9 pertanyaan penting soal layanan Stadia milik Google

Tim Tek.id memiliki total sembilan pertanyaan penting mengenai layanan streaming gim Google yang bernama Stadia.

9 pertanyaan penting soal layanan Stadia milik Google Google Stadia (Cnet)

Google baru saja meluncurkan layanan streaming gim milik mereka yang bernama Stadia. Mereka menjanjikan, layanan streaming gim mereka dapat menjalankan gim dalam resolusi 4K 60 fps dengan dukungan HDR dapat digunakan oleh para gamer.

Meski terdengar sangat menjanjikan, namun ada beberapa poin yang menjadi perhatian tim Tek.id dari layanan tersebut. Dan inilah lima pertanyaan besar yang kami miliki terhadap layanan tersebut.


BACA JUGA

Google : Sudah ada 4.000 pengembang tertarik dengan proyek Stadia

Harga gim di Stadia bakal lebih mahal dibandingkan platform lain

Ini dia harga langganan Google Stadia


1. 4K 60fps HDR, butuh kecepatan internet seperti apa?

Dalam acara perkenalan Stadia beberapa waktu lalu, Google menyebutkan bahwa para gamer dapat melakukan streaming gim di resolusi 4K dengan 60fps. Belum lagi, pengguna akan mendapatkan dukungan HDR untuk mendapatkan pengalaman gaming yang baik.

Namun, hal ini menimbulkan pertanyaan. Jaringan internet seperti apa yang harus dimiliki oleh para gamer. Jika berkaca pada saat Google melakukan uji coba layanan Project Stream pada awal 2019 silam, pengguna diharuskan memiliki internet dengan kecepatan internet super cepat.

Kala itu, pengguna harus memiliki internet dengan kecepatan minimal 25 Mbps. Tapi, kala itu para gamer masih belum mendapatkan dukungan gim dalam resolusi 4K dengan 60 fps, serta tanpa ada dukungan HDR.

Dan sekarang, para pengguna diminta memiliki internet dengan kecepatan 15 Mbps dengan ping maksimal 40 persen, dan total data loss di bawah 5 persen untuk menjalankan layanan Stadia. Tapi, Google tidak memberi penjelasan apakah dengan kecepatan ini, kualitas gim seperti apa yang akan didapatkan oleh pengguna.

Pertanyaannya adalah, internet apa yang dibutuhkan untuk menjalankan gim dalam resolusi 4K 60fps dan mode HDR? Sayang, hingga saat ini pihak Google masih belum memberikan penjelasan apapun mengenai hal ini.

2. Seberapa besar penggunaan data per jam?

Selain kecepatan, yang menjadi perhatian adalah seberapa besar bandwidth data yang akan dikeluarkan para gamer saat bermain. Hal ini patut dipertanyakan karena dalam bermain gim, kita tidak bisa berkata satu jam saja cukup.

Sebagai bayangan, dalam beberapa pengujian, pengguna harus menghabiskan belasan Gigabyte data per jam untuk menonton video 4K 60 fps di YouTube. Bahkan, dalam beberapa pengujian diketahui bahwa pengguna akan menghabiskan rata-rata 16GB hingga 17GB data selama satu jam. Jika Google menggunakan algoritma jaringan yang sama, maka inilah besaran data yang dihabiskan gamer untuk melakukan streaming gim.

Meski begitu, ada satu pilihan lain yang bisa dilakukan oleh Google. Hal tersebut adalah dengan melakukan kompresi video untuk mengurangi penggunaan data per jam dan mengurangi kebutuhan kecepatan internet saat melakukan streaming.

3. Bagaimana dengan kualitasnya?

Dalam bermain gim, para gamer biasanya sangat memperhatikan detail grafis gim yang mereka mainkan. Bahkan, beberapa orang rela untuk membuat komputer ratusan juta hanya untuk mendapatkan pengalaman ini.

Lantas, bagaimanakah dengan Stadia? Seperti yang sudah sedikit saya bahas di atas, ada metode kompresi data yang digunakan platform streaming media untuk menghemat penggunaan data dan kecepatan penggunanya.

