Alasan Facebook masih ambil data pribadi pengguna

Dalam sebuah pernyataan, perwakilan Facebook menyebut pihaknya masih mengambil data untuk melindungi penggunanya dari konten terorisme dan pelecehan anak.

Alasan Facebook masih ambil data pribadi pengguna Facebook (Pexels)

Facebook hingga saat ini masih menjadi sorotan banyak pihak. Hal ini dikarenakan perusahaan tersebut masih mengambil data para penggunanya, meskipun pihak regulator dari berbagai negara menentang keras praktik yang dilakukan Facebook.

Meski ditentang, Facebook bersikeras bahwa apa yang mereka lakukan saat ini memiliki tujuan yang baik. Mereka mengatakan, mengambil data para penggunanya dapat membantu pengguna untuk melindungi mereka dari terorisme dan pelecehan anak.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Facebook uji fitur baru Popular Photos

Facebook Pay resmi rilis di AS

Aplikasi Facebook di iPhone gunakan kamera tanpa izin pengguna


Hal ini diungkapkan oleh perwakilan Facebook setelah Bundeskartellamt, yang merupakan regulator persaingan bisnis federal Jerman, memutuskan bahwa Facebook tidak dapat lagi menggunakan data yang dikumpulkannya di berbagai platform tanpa izin eksplisit dari pengguna.

“Facebook membantu menghubungkan Anda dengan orang-orang dan informasi yang Anda minati. Kami menyesuaikan pengalaman Facebook setiap orang sehingga itu menjadi keunikan bagi Anda, dan kami menggunakan berbagai informasi untuk melakukan ini,” kata perwakilan Facebook, seperti dikutip dari laman Gizmodo (10/2/2019).

“Hal ini termasuk informasi yang Anda sertakan di profil Anda, berita cerita yang Anda sukai atau bagikan, dan layanan lain yang dibagikan dengan kami tentang penggunaan Anda atas situs web dan aplikasi mereka.”

“Menggunakan informasi di seluruh layanan kami juga membantu kami melindungi keselamatan dan keamanan orang, termasuk misalnya, mengidentifikasi perilaku kasar dan menonaktifkan akun yang terkait dengan terorisme, eksploitasi anak, dan campur tangan pemilu di Facebook dan Instagram,” tegas perusahaan yang dipimpin Mark Zuckerberg tersebut.

Sayang, apa yang dilakukan media sosial asal Amerika tersebut saat ini menjadi kontroversi, mengingat kejadian Cambridge Analytica yang terbongkar tahun lalu. Mereka menjual data para pengguna Facebook untuk membantu mengayunkan pemilihan presiden 2016 kepada salah satu calon presiden.

Semenjak itu, Facebook telah menghadapi banyak pertanyaan tentang praktik pengambilan data privasi pengguna dari pemerintah di seluruh dunia. Yang terparah, baru-baru ini, Facebook kedapatan memasang spyware pada ponsel remaja untuk tujuan penelitian.

Pihak Facebook menegaskan, pemasangan spyware ini dilakukan kepada remaja yang ingin mendapatkan penghasilan selama Facebook bisa mengambil data para remaja untuk melakukan penelitian.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: