sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id benq
Senin, 16 Nov 2020 17:05 WIB

Review Mi True Wireless 2S, perlu posisi tepat biar enak

Mi True Wireless 2S merupakan earphone yang dilengkapi konektivitas Bluetooth dengan codec LHDC dan AAC.

Review Mi True Wireless 2S, perlu posisi tepat biar enak

Xiaomi sudah meluncurkan beberapa earphone true wireless strereo (TWS) selama beberapa waktu lalu. TWS terbaru yang mereka luncurkan ke pasar Indonesia salah satunya adalah Mi True Wireless Earphone 2S. Sebagai perangkat TWS, maka tentu saja earphone nirkabel tersebut memiliki kotak yang selain untuk tempat saat dibawa bepergian, berguna juga untuk mengisi baterainya.

Berbicara soal baterai, Xiaomi mengklaim bahwa earphone tersebut dapat dipakai hingga 5 jam, dan tambahan daya hingga 24 jam jika dikombinasikan dengan kotak penyimpanannya. Konektivitas nirkabel yang diusungnya adalah Bluetooth 5.0, tidak ketinggalan pula ukuran diameter driver speaker 14 mm. Kebetulan saya sudah mencobanya selama beberapa hari. Berikut hasil ulasan saya.

Desain

Mungkin tidak ada salahnya jika saya mengucapkan desain Mi True Wireless 2S mirip dengan TWS AirPods. Namun, tidak keseluruhan desain Mi True Wireless 2S mirip dengan earphone nirkabel buatan Apple. Ini dikarenakan Xiaomi mendesain TWS terbarunya dengan batang dengan permukaan elips, tidak berbentuk bundar.

Gagang tersebut juga tidak didesain membelok ke arah unit driver seperti AirPods. Gagang pada Mi True Wireless 2S dirancang lebih tegas sehingga permukaannya yang elips terlihat pula dari atas. Tetapi unit driver-nya cukup mirip dengan AirPods.

Pada sisi bawah batang, terdapat dua terminal kuning yang berguna untuk mengisi ulang baterainya ketika dimasukkan ke dalam kotak. Di antara dua terminal kuning tersebut terdapat mikrofon. Selain itu, ada pula mikrofon di bagian atas batang, Dengan demikian jumlah total mikrofon pada earphone ini ada 4 buah.

Sekumpulan mikrofon tersebut berguna untuk mendeteksi suara bising sekitar dan melakukan pemblokiran. Tetapi sayangnya pemblokiran tersebut hanya untuk ketika melakukan telepon, bukan ketika saya mendengarkan musik.

Beralih ke kotak pengisian daya, Xiaomi merancangnya dengan permukaan perbentuk elips. Hal yang saya sukai dari kotak Mi True Wireless 2S adalah bahannya yang terasa seperti bahan logam. Padahal Xiaomi merancangnya dari material plastik. Ini berarti material plastik yang digunakannya memiliki kualitas tinggi.

Jika daya baterai yang ada di kotak Mi True Wireless 2S habis, maka kamu dapat mengisinya dengan dua cara. Pertama dengan cara menghubungkan kabel USB-C ke port yang ada di sisi bawah, dan cara kedua dengan mengisinya dengan nirkabel dengan menempelkan sisi yang bertanda khusus di kotak ke perangkat pengisian nirkabel.

Fitur yang cukup informatif adalah terdapat tombol di sebelah kanan kotak Mi True Wireless 2S yang berguna untuk mengetahui sisa daya baterainya. Informasi daya baterai dapat dideskripsikan oleh lampu LED kecil yang berada di sisi belakang.

Tutup kotak earphone ini menggunakan mekanisme magnet dengan kombinasi pegas di bagian engselnya. Untuk masuk ke mode pairing, cukup buka penutup ini dan cari tulisan ‘Mi TW Earphone 2S’ di layar pengaturan konektivitas Bluetooth perangkat pintar (contoh: ponsel).

