sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id advo
Kamis, 06 Mei 2021 16:30 WIB

Review Resident Evil Village, penantian yang terbalaskan

Memiliki tema gotik, Resident Evil Village memberikan aura baru untuk waralaba tersebut, yang menghadirkan jalan cerita yang apik serta gameplay yang menarik untuk para gamer.

Review Resident Evil Village, penantian yang terbalaskan
Capcom

Jika kalian pencinta gim horor, pasti tak asing dengan gim Resident Evil. Ya, gim ini merupakan salah satu gim horor terbaik yang pernah saya mainkan dari kecil hingga saat ini. Hampir semua judul dari waralaba ini sudah saya cicipi.

Seperti diketahui, Capcom baru saja meluncurkan gim terbarunya, yakni Resident Evil VIII alias Resident Evil Village. Saya pun berkesempatan untuk mencicipi gim ini dan akan membagikan  pengalaman bermain saya kepada kalian.

Pada kesempatan kali ini, kalian akan memainkan karakter Ethan Winters. Dia adalah mantan militer yang tampaknya diburu oleh salah satu rekan kerjanya karena alasan tertentu di masa lalu.

Ethan dan istrinya, Mia Winters pun terpaksa untuk pindah ke negara lain di Eropa untuk menghindari konflik. Mereka pun mulai menjalani kehidupan berumah tangga yang tenang, dan dikaruniai seorang bayi perempuan bernama Rose.

Namun, ketenangan mereka pecah saat Chris Redfield yang merupakan rekan kerja dari Ethan muncul. Dia pun membunuh Mia dan menculik Ethan dan Rose. Tapi, rombongan yang menculik keduanya pun diserang di tengah jalan.

Ethan pun terdampar di sebuah desa yang sudah dikuasai oleh makhluk legenda. Disinilah perjalanan Ethan untuk mencari Rose dan mencari jalan keluar dari desa tersebut untuk bertahan hidup dimulai.

Saya tidak akan menceritakan lebih lanjut lagi mengenai jalan cerita dari gim ini untuk menghindari spoiler. Setelah ini, saya akan menceritakan bagaimana pengalaman saya dalam bermain Resident Evil Village ini.

Untuk ulasan kali ini, saya memainkan gim tersebut dalam versi PC. Pihak AMD mengirimkan saya GPU Radeon RX 6700 XT untuk mencoba menamatkan gim ini tanpa harus memikirkan fps dan lainnya.

Dikarenakan saya sudah memainkan hampir semua gim Resident Evil, saya pun agak 'sotoy' memainkan gim ini di kesulitan tertinggi. Seperti biasa, Capcom memberikan tiga tingkatan kesulitan untuk para gamer setianya.

Saat pertama kali masuk ke dalam gim ini, kita akan disuguhkan sebuah cerita mengenai salah satu urban legend di wilayah Ethan tinggal. Tampilan visual dari kisah tersebut terlihat sangat menarik, yang membuat saya tidak tega untuk men-skip untuk langsung masuk ke dalam gim.

Perbedaan terbesar dari RE Village dan judul RE lainnya ada di visualnya. Bukan kualitas grafis yang lebih baik saja, namun tema dari gim ini yang sangat terlihat gotik. Menurut saya, ini merupakan sentuhan modern yang membuat gim ini terasa segar.

Capcom pun berhasil membuat visual yang sangat menarik di dalam gim ini. Nuansa gotik terasa mulai dari awal gim, hingga berbagai detail kecil yang akan hadir di dalam gim tersebut, membuat pengalaman bermain gim jadi lebih imersif.

Saya pun mencoba memaksimalkan semua pilihan grafis yang ada di gim ini, termasuk Ray Tracing. Dan benar saja, dengan memaksimalkan pengaturan grafis ini, saya benar-benar merasa hanyut dalam gim tersebut.

Fitur HDR pun terasa sangat kental selama saya memainkan gim ini, memberikan separasi antara bagian gelap dan terang, dan membuatnya seperti menonton film, bukan memainkan gim.

Sayangnya, saya merasakan fitur ray tracing di dalam gim ini masih kurang dioptimalkan. Mungkin, ini dikarenakan gim yang saya mainkan merupakan versi sebelum peluncuran resmi. Semoga saja ada peningkatan dari sisi ray tracing di pembaruan secepatnya.

    Share
    ×
    tekid
    back to top