akhir Maret. Melansir Tek.id, Adidas menggandeng Bored Ape Yacht Club, Gmoney, dan Punkn, menjual NFT seharga USD23 juta atau sekitar Rp330 miliar dalam bentuk Ethereum.

Namun, perlu diketahui NFT sepenuhnya didasarkan pada kesediaan orang membayar aset tersebut. Dengan kata lain, NFT akan bernilai jika didorong dengan permintaan yang tinggi. Apabila Anda ingin menjual kembali NFT, namun permintaannya rendah, harga NFT Anda akan turun atau bahkan tidak bisa dijual.

Oleh karena itu, sama dengan investasi apapun yang harus diperlakukan secara hati-hati, masuk ke dalam dunia NFT harus melakukan riset terlebih dahulu dan pahami risikonya. Termasuk risiko kehilangan semua investasi yang telah Anda keluarkan. Aapakah Anda tertarik untuk menjual produk NFT?

Share
×
tekid
back to top