Sekali lagi, dalam perkenalan platform Stadia, Google sama sekali tidak menyinggung perihal kualitas gambar atau apakah akan ada kompresi grafis saat gamer streaming nanti.

Satu hal yang pasti, mereka sangat percaya diri bahwa gamer dapat memainkan gim di resolusi 4K 60fps HDR, meski tidak diketahui setingan grafis apa yang akan didapatkan gamer.

4. Bisakah jadi alternatif bermain gim dalam perjalanan?

Google menyebutkan bahwa layanan Stadia ini dapat digunakan di perangkat smartphone berbasis Android. Tentu saja, bagi beberapa orang hal ini akan menjadi sebuah kabar yang sangat menggembirakan.

Tapi, dalam acara tersebut, Google tidak menyinggung mengenai bagaimana pengalaman gaming saat menggunakan data mobile. Jadi, apakah Stadia bisa jadi alternatif bermain gim selama seseorang berada dalam perjalanan?

Kembali lagi, kita akan berbicara mengenai kecepatan internet dan besaran data yang digunakan untuk menjalankan Stadia. Apakah jaringan 4G cukup untuk menjalankan Stadia? Atau apakah kita harus menunggu jaringan 5G untuk menjalankan Stadia di perangkat mobile?

6. Adakah dukungan multiplayer?

Saat ini, para gamer tampaknya sedang menggandrungi gim-gim multiplayer saat ingin membeli sebuah gim. Beberapa judul seperti PUBG, Fortnite, Apex Legends menjadi gim yang paling banyak dimainkan pada saat ini.

Nah, pertanyaannya adalah apakah Stadia akan mendukung gim multiplayer? Atau apakah akan tetap menjadi platform untuk menjalankan gim singleplayer?

Tapi, perlu diakui bahwa sebagian besar para gamer saat ini menginginkan gim dengan jalan cerita yang baik, ditambah dengan grafis yang mengagumkan. Tapi, adanya dukungan multiplayer tidak terlalu buruk bukan?

7. Bagaimana dengan gamer konsol atau pengguna iOS?

Selama acara perkenalannya, Google menyebutkan hanya perangkat PC, laptop, dan Android saja yang dapat menjalankan layanan ini. Lantas, bagaimana dengan para gamer konsol? Bagaimana dengan para pengguna smartphone iOS?

Tak dapat dipungkiri, saat ini para gamer konsol di platform PlayStation 4 dan Xbox One cukup besar. Smartphone dengan sistem operasi iOS pun saat ini banyak beredar di pasaran.

Tentu, hal ini akan ditentukan oleh model bisnis yang akan dianut oleh Google. Jadi, kita masih bisa mengharapkan kedepannya, mereka akan memberikan dukungan untuk platform konsol atau iOS.

8. Apakah solutif?

Masalah utama para pengembang gim saat ini adalah banyaknya pembajakan gim. Para pengembang gim pun tidak bisa mendapatkan keuntungan penuh untuk menutupi biaya pengembangan dari sebuah gim.

Yang jadi pertanyaannya adalah bagaimana Google akan mendekati para pengembang gim untuk memberikan gim mereka ke dalam layanan tersebut. Ya, hal ini pun bisa menjadi salah satu faktor berkembang atau tidak layanan tersebut.

9. Berapa harga layanan ini?

Pertanyaan terakhir adalah bagaimana Google akan memberikan paket streaming Stadia kepada para pengguna. Apakah pengguna harus membayar biaya berlangganan? Apakah Stadia bagian dari YouTube atau mungkin YouTube Red?

Apakah mereka menghasilkan uang dari penjualan game setelah seseorang memainkan demo instan? Apakah gratis selama satu jam sehari? Apakah akan menampilkan iklan setiap 15 menit? Akankah penerbit membayar tagihan sebagai bagian dari anggaran pemasaran normal mereka?

Tapi, untuk sementara ini, hal yang paling berhasil bagi Google adalah dengan memasang iklan di layanan mereka. Salah satu contohnya adalah YouTube. Sedangkan layanan berbayar seperti YouTube Red dan YouTube Gaming saat ini kurang dilirik oleh pengguna.

Pertanyaannya, apakah gamer mau melihat iklan saat mereka bermain?

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: