sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id wd
Selasa, 14 Jan 2020 13:37 WIB

6 Fakta Netflix yang harus kamu tahu

Tahukah kamu kalau Netflix sebenarnya berawal dari sebuah rental DVD? Ya, tahun 1997 Reed Hastings memulai bisnis DVD bersama dengan rekannya.

6 Fakta Netflix yang harus kamu tahu
Source: Google

Belakangan ini kabar bahwa Telkom memblokir layanan Netflix kembali ramai. Padahal, sejak tahun 2016 Telkom sudah memutuskan untuk memblokir penyedia layanan streaming digital tersebut. Artinya para pengguna  internet Indihome dan pelanggan Telkomsel tidak akan bisa menikmati layanan streaming ini. Meski begitu, ada beberapa pelanggan yang menyatakan tetap bisa menikmati layanan ini. 

Terlepas dari itu semua, ada baiknya menyimak sedikit fakta-fakta terkait layanan streaming ini, baik secara global maupun di Indonesia. 

 

Berawal dari rental DVD

Tahukah kamu kalau Netflix sebenarnya berawal dari sebuah rental DVD? Ya, tahun 1997 Reed Hastings memulai bisnis DVD bersama dengan rekannya. Awalnya perusahaan ini berbisnis dengan berjualan dan menyewakan kaset DVD melalui post. Pelanggan akan menerima film yang diinginkan yang diantarkan oleh kurir pos. 

Setahun berjalan, Hastings mulai meninggalkan bisnis berjualan kaset tersebut dan fokus pada penyewaan kaset DVD saja. Layanan ini sendiri baru diluncurkan secara resmi pada 1998, dengan menyebut dirinya sebagai penyewaan DVD secara online. 

 

Mampu kirimkan 1 juta DVD setiap hari

Saking besarnya pangsa pasar Netflix, perusahaan ini pernah mencapai masa kejayaan ketika masih menyewakan DVD. Ya, di tahun 2005, Netflix sudah memiliki 35.000 koleksi film. Perusahaan ini juga mampu mengirimkan sebanyak 1 juta kaset DVD setiap harinya. 

 

Memulai bisnis layanan streaming

Migrasi Netflix ke layanan streaming bukan terjadi dalam semalam. Hastings sudah memikirkan kemungkinan ini sejak tahun 2000. Setelah berhasil mengembangkan algoritma video rekomendasi, perusahaan ini mulai bergerak dari bisnis utamanya. Tahun 2007 Netflix mulai menawarkan layanan video on demand secara gratis ke penggunanya. Saat itu, hanya ada 1000 judul film dan serial TV yang ditawarkan. Jumlahnya meningkat menjadi 12.000 pada Juni 2019. 

Salah satu kunci kesuksesan Netflix kala itu adalah adanya rekomendasi video yang dikenal dengan cinematch. Di satu sisi, fitur ini memungkinkan pelanggan tetap menggunakan Netflix, sementara di sisi lain, pelanggan dapat menikmati konten yang sesuai dengan minat mereka. Tidak hanya itu, hal ini juga memberi kesempatan bagi film-film yang diproduksi oleh studio kecil untuk ditonton oleh pelanggan Netflix.

 

Punya konten original

Sekian lama menyajikan film karya sineas lainnya, Netflix akhirnya mendistribusikan konten original buatannya. Itu dimulai pada 2013 dengan film pertama berjudul House of Cards. Kemudian setiap tahun layanan ini meluncurkan konten original. Beberapa di antaranya sempat menjadi perhatian dunia, seperti Stranger Things, Orange is the New Black, Lost in Space, The Umbrella Academy hingga The Witcher. 

 

Masuk ke Indonesia

Seiring berjalannya waktu, Netflix berkembang menjadi layanan streaming film yang sangat besar. Perusahaan ini pun melebarkan sayapnya ke beberapa negara, termasuk di Indonesia. Layanan ini tiba di tanah air tahun 2016. Kehadirannya juga sempat membuat gerah beberapa penyedia layanan serupa, misalnya Telkom.

