sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id acer
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id asus
Kamis, 29 Okt 2020 10:38 WIB

Oase QCY T7, performanya patut diperhitungkan

Oase QCY T7 berpotensi menjadi penantang kuat TWS di harga Rp300 ribuan. Sensor sentuhan termasuk sensitif dan performa keseluruhannya cukup baik.

Oase QCY T7, performanya patut diperhitungkan

TWS sudah menjadi perangkat yang jamak ditemui saat ini. Konsep tanpa kabel sama sekali, menjadi salah satu keunggulannya. Pasalnya, lebih mudah dan nyaman digunakan. Tidak hanya itu, TWS biasanya juga hadir dengan casing yang berfungsi ganda, sebagai tempat penyimpanan, juga sebagai alat pengisian daya. 

Di kisaran Rp300 ribuan, ada banyak perangkat yang ditawarkan. Nah, salah satunya adalah Oase QCY T7. Hadir dengan konsep TWS, apa saja yang ditawarkan Oase QCY T7?

Desain
Oase QCY T7 hadir dengan desain yang cukup kompak. Casing-nya memiliki ukuran yang cukup mini. Pinggirannya dibuat melengkung yang membuatnya nyaman dipegang. Tidak hanya itu, dimensinya membuat perangkat ini mudah disimpan di dalam kantong tanpa memberikan rasa mengganggu. 

Di bagian tengah, ada sebuah tombol dengan satu titik lampu indikator. Tombol ini digunakan untuk melakukan pairing saat pertama kali dihubungkan ke ponsel. Sementara lampunya berfungsi sebagai indikator baterai yang akan menyala berwarna merah jika kapasitasnya sudah semakin sedikit. Sementara di bagian bawah, ada port USB Type-C untuk pengisian daya casing

Di dalam casing ini, terdapat sepasang earphone TWS dengan desain open ear. Bentuknya mengingatkan saya pada AirPod. Warna earphone ini dibuat senada dengan bagian casing-nya. Finishing-nya pun dibuat dengan desain matte. Ini memberikan keuntungan tersendiri karena tidak mudah tergelincir saat digunakan. 

 

Oase QCY T7 sudah hadir dengan kontrol sentuhan. Ada bidang datar pada cover-nya sebagai bidang sensor sentuhan. Input sentuhan ini bisa dilakukan baik pada earphone sebelah kiri maupun kanan. 

Selebihnya secara tampilan, Oase QCY T7 ini hadir layaknya TWS kebanyakan. Yang paling membedakan mungkin finishing matte-nya. 

Fitur dan pengoperasian

Sudah menjadi kepastian bahwa TWS mengandalkan koneksi bluetooth untuk dapat terhubung dengan ponsel. Oh iya, ada aplikasi pendamping yang bisa digunakan untuk mengatur beberapa fungsi dari TWS ini. Aplikasi itu bernama QCY dan sudah tersedia di Google Play Store dan App Store. 

Untuk dapat menggunakan aplikasi ini, saya harus melakukan pendaftaran terlebih dahulu menggunakan email. Selanjutnya, proses pendeteksian TWS akan berjalan. Namun perlu diperhatikan untuk menekan dan tahan tombol di bagian casing sampai lampu indikator berkedip warna warni. Selanjutnya, pilih T7 di aplikasi untuk melanjutkan koneksi tersebut. Oh iya, jangan kaget ketika pertama kali membuka aplikasinya, kita hanya mendapati Bahasa Mandarin saja. Secara otomatis, bahasa ini akan dapat berubah ke Bahasa Inggris.

Aplikasi akan mendeteksi adanya TWS ini secara otomatis

Nah, di dalam aplikasi ada pengaturan input sentuhan. Cukup berbeda dari TWS yang sudah saya review sebelumnya, QCY T7 tidak memberikan opsi sentuh satu kali. Input sentuhan baru dikenali untuk dua ketukan dan tiga ketukan saja. 

Hasilnya cukup responsif. Bidang datar pada earphone ini membuat saya dapat mengenali dengan baik dimana input sentuhan harus diberikan. Tidak perlu mengetuk dengan keras, sentuhan kecil juga bisa dikenali dengan baik. 

Kita bisa mengatur fungsi apa yang dijalankan melalui aplikasi. Pilihannya, play/pause, skip track backward, skip track forward, voice assistant, hingga mengatur volume. Saya juga bisa menentukan dengan bebas, di mode sentuhan mana setiap fungsi ini akan diberikan. 

Equalizer bisa dimanfaatkan untuk memaksimalkan kualitas suaranya

Tidak hanya itu, aplikasi ini juga menyediakan pilihan equalizer preset, seperti bass, soft, pop dan sejumlah preset lainnya. Sebenarnya pilihan equalizer ini terbilang standar. Kalau kurang puas, pengguna diberi kebebasan untuk mengatur sendiri equalizer yang paling sesuai. Sayangnya, tidak ada opsi untuk menyimpan equalizer yang sudah diatur sendiri. Hal ini membuat saya harus mengingat pengaturan equalizer itu. 

