Alternatif Android sudah disiapkan Huawei sejak 7 tahun terakhir

Huawei telah menyiapkan alternatif Android selama tujuh tahun terakhir. Namun perusahaan tetap memilih Android sebagai opsi utama.

Alternatif Android sudah disiapkan Huawei sejak 7 tahun terakhir (Foto: USA Science News)

Meski larangan pemerintah Amerika Serikat (AS) terhadap Huawei baru memanas belakangan ini, rupanya perusahaan telah menyiapkan alternatif Android selama tujuh tahun terakhir. Google juga baru menangguhkan bisnisnya dengan Huawei setelah perusahaan asal China itu masuk dalam daftar Entity List atau daftar hitam. Akibatnya, smartphone baru Huawei yang akan dirilis di masa mendatang terancam tak didukung Android sepenuhnya.

Dilansir CNBC (12/6), Huawei bulan lalu mengatakan sistem operasinya kemungkinan siap di tahun ini. Hal tersebut dilontarkan perusahaan ketika terancam tak bisa menggunakan Android milik Google atau Microsoft windows.


BACA JUGA

Huawei tunda rilis Mate X ke pasar

OS Huawei lebih cepat 60% dari Android

Huawei minta bayaran USD1 miliar dari Verizon


Sejauh ini, Huawei menginstal Android pada smartphone-nya. Namun smartphone-nya dalam versi China menjalankan sistem operasi Android open source (AOSP), tanpa Google Play Service seperti Play Store. Windows sendiri terpasang pada komputer buatan Huawei.

Huawei dilaporkan berniat membuat rencana alternatif seandainya perusahaan dilarang menggunakan Android. Mei lalu Departemen Perdagangan AS menambahkan Huawei dan 68 perusahaan lain ke daftar hitam ekspor. Artinya, Huawei tidak bisa membeli barang dari AS. Google kemudian mengatakan menangguhkan hubungan bisnis dengan Huawei, namun diberikan lisensi 90 hari untuk terus bekerja dengan Huawei guna memastikan perangkat yang telah berjalan di Android mendapatkan pembaruan keamanan hingga 19 Agustus.

Belum diketahui teknologi apa yang menjadi dasar sistem operasi baru Huawei. Namun South China Morning Post mengatakan OS itu mampu menjalankan aplikasi Android dan para insinyur Huawei mempelajari Android serta iOS secara mendalam. Sistem operasi Huawei ini juga dirancang tak hanya pada smartphone, namun juga komputer.

Disisi lain Google memperingatkan risiko Huawei dalam mengembangkan Android versi open source secara mandiri. Dengan demikian, Google tak akan mendapat izin untuk merilis pembaruan software smartphone Huawei. Menurut Google, hal itu bisa menjadi risiko keamanan yang lebih besar ketimbang Android yang berlisensi yang bisa diperbarui Google guna mencegah kelemahan keamanan.

"Seperti yang telah kami catat sebelumnya, Huawei memang memiliki sistem cadangan namun hanya untuk digunakan dalam keadaan yang dibutuhkan... Android dan Windows akan selalu menjadi opsi pertama kami," kata juru bicara Huawei kepada SCMP.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: