Review Earphone

Plantronics BackBeat Go 410, teman praktis dengarkan musik

BackBeat Go 410 memiliki rancang bangun yang dilengkapi dengan bantalan leher (neckband) agar menjadikannya tetap seimbang ketika dikenakan saat bergerak, atau olahraga sekalipun.

Plantronics BackBeat Go 410, teman praktis dengarkan musik

Kamu penyuka musik? Jika iya, dapat dipastikan membawa earphone ke manapun kamu pergi agar dapat mendengarkan lagu di hampir setiap tempat. Secara umum, kamu akan mendengarkan musik dari smartphone yang terhubung ke earphone.

Earphone nirkabel menjadikan perjalanan sambil mendengarkan musik akan meningkatkan keleluasaan pergerakan tanpa ada gangguan juntaian kabel dari telinga ke smartphone. Plantronics BackBeat Go 410 adalah earphone nirkabel yang dapat digunakan mendengarkan musik meski kamu sedang melakukan segala aktivitas di dalam maupun di luar ruangan.


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Audio-Technica bawa 6 headphone baru ke Indonesia

Earphone nirkabel Audio Technica punya driver besar demi akurasi suara

Prosesor mutakhir di earphone Sony WF-1000XM3 bikin suara jernih


Desain stabil digunakan

BackBeat Go 410 memiliki rancang bangun yang dilengkapi dengan bantalan leher (neckband) agar menjadikannya tetap seimbang ketika dikenakan saat bergerak, atau olahraga sekalipun. Neckband ini dibalut dengan bahan karet sehingga tidak tergelincir meski sedang berkeringat sekalipun.

Pada ujung masing-masing neckband, ada bagian yang membesar yang selain berguna sebagai penyeimbang, ujung sebelah kanan berguna juga sebagai rumah baterainya. Kamu dapat mengisi ulang baterai menggunakan kabel port microUSB di ujung sebelah kanan. Durasi yang diperlukan untuk mengisi penuh baterai dari keadaan kosong adalah dua jam.

Ketika terisi penuh, kamu dapat mendengarkan musik hingga 8 jam jika fitur ANC aktif dan hingga 10 jam jika fitur ANC dimatikan. Fitur ini berguna untuk meminimalisir suara bising di sekitar kamu agar suara musik lebih dapat didengar dengan jelas.

Antara unit driver dan neckband dihubungkan dengan kabel berbentuk pipih agar selaras dengan rancang bangun keseluruhannya. Eartip pada unit driver sengaja dibuat miring dan berbentuk elips sehingga lebih cocok dengan bentuk anatomi telinga. Cara Plantronics mendesain eartip seperti itu mengingatkan saya kepada earphone Panasonic seri Ergofit.

Pengoperasian

Pada sebelah kabel kanan, terdapat konsol tiga tombol: volume up/down dan play/pause. Tetapi ketiga tombol tersebut dapat berguna untuk fungsi lai. Contoh, kamu dapat menekan tombol tengah selama dua detik untuk mengakses asisten digital seperti Siri atau Google Assistant. Kedua asisten digital ini dapat digunakan tergantung pada platform smartphone yang digunakan.

Kamu juga dapat melongkap ke lagu berikutnya atau kembali ke track lagu sebelumnya dengan menekan dan menahan tombol volume up atau volume down selama dua detik. Nah, pengoperasian inilah yang paling saya suka dalam hal akses kontrol sehingga tidak perlu repot-repot mengeluarkan smartphone dari kantung atau tas.

Sistem nirkabel BackBeat Go 410 mengandalkan konektivitas Bluetooth 5.0. Cara melakukan pairing pada perangkat yang ingin disambungkan untuk pertama kalinya adalah dengan cara menekan tombol tengah (daya) selama empat detik hingga lampu LED di earphone berkedap-kedip dengan cepat. Lalu pilih backBeat Go 410 di pengaturan Bluetooth smartphone.

Fitur yang tidak kalah keren adalah kedua unit drover kiri dan kanan dilengkapi dengan magnet. Jadi ketika BackBeat sedang dilepas dari telinga tetapi earphone masih menyantol di lehar, maka kedua driver akan saling manyatu. Pada titik ini, earphome akan masuk ke mode siaga agar dapat menghemat baterai. Setelah unit driver dipasang di telinga, kenoksi Bluetooth akan secara otomatis terhubung kembali ke smartphone.