Pengoperasian

Tidak ada aplikasi khusus untuk mengontrol earphone yang berbobot 4,5 gram ini. Artinya, jika kamu ingin mengatur equalizer, cukup mengandalkan equalizer bawaan ponsel atau mengunduhnya di toko aplikasi. Dan jika kamu ingin melihat sisa daya baterai, dapat dilihat di menu konektivitas Bluetooth ponsel terhubung.

Pada bagian belakang masing-masing batang earphone, terdapat area tempat sensor kapasitif untuk mengakses beberapa fungsi dan playback musik. Ketika ada panggilan telepon masuk, kamu dapat menyentuh area sensor kiri atau kanan sebanyak 2 kali untuk menerima panggilan. Setelah melakukan panggilan, kamu dapat mengakhiri telepon.

Xiaomi juga merancang Mi True Wireless 2S agar dapat mendukung asisten digital seperti Google Assistant. Untuk mengakses fitur tersebut, cukup tekan area sensor sebanyak 2 kali. Mikrofon yang ada di TWS ini cukup akurat dengan perintah suara yang saya ucapkan.

Ketika kamu ingin menjeda (pause) lagu, tekan area sensor pada earphone kanan 2 kali. Untuk melanjutkan lagu, tekan area sensor tersebut lagi sebanyak 2 kali. Cara lain untuk melakukan pause adalah dengan melepaskan earphone dari telinga. Dan sudah dapat ditebak lagu akan kembali berjalan jika kamu mengenakannya lagi di telinga.

Mi True Wireless 2S dapat melakukan pause musik ketika dilepas dari telinga lantaran pada bagian dalam unit driver dilengkapi dengan sensor inframerah. Kinerja sensor ini cukup responsif karena ketika saya mengenakan kembali di telinga ketika, lagu yang tadinya dijeda langsung dilanjutkan tanpa jeda yang lama. Jika kamu ingin melanjutkan musik tanpa mengenakan salah satu earphone, maka harus menyentuh area sensor pada salah satu earphone yang terpasang di telinga sebanyak 2 kali.

Pengoperasian tersebut hampir praktis. Kenapa demikian? Ini dikarenakan saya tidak dapat mengganti musik yang saya dengarkan ke lagu selanjutnya maupun sebelumnya. Supaya dapat melakukan hal tersebut, saya harus mengaksesnya lewat ponsel yang terhubung atau menggunakan perintah suara. Kamu juga tidak dapat mengatur tingkat volume langsung lewat area sensor Mi True Wireless 2S.

Rancang bangun earphone nirkabel dengan impedansi 32 ohm tersebut mengusung desain half in-ear. Artinya tidak ada karet silikon di ujungnya. Desain seperti ini tidak tertutup sepenuhnya sehingga terkadang gelombang suara dari driver speaker-nya tidak terlalu berfokus ke lubang telinga yang mengakibatkan suara terdengar kurang optimal.

Sayangnya Mi True Wireless 2S bukanlah earphone yang terlalu pas di telinga sehingga saya membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk mencari-cari posisi terbaik. Sesuatu yang kurang praktis adalah earphone ini mudah bergeser ketika saya berjalan, apalagi berlari.

Pergeseran earphone menyebabkan unit driver-nya tidak pas lagi di telinga dan saya harus membetulkannya kembali agar benar-benar pas. Tidak jarang pula ketika saya sedang membetulkan posisi earphone, secara tidak sengaja jari saya menyentuh area sensor kapasitif yang mengakibatkan terganggunya playback musik.

Kualitas suara

Membicarakan performa suarannya, saya memutar beberapa lagu dari aplikasi Spotify dengan kualitas tertinggi. Pertama-tama saya memutar lagu berjudul ‘22’ dari Taylor Swift. Pukulan bass pada awal-awal musik dimulai tidak menutupi suara nada berfrekuensi menengah pada efek stereo di channel kiri maupun kanan. Padahal, kualitas suara bass pada earphone TWS ini cukup dapat diandalkan. Ini berarti driver speaker yang digunakannya tidak saling mendominasi antara frekuensi rendah dan tinggi.

Tetapi ketika volume dinaikkan ke tingkat yang cukup tinggi, suara vokal terdengar agak terdistorsi karena efek dari hentakan bass. Uniknya, saya mendengar kualitas bass tersebut tidak terjadi gangguan distorsi. Kejadian ini dapat saya rasakan ketika volume dinaikan hingga di atas sekitar 90% dan hanya terjadi pada bagian reff musik.

Kabar baiknya adalah suara vokal Taylor Swift masih terdengar alami ketika volume berada di tingkat yang wajar. Menilik kualitas stereo yang dihadirkan, Mi True Wireless Earphone 2S cukup memberikan kualitas separasi yang jelas karena backing vokal yang ada di lagu tersebut terdengar baik di kedua channel. Hal yang menjadi perhatian adalah terkadang saya mendengar kualitas treble yang tidak terlalu stabil. Ini dikarenakan frekuensi tinggi pada instrumen musik terkadang tidak terdengar dengan jelas.

Beralih ke lagu kedua yang berjudul ‘The Animal Song’ yang dinyanyikan oleh band Savage Garden. Dapat saya katakan kualitas bass yang dihasilkan oleh TWS terbaru dari Xiaomi ini berkualitas bagus di kelasnya. Efek frekuensi rendah yang berpindah-pindah antar channel mampu direproduksi dengan baik tanpa tumpang tindih dengan frekuensi tengah.

Namun ada beberapa kesempatan yang seharusnya nada rendah beriringan dengan nada berfrekuensi tinggi kurang dapat terdengar dengan baik. Ini lantaran suara treble tertutup oleh nada berfrekuensi menengah dalam beberapa kesempatan. Di sisi lain, saya menyukai kualitas detail backing vokal dan instrumen musik karena memiliki separasi yang lebar.

Selanjutnya, saya mendengarkan musik dari band asal Indonesia, Alexa, yang berjudul ‘Jangan Kau Lepas’. Suara gitar dari efek separasi stereo terdengar lebar dan tegas, disertai suara bass yang bersifat lembut. Bukan cuma itu, detail dari macam-macam instrumen juga dapat saya dengar dengan baik. Namun, sekali lagi, kualitas treble di sini seharusnya lebih stabil lagi.

Saya menyukai cara Mi True Wireless Earphones 2S menyuguhkan suara backing vocal sehingga saya dapat mendengarnya. Meskipun backing vocal tersebut sengaja dibuat sayup-sayup, tetapi kualitasnya tetap stabil tanpa tertutup instrumen musik yang ada di lagu tersebut.

Kesimpulan

Xiaomi Mi True Wireless 2S memiliki suara yang cukup andal untuk mendengarkan musik kegemaran kamu. Namun perlu diingat, bahwa kualitas optimal dari earphone TWS ini membutuhkan posisi yang pas di lubang telinga. Dan selama mengujinya, agak memerlukan waktu yang sedikit lama untuk menentukan posisi tersebut.

Setelah earphone sudah berada pada posisi yang paling pas di lubang telinga, kemungkinan untuk berubah posisi bisa saja terjadi karena kamu bergerak atau berlari. Dengan demikian, mungkin earphone TWS ini kurang cocok ketika digunakan saat berolah raga. Untuk harga, Mi True Wireless 2S dijual dengan Rp899.000.

75
Xiaomi i True Wireless 2S
 
Keunggulan
  • Separasi stereo cukup lebar
  • Pengisian nirkabel
  • Sensor IR bisa jeda musik otomatis
 
Kekurangan
  • Perlu posisi pas agar suara optimal
  • Treble terkadang tidak stabil
  • Tidak ada akses next/previous saat mendengarkan musik
Share
×
tekid
back to top