Samsung Galaxy A30 dan Samsung Galaxy A50, Serupa tapi tak sama

Galaxy A30 rasanya cukup pantas menjadi daily driver harian, sementara jika ingin mendapatkan kinerja yang sedikit lebih solid dengan kemampuan kamera lebih baik, rasanya menebus 600 ribu lebih tingi cukup wajar.

Beda konfigurasi kamera

Selain mengedepankan desain dan performa, Samsung Galaxy A juga menawarkan fitur fotografi yang cukup baik. Samsung Galaxy A30 berbekal kamera depan beresolusi 16 MP, sedangkan Galaxy A50 kamera selfienya beresolusi 25 MP. Namun, hasil foto dari kamera depan Galaxy A30 dan A50 memiliki karakter yang sama baiknya. keduanya menunjukan reproduksi warna yang baik, hanya saja A50 terlihat lebih sedikit menguning meski lebih detil.

Sementara, pada Galaxy A30 hasil fotonya cenderung terlihat sedikit over exposure di beberapa bagian. Hal ini terlihat dari warna langit-langit serta ornamen dan hiasan dinding yang tampak lebih terang. Namun menariknya, warna peach pada hijab tampak sedikit lebih pekat dibanding hasil foto pada Galaxy A50.

Fitur Beauty juga tidak absen, namun fitur beauty pada seri A baru ini lebih sederhana. Sudah tidak ada lagi pilihan seperti pengaturan kecerahan warna kulit, meniruskan pipi, juga membesarkan mata.

Selain fitur Beauty, Samsung juga menawarkan fitur AR Emoji. Dengan fitur ini, pengguna bisa seru-seruan menggunakan beberapa pilihan karakter kartun. Saya bahkan bisa membuat emoji saya sendiri, lengkap dengan outfit yang saya suka. Sayangnya, fitur ini tidak tersedia pada Galaxy A30.

Berpindah ke kamera utama, Samsung Galaxy A3 membawa modul 16 MP dan 5 MP (ultrawide). Sementara Galaxy A50 dibekali dengan 3 kamera dengan kombinasi modul 25 MP, 8 MP (ultrawide) dan 5 MP.

Didukung oleh lensa ultrawide, kedua Samsung seri A baru ini menawarkan hasil foto dengan cakupan yang lebih lebar. Hasil fotonya mampu menampilkan warna yang cerah, serta detil yang cukup baik. Hanya saja, lensa wide pada kedua smartphone ini tidak didukung oleh fitur autofocus. Selain itu ketika mode wide saya aktifkan, akan terlihat distorsi pada sudut dan pinggiran layar.

Untuk hasil foto di malam hari, kedua smartphone ini menunjukan reproduksi warna yang baik. Namun, jika diperhatikan banyak detil yang hilang pada Galaxy A30. Hasil foto pada Galaxy A50 menampilkan tekstur yang lebih baik, hal ini terlihat pada tekstur dedaunan serta awan yang samar-samar terlihat.

Tidak hanya untuk foto, lensa wide yang tersemat pada seri A baru ini juga bisa digunakan pada mode video. Hasil perekamannya memiliki resolusi 2336 x 1080 piksel di 30 fps.

Menariknya, saat kedua smartphone dipakai untuk merekam sembari berjalan, Samsung Galaxy A50 terlihat lebih halus dalam meredam getaran dibanding A30. Meskipun kedua smartphone ini belum didukung oleh fitur EIS ataupun OIS.

Selain itu, reproduksi warna pada A50 tampak lebih unggul dari kemampuan auto exposure-nya. Hal ini dapat dilihat dari gesitnya kecepatan kamera menyesuaikan kondisi ketika terjadi perubahan cahaya dan warna.

Berbeda harga, Samsung menambahkan dua fitur perekaman Slow Motion dan hyper-lapse pada Galaxy A50. Dengan fitur ini saya bisa membuat video rekaman gerak lambat dan video time lapse.

Kesimpulan

Membawa desain yang sama, namun berbeda konfigurasi di beberapa sektor, pantas jika kedua smartphone membukukan hasil yang berbeda. Namun, apakah keunggulan A50 yang lebih mahal 600 ribu sudah cukup pantas?

Dari pengujian kinerja, Galaxy A50 memang mengungguli Galaxy A30 di banyak hal. Baik dari kestabilan kinerja prosesor, kemudahan penggunaan harian, juga olah grafis.

Sementara dari hasil foto, kami menemui keunikan dari masing-masing perangkat. Dimana karakter warna pada Samsung A30 terlihat lebih natural namun kalah pada detil, sementara Samsung Galaxy A50 cenderung kekuningan namun dapat menghasilkan detil yang lebih baik.

Namun terlepas dari beberapa keunggulan Galaxy A50, ada poin yang patut dipertimbangkan dari Galaxy A30. Smartphone ini menawarkan pengalaman bermain gim PUBG yang sama baiknya dengan Galaxy A50.

Jadi ketika harus memilih, Galaxy A30 rasanya cukup pantas menjadi daily driver harian, sementara jika ingin mendapatkan kinerja yang sedikit lebih solid dan kemampuan kamera lebih baik, rasanya menebus 600 ribu kami rasa cukup wajar.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: