Review Ryzen G 3000

Ryzen 2200G vs Ryzen 3200G, layak untuk upgrade?

Terpaut antara Rp150 hingga Rp350 ribu, apakah layak untuk mengganti Ryzen G seri 2000 dengan Ryzen G seri 3000?

Ryzen 2200G vs Ryzen 3200G, layak untuk upgrade? AMD Ryzen 3 3200G dan Ryzen 5 3400G

Hype Ryzen seri 3000 hingga saat ini masih terasa. Para penggemar teknologi masih memburu prosesor Ryzen generasi ketiga tersebut dikarenakan ingin merasakan bagaimana arsitektur Zen 2 yang menggunakan teknologi fabrikasi 7nm.

Tapi, selain mereka meluncurkan prosesor Ryzen generasi ketiga, mereka juga meluncurkan prosesor Ryzen G seri 3000. Ada perbedaan diantara kedua prosesor ini. Hal ini dikarenakan seri Ryzen G 3000, seperti Ryzen 3 3200G dan Ryzen 5 3400G tidak menggunakan Zen 2.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

QNAP QSW-308-1C, switch murah untuk rumah dan bisnis kecil

ThinkBook 13S, si mungil dengan kemampuan ThinkPad

VPro VH530, headset gaming Rp400 ribuan yang cukup baik


AMD masih menggunakan teknologi fabrikasi bernama FinFET. Jika Anda ingat, teknologi fabrikasi ini sama dengan keluarga Ryzen G seri 2000, yang salah satunya adalah Ryzen 3 G2200G.

Lantas, apa perbedaannya? Perbedaannya adalah Ryzen G seri 2000 masih menggunakan teknologi fabrikasi FinFET 14nm, sedangkan Ryzen G seri 3000 sudah menggunakan FinFET 12nm. Tapi, keduanya masih sama-sama menggunakan soket AM4.

AMD Ryzen 3 3200G dan Ryzen 5 3400G memiliki layout PIN yang sama dengan seri sebelumnya, karena masih menggunakan soket AM4

Secara spesifikasi, ada beberapa perbedaan antara kedua generasi tersebut. Ryzen 3 2200G memiliki 4 core dan 4 threads dengan base clock 3.5GHz dan boost clock hingga 3.7GHz. Sedangkan Ryzen 3 3200G juga memiliki memiliki 4 core dan 4 threads dengan base clock 3.6GHz dan boost clock hingga 4GHz.

AMD Ryzen 3 3200G

Ternyata, keunggulan teknologi fabrikasi 12nm dapat membuat AMD meningkatkan kecepatan base dan boost clock dari Ryzen 3200G. Perlu diingat, kedua prosesor ini masih memiliki TDP 65 Watt.

Sebagai prosesor APU, keduanya juga memiliki grafis terintegrasi. Keduanya menggunakan GPU Radeon Vega 8 dengan 8 inti. GPU ini memiliki base clock sebesar 300 MHz dengan boost clock hingga 1100MHz.

Di sisi lain, Ryzen 5 2400G memiliki 4 core dan 8 threads dengan base clock 3.6GHz dan boost clock hingga 3.9GHz. Sedangkan Ryzen 3 3200G juga memiliki memiliki 4 core dan 4 threads dengan base clock 3.7GHz dan boost clock hingga 4.2GHz. Keduanya memiliki TDP 65 Watt.

AMD Ryzen 5 3400G

Sedangkan untuk GPU, keduanya menggunakan GPU Radeon Vega 11 dengan 11 inti. GPU ini memiliki base clock sebesar 300 MHz dengan boost clock hingga 1240MHz.

Saya pun merasa penasaran bagaimana kedua generasi tersebut jika diadu satu sama lain. Saat ini redaksi Tek.id hanya memiliki Ryzen 3 2200G, Ryzen 3 3200G, dan Ryzen 5 2400G. Jadi, saya hanya akan melakukan pengetesan di ketiga prosesor tersebut.

Untuk melakukan pengetesan, kami menggunakan Asus ROG Crosshair VIII Hero WiFi untuk motherboard pengujian, SSD WD Blue 256GB untuk storage, Corsair LPX 3000MHz DDR4 16GB untuk memory, dan PSU Seasonic Focus Plus Gold FX-650. Untuk layar saya menggunakan Asus Designo M27A.

Sedangkan untuk pendingin, agar berimbang, saya menggunakan HSF bawaan AMD, yakni wraith stealth. Sedangkan untuk thermal paste, saya menggunakan Noctua NT-H1.

Saya tidak melakukan overclock manual untuk melakukan benchmark kali ini. Sebaliknya, saya menggunakan XMP Profile yang terbenam di motherboard ROG Crosshair.

Karena kemungkinan besar orang yang membeli prosesor ini untuk bermain gim tanpa GPU external, kami mencoba beberapa gim populer dan gim yang cukup berat untuk dijalankan saat melakukan pengetesan.

Kami mulai dari membahas gim FPS populer saat ini, yakni PUBG. Dikarenakan Ryzen seri G ini adalah seri APU, saya pun melakukan pengaturan grafis di low, dan bermain di resolusi Full HD 1080p.

Seperti yang sudah saya duga, dari ketiga APU ini tidak ada yang dapat menjalankan gim ini di angka 60 fps. Baik 2200G maupun 3200G rata-ratanya hanya sedikit di atas 30 fps, sedangkan 3400G hampir menyentuh 50 fps.

Jujur, pengalaman gaming menggunakan Vega 8 dalam menjalankan gim PUBG cukup baik. Saya pertama kali berpikir akan menemui banyak stuttering atau fps dipping. Tapi ternyata selama bermain cukup stabil.

AMD Ryzen 5 3400G

Beralih menggunakan Vega 11, saya bisa bermain dengan nyaman hampir tak ada stuttering yang berarti. Tidak ada fps dipping, yang membuat pengalaman bermain gim jadi menyenangkan.

Saya tahu bahwa gim GTA V merupakan gim yang sudah cukup berumur, hampir sembilan tahun. Tapi, gim ini masih menuntut banyak kemampuan baik CPU dan GPU. Selama saya melakukan pengujian, terdapat banyak stuttering, namun tidak terlalu mengganggu gameplay saat bermain di pengaturan grafis Low di resolusi 1080p.

Berlanjut ke gim berikutnya, saya penasaran untuk mencoba memainkan gim titel AMD, yakni The Division 2. Sebenarnya saya agak kurang yakin untuk memainkan gim tersebut menggunakan APU. Tapi, saya bisa memainkannya di resolusi 1080p low di 30 fps.

Saya juga menemukan tren yang sama di gim Far Cry New Dawn. Sayangnya, untuk gim ini saya bilang tidak dapat dimainkan dengan nyaman karena tidak dapat menyentuh 30 fps meski sudah berada di pengaturan low 1080p.

 

Beralih ke gim yang sudah sedikit lawas, yakni Ghost Recon Wildlands, lagi-lagi saya menemukan tren yang sama. Saya tidak bisa menjalankan gim ini di resolusi 1080p low di atas 30 fps.

Beralih ke benchmark sintetis, saya melihat tren adanya peningkatan performa dari Ryzen G seri 2000 ke Ryzen G seri 3000 di aplikasi benchmark 3DMark. Meski demikian, peningkatan yang dihasilkan cukup kecil.

Begitu juga dengan pada saat saya melakukan pengetesan menggunakan aplikasi Cinebench. Baik Cinebench R15 maupun R20, meskipun memiliki peningkatan performa, tetap saja peningkatannya cukup kecil.

Bagaimana dengan produktivitas? Kami juga menguji bagaimana prosesor ini menghadapi pekerjaan harian seperti melakukan rendering. Dalam pengetesan Blender, kami melihat peningkatan performa yang cukup baik.

Sedangkan saat berbicara suhu, ketiga prosesor ini tidak memiliki perbedaan yang cukup berarti. Saat idle, ketiganya memiliki suhu rata-rata 33 derajat celcius. Sedangkan suhu terpanas kami dapatkan saat melakukan benchmark di mana suhunya ada di angka 78 derajat celcius.

So, apakah Ryzen G seri 3000 layak untuk dibeli? Jawabannya adalah tergantung keadaan Anda. Jika Anda ingin merakit sebuah komputer gaming namun memiliki budget terbatas, maka Anda bisa membeli APU generasi terbaru AMD tersebut.

AMD Ryzen 5 3400G

Jika Anda sebelumnya sudah memiliki Ryzen generasi kedua dan ingin melakukan update, lebih baik Anda membeli prosesor Ryzen 3000, misalnya Ryzen 5 3600 atau Ryzen 7 3700X sekaligus.

Hal ini dikarenakan harga dari Ryzen 3 2200G dan Ryzen 3 3200G hanya terpaut Rp150 hingga Rp250 ribu saja. Sedangkan untuk Ryzen 5 2400G dan Ryzen 5 3400G hanya terpaut Rp300 hingga Rp350 ribu saja.

Tapi, jika APU andalan mereka ini akan menggunakan arsitektur Zen 2, yang menggunakan teknologi fabrikasi 7nm tahun depan, bisa jadi CPU ini layak untuk ditunggu.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: