Review Acer Predator G1

Tetap kencang meski ketinggalan zaman

Review Acer Predator G1 memang PC jadul, tapi jangan remehkan performa gaming yang dimiliki oleh PC gaming yang satu ini

Tetap kencang meski ketinggalan zaman

Merakit PC untuk bermain gim saat ini memang kurang tepat. Pasalnya, harga beberapa komponen PC sedang meroket seperti RAM dan kartu grafis. Hal tersebut membuat biaya untuk merakit PC dengan spesifikasi terkini menjadi sangat mahal. Lalu apa solusinya? Mungkin ini adalah saatnya Anda melirik PC OEM seperti Acer Predator G1.

Acer Predator G1 memang bukan PC baru. Ia masih ditenagai oleh prosesor Intel Core i7-6700 "Skylake" yang merupakan prosesor Intel Core generasi ke-6, serta kartu grafis Nvidia GeForce GTX 980 Ti. Pada zamannya, PC ini memang yang paling canggih. Namun saat ini PC tersebut sudah bisa dikatakan "ketinggalan" karena ada komponen baru yang lebih canggih dan sudah bisa didapatkan di Indonesia.


BACA JUGA

Review Acer Aspire U27 All In One, ringkas dan lumayan cepat

Acer Asia Pacific Predator League 2019, turnamen game kelas dunia resmi digelar

Acer Predator Helios 500, laptop gaming dengan prosesor desktop


Tapi apa performa gaming-nya bisa diandalkan?

Ramping dengan desain khas gaming

Sesuai dengan namanya, Acer Predator G1 merupakan PC yang khusus ditujukan untuk penggunaan bermain gim. Hal tersebut dapat dilihat langsung dari bentuk bodinya yang sangar dan dihiasi oleh berbagai ornamen gaming, termasuk lampu LED berwarna merah. Sayangnya, lampu tersebut tidak bisa dikustomisasi.

Bodi Predator G1 memang sangat unik. Ia punya beragam "fasilitas" khusus yang bisa memnajakan para gamer. Salah satu fasilitas yang saya suka adalah adanya tempat khusus untuk menyimpan headset. Ya, Anda bisa menggantungkan headset di tempat yang sudah disediakan. Cukup tarik penggantung yang ada di sisi bodi PC ini dan headset bisa disimpan dengan rapi.

Selain itu, Predator G1 juga hadir dengan berbagai port di bagian depan bodinya sehingga memudahkan Anda untuk mengubungkan berbagai perangkat, mulai dari USB flash drive hingga joystick. Slot SD Card juga disediakan, sehingga mempermudah transfer data dari perangkat eksternal seperti kamera.

Yang paling menarik dari PC ini adalah bentuknya yang tergolong ringkas. Berbeda dengan PC gaming pada umumnya yang berukuran besar, Acer Predator G1 punya bodi yang jauh lebih mungil. Ini membuatnya sangat cocok ditempatkan di atas meja. Sayangnya, PC ini ditenagai oleh dua buah adapter khusus yang berukuran besar, sehingga Anda harus sedikit memutar otak agar adapter-nya bisa disimpan tanpa terlihat berantakan.

Upgradable, tapi...

Acer Predator G1 juga masih memiliki potensi untuk di-upgrade. Anda masih diizinkan untuk mengakses komponen yang digunakan di PC ini dengan mudah dan menggantinya. Komponen yang bisa diganti bahkan meliputi RAM, hard disk dan SSD, hingga prosesor. Namun khusus untuk prosesor, Anda hanya bisa melakukan upgrade ke prosesor Intel Core generasi ke-7 alias Kaby Lake karena chipset motherboard di PC ini tidak akan kompatibel dengan prosesor Intel Core generasi ke-8 atau Coffee Lake.

Bagaimana dengan kartu grafis? Acer juga masih mengizinkan Anda untuk emngganti kartu grafis di PC ini. Sayangnya, tidak semua kartu grafis di pasar bisa dipasang di PC ini. Selain ruang yang tersedia sangat terbatas, jenis sistem pendingin di kartu grafis juga perlu dipertimbangkan.

Acer menggunakan kartu grafis Nvidia GeForce GTX 980 Ti versi reference yang mebuang udara panas ke bagian belakang PC. Ini memang sengaja dilakukan mengingat ruang casing yang sangat terbatas sehingga sebisa mungkin tidak ada udara panas berada di dalam casing.

Karena konfigurasi tersebut, Anda tidak bisa menggunakan sebagian besar kartu grafis yang menggunakan sistem pendingin non-reference yang banyak beredar di pasar. Meski sistem pendinginnya lebih baik, namun struktur casing di PC ini tidak bisa mendukung kartu grafis yang membuang udara panasnya ke bagian atas kartu grafis mengarah ke dalam casing, bukan ke belakang dan mengarah ke luar casing.

Performa masih kencang

Masuk ke bagian yang paling menarik yaitu performa, Predator G1 ternyata masih memiliki performa gaming yang masih sangat baik meski hardware-nya tertinggal satu hingga dua generasi. Hal tersebut bisa dilihat dari hasil pengujian berikut ini.

Jika dibandingkan dengan komponen saat ini, kemampuan Predator G1 kurang lebih setara dengan PC kelas atas yang menggunakan kartu grafis Nvidia GeForce GTX 1070. Kelemahan dari Predator G1 yang saya uji kali ini ada di sisi prosesor.

Prosesor yang digunakan adalah Intel Core i7-6700 "Skylake" yang merupakan prosesor Intel Core generasi ke-6. Berbeda dengan prosesor Intel Core generasi ke-8 atau "Coffee Lake" yang sudah mulai tampil dengan konfigurasi 6 core 12 thread, Core i7-6700 masih menggunakan konfigurasi 4 core 8 thread. Hal tersebut sangat berpengaruh pada performa multithread yang rata-rata berhubungan dengan kebutuhan multitasking dan kegiatan profesional seperti video editing.

Meski demikian, Predator G1 masih sangat menggiurkan jika Anda hanya ingin bermain gim saja, dengan lancar jaya, tanpa masalah, dan menggunakan pengaturan grafis maksimal tentunya. PC gaming ini ternyata masih bisa mempertahankan rata-rata framerate di kisaran 60fps ketika digunakan untuk bermain gim AAA terbaru seperti Far Cry 5 di pengaturan grafis maksimal dan resolusi 1080p.

Menggiurkan

Dengan performa yang bisa dikatakan nyaman untuk bermain gim AAA terkini di resolusi 1080p, Acer Predator G1 bisa saya katakan cukup menggiurkan meski sudah berumur. Alasannya adalah harganya yang sudah turun dari saat diluncurkan pertama kali tahun 2016 silam, yaitu saat ini harganya adalah Rp26.499.000.

Berdasarkan harga komponen PC saat ini, akan cukup sulit bagi Anda untuk menghadirkan performa gaming seperti Predator G1 dengan harga yang sama dengannya. Apalagi Predator G1 punya casing yang ramping dan bentuk bodi yang menarik.

 
Acer Predator G1
Bagus ...
  • Sangat oke untuk bermain gim
  • Ringkas dan menarik
  • Harga oke
Kurang ...
  • Agak sulit untuk upgrade
  • Teknologi komponen agak tertinggal
Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini:
Tags :
Acer PC