Performa

Berkat fitur Active Noise Canceling (ANC), suara gemuruh di sekeliling saya menjadi tidak terdengar. Teknologi ini ampuh untuk menghilangkan suara bising yang bersifat konstan seperti suara kendaraan, angin, dan sejenisnya. Ketika saya berada di kedai kopi sebuah mall, suara-suara seperti obrolan di sekitar saya cukup dapat diredam dengan sangat signifikan. Yang membuat saya terpukau adalah suara grinder atau mesin penggiling kopi tidak terdengar meski saya berdisi di dekatnya.

Tetapi ada pula suara yang tidak dapat diredam seperti suara televisi dan suara geseran piring atau dentingan gelas. Secara keseluruhan, fitur ANC pada Go 410 bekerja dengan baik untuk seukuran earphone. Meski demikian, suara yang terdengar ketika ANC aktif tidak akan terdengar ketika musik telah dilantunkan.

Kini saatnya saya membicarakan kinerjanya saat mendengarkan musik. Lagu pertama yang saya dengarkan berasal dari penyanyi Darren Hayes berjudul ‘Neverland’. Awal lagu dimulai, earphone yang memiliki ukuran driver 10 mm ini mampu mengantarkan instrumen musik yang memiliki frekuensi sekitar 600-1.000 Hz dengan cukup baik. Tidak cuma itu, saya juga mendengar suara latar belakang musik yang cukup jelas di channel kanan dan kiri.

Beberapa saat kemudian, suara vokal Darren Hayes mulai terdengar dengan sedikit sentuhan frekuensi tinggi. Hal ini memang menjadikan suara penyanyi menjadi lebih lembut dan terdengar alami. Tetapi Go 410 tidak dapat menangani suara frekuensi tinggi dengan baik sehingga ada beberapa titk di mana suara treble agak menutupi suara vokal utama. Selain terkadang agak mendominasi suara vokal, suara frekuensi tinggi juga kurang terjaga detilnya.

Pada lagu yang dirilis tahun 2007 tersebut, suara bass terdengar bagus dan saya tidak mendengar adanya distrosi untuk segala tingkat volume. Saya juga tidak mendengat suara bass yang mendominasi. Artinya, BackBeat Go 410 mampu menangani antara suara frekuensi rendah dan suara frekuensi menengah agar tidak saling bercampuranduk.

Lagu selanjutnya yang saya dengarkan berjudul One, Two Step yang dibawakan oleh Ciara dan Missy Elliot. Saya merasa bass yang dihadirkan sangat bagus pada awal-awal lagu. Meski demikian, performa treble terdengar agak terlalu agresif sehingga detil suara backing vokal terkadang tertutup frekuensi tinggi.

Seperti yang saya bilang tadi, performa suara frekuensi rendah atau bass memang bagus, tetapi ia agak terdistorsi jika volume saya naikkan hingga sekitar 85 persen. Uniknya, suara distorsi hanya terjadi tidak menganggu suara vokal. Pada lagu ini, earphone yang mampu menangani respons frekuensi 20 Hz-20 kHz tersebut juga cukup baik dalam menghadirkan separasi stereo.

Kesimpulan

Salah satu fitur unggulan BackBeat Go 410 adalah ANC. Selama menggunakannya, saya merasa fitur ini cukup andal untuk ukuran earphone. ANC yang dimiliki BackBeat Go 410 akan lebih optimal jika kamu memasang ukuran eartip sesuai dengan lubang telinga. Dengan demikian, earphone nirkabel ini cocok bagi kamu yang sedang tidak ingin diganggu ketika sedang berada di tempat ramai.

Suara yang dihasilkan juga cukup bagus meski performa frekuensi tinggi kurang optimal dan frekuensi rendah agak menunjukkan gejala distorsi pada lagu-lagu tertentu. Terlepas dari itu, efek separasi stereonya cukup mumpuni sehingga detil instrumen yang diberikan bisa dibilang bagus.

Earphone ini nyaman meski dikenakan dalam durasi yang lama. Dengan demikian cocok dijadikan pilihan ketika kamu sedang mencari earphone nirkabel untuk digunakan dalam setiap aktivitas. Harga yang ditawarkannya adalah Rp2.299.000.

 
Plantronics BackBeat Go 410
Bagus ...
  • Fitur ANC bagus
  • Detil frekuensi lumayan
  • Suara vokal alami
Kurang ...
  • Frekuensi tinggi tidak optimal
  • Bass terdistorsi untuk beberapa lagu
  •  
Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: