sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id benq
Rabu, 02 Okt 2019 11:03 WIB

Alibaba dan WFP rilis peta digital pengawas kelaparan global

Peta digital ini merupakan sistem pengawasan kelaparan global dengan memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI), machine learning dan data analytics.

Alibaba dan WFP rilis peta digital pengawas kelaparan global

Alibaba Group bersama World Food Programme (WFP) mengumumkan “Hunger Map LIVE”. Peta digital ini merupakan sistem pengawasan kelaparan global dengan memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI), machine learning dan data analytics.

Dukungan teknologi itu membantu memperkirakan, melacak dampak dan tingkat keparahan kondisi kelaparan di lebih dari 90 negara di dunia. Pengawasannya, dilakukan dalam waktu yang hampir real-time.  

Hunger Map Live mengumpulkan semua informasi publik terkait ketersediaan pangan, nutrisi, konflik lokal, cuaca, dan berbagai data makroekonomi, termasuk dari data WFP dalam satu platform. Hal ini dilakukan guna menyajikan gambaran komprehensif tentang keadaan ketersediaan pangan global. Sistem ini menggunakan teknologi machine learning untuk memprediksi ketersediaan pangan di masa depan, bahkan pada area dengan keterbatasan data. 

Hasil analisis kelangkaan pangan ini kemudian dikonversi oleh alat visualisasi data yang canggih pada level global, nasional, dan subnasional, untuk ditampilkan pada peta interaktif. Dengan memiliki informasi akurat dalam satu platform, baik WFP, komunitas organisasi kemanusiaan, serta para pemimpin negara, bisa memonitor dan mengidentifikasi berbagai potensi skenario negatif sejak dini. Oleh karenanya pihak terkait bisa mengambil langkah atau keputusan yang lebih tepat dan efisien, serta mengkalkulasikan biaya yang diperlukan.

“Hunger Map Live adalah peta visual yang membuka mata kita setiap saat akan isu kelaparan dengan menampilkan gambaran real-time, serta mengingatkan kita untuk terus mencari solusi terbaik bagi masalah tersebut,” kata David Beasley, WFP Executive Director, pada acara yang dihadiri para pimpinan negara, tokoh masyakarat dan teknologi serta industri di sela-sela penyelenggaraan Rapat Dewan Umum PBB tahun ini di New York. 

“Hunger Map Live merupakan wujud komitmen WFP dalam mewujudkan transformasi digital. WFP bekerjasama dengan berbagai partner strategis seperti Alibaba untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas dengan bantuan teknologi." 

Peluncuran ini merupakan tonggak pertama dari kemitraan jangka panjang yang telah ditandatangani kedua pihak di tahun lalu. Tujuannya adalah untuk menyatukan keahlian WFP dan Alibaba dalam mencapai misi dunia bebas dari ancaman kelaparan sebelum tahun 2030. 

“Kami sangat antusias dapat menghadirkan teknologi dan sumber daya kami untuk bersama-sama WFP mengatasi isu kelaparan. Peluncuran Hunger Map Live ini hanyalah langkah pertama,” kata Lijun Sun, Alibaba Partner dan Chairman Alibaba Fundation. 

Namun demikian, ini bukan kali pertama WFP dan Alibaba berkolaborasi untuk mengatasi kelaparan dan pengentasan kemiskinan. Pada 2017, WFP dan Alibaba bergabung pada proyek pengentasan kemiskinan untuk menghubungkan para petani kecil di Anhui, sebuah provinsi di bagian Timur Tiongkok, dengan pasar melalui e-commerce untuk memberikan akses pasar bagi populasi kecil dan membantu petani mendapatkan harga yang lebih tinggi untuk produksi mereka. 

Share
×
img
×
tekid
back to top