sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id asus
Senin, 14 Sep 2020 14:05 WIB

Oppo Watch, kesan pertama dan apa saja yang kami suka

Oppo Watch hadir dengan desain elegan dan dukungan fitur pengisian cepat yang bisa menjadi keunggulan tersendiri dari smartwatch pertama Oppo ini.

Oppo Watch, kesan pertama dan apa saja yang kami suka

Install WearOS di smartphone

Jika tidak ingin terlalu banyak sentuh sana sini, kalian bisa mengunduh aplikasi WearOS by Google di smartphone kalian untuk mengkonfigurasi banyak hal. Seperti mengatur Watch Face, opsi Tiles, memilh notifikasi tertentu yang akan dimunculkan, dan mengatur Agenda.

Melalui aplikasi ini kalian juga dapat mengkonfigurasi bagaimana kalian memilih untuk menghidupkan layarnya, atau justru mengaktifkan Always-on screen yang pastinya akan sedikit menggunakan daya baterai. Disini, kalian juga bisa mengatur akun mana yang terhubung, privasi dan solusi penyimpanan, melihat daya pakai baterai, sampai melihat data yang digunakan selama menggunakan Oppo Watch.

Tampilan WearOS di smartphone

Ada dukungan pengisian cepat

Dari pengalaman pemakaian beberapa hari ini, daya tahan baterainya memang menjadi catatan tersendiri. Baterai Oppo Watch memang tidak bisa bertahan hingga berhari-hari. Sebagai informasi, saya selalu menghubungkan Oppo Watch dengan Reno4. Tujuannya biar saya bisa selalu mendapatkan notifikasi yang masuk dan kebetulan notifikasi yang masuk cukup intens.

Sehari-hari Oppo Watch bisa menemani saya bekerja di jam 9 pagi hingga sore hari tanpa kendala, biasanya saya harus mulai mengisi lagi di jam 10 malam dimana baterai tersisa berkisar 8 sampai 10%.

Berhubung baterai di 10 persen, saya ingin meguji fitur Power Savernya sekalian dan penasaran juga seperti apa jadinya Oppo Watch ketika fitur ini diaktifkan.

Mode Power Saver

Mode Power Saver pada Oppo Watch mengubah tampilan Watch Face jadi jau lebih sederhana. Begitu juga dengan fungsi-fungsi yang dimilikinya, dibatasi.

Oppo Watch dalam mode Power Saver tidak mendukung sentuhan untuk menghidupkan layarnya, tetapi fitur gestures Tilt-to-Wake masih tetap bekerja. Kalian tak lagi bisa mendapatkan notifikasi masuk. Itu artinya koneksi bluetooth dengan smartphone juga terputus. Menariknya, fitur seperti pengukur detak jantung dan jumlah langkah masih dapat berjalan. Fitur ini bisa kalian akses dengan menekan tombol di sisi atas.

Daya tahan mode Power Saver ini juga cukup menarik. Oppo Watch masih dapat menyala dari jam 7 pagi hingga jam 7 malam. Ketika mode Power Saver dimatikan, baterainya masih tersisa 5%. Fitur ini bisa diandalkan untuk saat-saat darurat.

Hal menarik selanjutnya ada pada proses pengisian daya. Oppo Watch didukung dengan teknologi pengisian cepat VOOC Flash Charging yang mereka pakai pada jajaran smartphonenya. Alhasil Oppo Watch bisa mengisi lebih cepat berkat teknologi pengisian cepat tersebut.

Dari kondisi baterai 5 persen, saya membutuhkan waktu berkisar 50 menitan untuk mengisi penuh daya baterai pada Oppo Watch. Sebagai informasi saya hanya menghubungkan kabel pengisian dengan laptop gaming saja, tidak menggunakan adapter milik smartphone.

Mendukung VOOC Flash Charge

Waktu pengisian ini jauh lebih cepat dari smartwatch lain yang membutuhkan waktu berkisar 2 jam bahkan lebih. Ditinggal mandi dan makan malam, Oppo Watch sudah penuh lagi.

Kesimpulan

Banyak hal yang saya suka dari smartwatch ini, meski tetap ada beberapa catatan untuk smartwatch pertama milik Oppo ini.

Pertama Oppo menghadirkan desain yang apik dan elegan dengan pinggiran layar AMOLED yang melengkung. Berkat penggunaan layar AMOLED ini pula, smartwatch milik Oppo ini memiliki layar yang cerah dan tajam. Pengalaman penggunaannya pun cukup menyenangkan dan responsif.

Meski begitu daya tahan baterainya memang tidak terlalu lama, namun setidaknya samrtwatch ini bisa menemani aktivitas harian saya. Hal yang cukup penting adalah adanya dukungan pengisian cepat VOOC Flash Charge yang bisa mengisi daya dengan sangat cepat. Fitur ini jadi solusi bagi daya tahan baterainya yang hanya bisa bertahan sehari.

Dibanderol dengan harga Rp4,5 juta untuk varian 46mm dan Rp3,5 juta untuk varian 41mm, Oppo watch bisa jadi opsi buat kamu yang ingin memiliki smartwatch dengan tampilan yang agak berbeda dari smartwatch kebanyakan, elegan dengan desain layar yang melengkung pada sisi kanan kirinya. Kinerja smartwatch ini juga tergolong oke untuk menjadi perangkat penunjang aktivitas harianmu.

Tag
Share
×
tekid
back to top