Sejak saat itu, ekosistem Telkom memblokir Netflix. Namun pengguna provider lain masih bisa menikmati layanan streaming video ini. 

 

Diblokir karena alasan tidak aman

Sejak 2016, Telkomsel tetap belum membuka blokir Netflix. Alasannya, konten Netflix dinilai tidak aman karena banyak memuat konten pornografi. Tidak hanya itu, Netflix juga dituding tidak sesuai dengan regulasi. Menurut Telkomsel, hal ini terjadi lantaran perbedaan regulasi di Indonesia dan Amerika Serikat. Di negeri Paman Sam itu, regulasi terkait konten film dinilai lebih bebas ketimbang di Indonesia. 

 

Terlepas dari 6 fakta diatas, Netflix juga pernah dicolek oleh Kominfo yang dipimpin Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G. Plate. Ia menyebut bahwa Netflix harus lebih banyak menayangkan karya kreativitas anak bangsa ketimbang konten luar negeri. 

Johnny menyebut bahwa yang ia maksud adalah tayangan yang memiliki hak cipta sineas Indonesia. Hal ini berbeda dengan Netflix Original, yang meskipun merupakan film Indonesia, namun hak ciptanya menjadi milik Netflix.

Sementara mantan pemimpin Gojek, Nadiem Makarim, yang sekarang menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia justru ingin menggandeng Netfix karena melihat peluangnya untuk meningkatkan dunia perfilman Indonesia. Atas langkah tersebut, ia dikritik oleh beberapa pihak. 

“Ini adalah inisiatif pertama, kami senang sekali mengumumkan bahwa Netflix akan mengadakan pelatihan kepada 10 script writer Indonesia yang akan dikirim ke Hollywood,” ungkap Nadiem di kantor Kemendikbud, seperti dilansir dari Kompas.com (14/1).  Dalam kerjasama ini, Netflix kabarnya menggelontorkan dana sebesar Rp14 miliar. 

Meski sudah dirangkul Kemendikbud, tidak serta merta membuat Netflix bisa mengusap dada. Pasalnya, Menteri Keuangan, Sri Mulyani masih mencoba mencari formula yang tepat untuk memaksa layanan ini membayar pajak di Indonesia yang sesuai denga regulasi. Sri Mulyani bahkan mengambil contoh di Australia dan Singapura yang sudah menetapkan pajak untuk layanan streaming ini dengan skema Netflix Tax. 

“Tapi kami akan cari cara untuk tetap mendapatkan hak perpajakan kita.” ujar Sri Mulyani, seperti dikutip dari Kompas.com.

Perdebatan di lini masa

Belakang muncul tagar #netflixtidakaman di Twitter. Tagar ini pun akhirnya memicu reaksi dari warganet. Mulai dari nyeleneh sampai serius menanggapi tagar tersebut. Kebanyakan warganet menyoroti adanya fitur parental control untuk membatasi akses ke konten-konten dewasa. Sebagian lain menyoroti sulitnya berlangganan Netflix karena harus menggunakan kartu kredit, yang mana belum dapat dilakukan oleh banyak orang Indonesia, apalagi mereka yang di bawah  umur. 

Isu bahwa blokir Netflix sudah dibuka Telkomsel pun muncul. Beberapa pelanggan Indihome mengklaim sudah dapat mengakses konten di layanan tersebut. Namun kabar itu ditepis dengan cepat oleh Arif Prabowo, Vice President Corporate Communication Telkom Indonesia. 

“Info tersebut tidak benar. Saat ini Netflix tidak bisa diakses melalui Indihome maupun Telkomsel.” ungkap Arif, sebagaimana dilansir dari Kompas.com 

Nah, bagaimana dengan Sahabat Tek? Apa reaksi kalian dengan isu yang tengah menerpa Netflix ini?

Share
back to top