Cukup menarik untuk mengetahui bahwa seri ini tidak mendukung mode sentuhan satu kali. Jujur saja, ini bisa menjadi satu keunggulan tersendiri. Pasalnya sistem ini menghindari sentuhan tidak sengaja yang bisa mengaktifkan fungsi tertentu. Soalnya, seperti sudah disebut, panel sentuhnya cukup sensitif. 

Earphone ini sudah mendukung fitur ear detection. Artinya, ketika salah satu earphone ini dilepas dari telinga, lagu akan langsung berhenti secara otomatis. Ini tentunya dapat menghemat penggunaan baterai.

Secara keseluruhan, Oase QCY T7 termasuk mudah dioperasikan. Proses koneksi juga dapat dilakukan dengan baik tanpa kendala sama sekali. 

Performa

Untuk harga Rp300 ribuan, Oase QCY T7 menghadirkan pengalaman audio yang cukup baik. Treble yang dihasilkan cukup bertenaga. Namun di sisi lain, kualitas treble-nya termasuk tajam, terutama untuk vokal. Hal ini membuat pemakaian TWS ini dengan volume tinggi akan memunculkan kesan suara yang menusuk telinga. 

Meski begitu, range middle-nya cukup tertata dengan baik. Range ini mampu mengimbangi treble yang tajam, walau tidak terlalu signifikan. Sementara bass-nya terasa kurang bulat sehingga kerap tenggelam. Secara keseluruhan, untuk beberapa genre musik, seperti pop yang mengutamakan vokal, TWS ini mampu memberikan performa terbaiknya. 

Untungnya kalau belum sreg dengan kualitas suara yang diberikan, saya bisa melakukan pengaturan equalizer sendiri. Tidak perlu pengaturan berbelit-belit. Saya hanya perlu menaikkan frekuensi 31 hingga 250Hz untuk sedikit membuat bass-nya terdengar lebih tebal, sekaligus meredam vokalnya yang “terlalu bertenaga”. Tidak hanya itu, frekuensi 16KHz juga dinaikan untuk membuat kualitas suaranya lebih jernih. 

Namun kalau tidak mau repot, pengaturan default saja sudah cukup untuk digunakan sehari-hari. Lagu Imaginary Girlfriend dari Mocca mampu dilantunkan dengan baik. Desis hi hat cymbal-nya memang tidak terlalu prima, namun sudah cukup untuk mendapatkan detail suaranya. 

Oh iya, efek separasi dari TWS ini juga terbilang sangat baik. Saat digunakan menonton film, TWS ini mampu memberikan kualitas stereo yang cukup menyenangkan. Demikian juga ketika digunakan untuk mendengarkan musik denan format stereo. 

Sayangnya, saya tidak merekomendasikan TWS ini untuk bermain gim kompetitif, utamanya PUBG Mobile dan gim fps lain, di mana suara berperan sangat penting untuk menentukan posisi lawan. Pasalnya, ada delay yang cukup kentara kalau digunakan untuk memainkan gim ini. 

Namun untuk gim-gim lain, delay pada TWS ini masih bisa ditolerir, karena memang tidak masuk dalam kategori yang parah. Saat memainkan gim Genshin Impact, memang ada delay, namun masih dapat diabaikan ketika permainan berlangsung. Karena suara tidak memegang peranan sangat penting dalam gim ini, pada akhirnya delay sedikit tidak mengurangi kenikmatan bermain. Malah ketika bermain agak lama, delay-nya seolah-olah berkurang.

Secara keseluruhan, detail suara yang dihasilkan dari TWS ini masih terdengar, meskipun dalam beberapa kasus, harus diperhatikan dengan sangat baik. Tidak hanya itu, TWS ini bisa dikatakan irit. Selama digunakan dalam waktu 40 menit untuk mendengarkan musik, kapasitas baterainya hanya berkurang sebanyak 10% saja. 

Kesimpulan

Oase QCY T7 hadir sebagai penantang baru di segmen harga Rp300 ribuan. Secara umum, kualitasnya baik. Kalau tidak suka earphone dengan karakter suara yang tajam, ada equalizer di aplikasi pendampingnya yang dapat dimanfaatkan. Sensor sentuhnya pun termasuk sensitif. Namun sayang, TWS ini kurang optimal untuk digunakan bermain PUBG Mobile dan gim-gim sejenisnya yang sangat mengandalkan suara untuk menentukan posisi lawan. 
 

75
Oase QCY T7
 
Keunggulan
  • Sensor sentuhan sensitif
  • Mudah dioperasikan
  • Kualitas suara cukup seimbang
 
Kekurangan
  • Delay saat bermain gim
  • Pilihan equalizer tidak banyak membantu
  •  
Share
×
tekid
back to top