Review kamera Redmi Note 8

Kupas tuntas performa kamera Redmi Note 8

Konfigurasi keempat kamera belakang Redmi Note 8 adalah lensa lebar 48 MP, lensa ultra lebar 8 MP, lensa makro beresolusi 2 MP, dan satu lagi kamera untuk efek bokeh atau depth sensor.

Kupas tuntas performa kamera Redmi Note 8

Performa siang dan malam

Kamera belakang utama Redmi Note 8 cukup piawai menangani subjek lampu-lampu kecil di malam hari. Hal ini dibuktikan oleh cahaya masing-masing lampu yang dapat diatasi dengan baik tanpa berpendar terlalu ekstrem.Foto lampu-lampu kecil

Foto perahu malam

Pada siang hari, kecepatan auto focus (AF) Redmi Note 8 bisa dikatakan baik untuk ukuran ponsel kelas menengah. Namun sayangnya saya mengalami kendala ketika memotret pada malam hari atau kondisi cahaya remang lainnya. Pada kondisi pencahayaan tersebut, performa AF agak lama dalam menentukan titik fokus, meski saya sudah menekan posisi AF pada subjek ingin saya foto.

Hanya saja, saya menyukai performa kamera Redmi Note 8 ketika memotret subjek yang membelakangi cahaya matahari. Meski mode High Dynamic Range (HDR) dalam keadaan non-aktif, warna subjek tetap terlihat tanpa gangguan atau berbayang.

Setelah mengaktifkan mode HDR, warna subjek yang membelakangi cahaya matahari terlihat lebih cerah dan hampir seperti tidak membelakangi cahaya. Bayangan yang tadinya ada di balik dedaunan pada pohon kini menjadi lebih jelas, warna hijaunya menjadi lebih terang.

HDR tidak aktif

HDR aktif

Meski ponsel Redmi Note 8 ini masih baru di tangan saya, tetapi saya telah memasukkan berbagai aplikasi agar dapat mengetahui respons kamera ketika mengambil foto dalam mode burst. Hasilnya adalah masing-masing foto diambil dengan tempo yang cepat. Catatannya memang ada sedikit gangguan shutter lag. Tetapi untungnya tidak terlalu menganggu. Shutter lag adalah gangguan jeda antara pertama kali menekan tombol shutter sampai foto diambil.

Sebelummnya saya sudah mengatakan bahwa ponsel ini terintegrasi dengan lensa makro untuk memotret subjek berjarak dekat seperti bunga, makanan, serangga, dan sebagainya. Performa AF pada mode ini tidak cepat tanggap menentukan titik fokus. Titik fokus makin susah saya tentukan ketika bunga bergerak tertiup angin. Hasilnya juga tidak terlalu tajam, kemungkinan karena hanya beresolusi 2 MP.

Foto makro

Salah satu mode untuk meningkatkan kreativitas perekaman video adalah Time Lapse. Kamu dapat memilih interval waktu mode ini dari 0,3 detik hingga 60 detik. Pilihan bermacam-macam interval ini sangat berguna saat merekam berbagai skenario. Tidak ketinggalan pula saya menjajal mode video slow-motion. Terdapat dua kecepatan video, yakni 120 fps dan 240 fps. Gerakan hasil video slow-motion cukup mulus dan saya tidak melihat ada penurunan frame rate.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Time-lapse test . #timelapse #dufan #smartphone #sunny #sundayfunday #ride #amusementpark

A post shared by Erlan (@erlanhayes) on

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Slow-motion 240 fps test . #slowmotion #amusementpark #dufan #sunnyday #fun

A post shared by Erlan (@erlanhayes) on

Video

Kini saatnya saya membicarakan kualitas stabilisasi kamera Redmi Note 8. Smartphone ini sendiri bisa merekam hingga resolusi 4K pada 30 fps. Pada pilihan konfigurasi tersebut, saya tidak bisa merekam dengan stabili, apalagi saat saya ajak berjalan dan berlari. Oleh karenanya, saya sarankan untuk menggunakan gimbal jika ingin merekam menggunakan video 4K.

Hal yang sama juga terjadi ketika saya mengubah konfigurasi perekaman video Full HD pada 60 fps. Video FullHD menjadi tidak stabil baik ketika berjalan atau berlari. Tampaknya fitur EIS atau Electronic Image Stabilization pada perekaman Full HD 60 fps tidak terlalu berperan. Meski begitu, lebih baik daripada getaran yang terjadi pada hasil perekaman video 4K.

Pengaturan terbaik ada pada resolusi FullHD 30 fps. Getaran tangan saat saya merekam sambil berjalan dan berlari berkurang dengan cukup baik.

Bicara soal hasil rekamannya, baik pada resolusi 4K, FullHD 60fps, FullHD 30 fps, menampilkan warna cerah. Detail pada subjek cukup tajam dengan penataan exposure yang bagus di semua tempatnya.

Kesimpulan

Keunggulan kamera Redmi Note 8 adalah mampu memotret dalam resolusi tinggi 48 MP. Tetapi saya sarankan untuk menggunakan mode tersebut dalam kondisi cahaya terang. Metode pixel binning cukup manjur ketika memotret dalam seluruh kondisi cahaya. Sebagai informasi, resolusi tinggi akan sangat membantu ketika kamu ingin mencetak foto berukuran sangat besar. Perlu diketahui, Redmi Note 8 yang saya gunakan adalah varian RAM 6 GB dan ROM 128 GB. Xiaomi menghargainya di angka Rp2.899.000.

 
Kamera Redmi Note 8
Bagus ...
  • Warna cerah
  • HDR bagus
  • White balance akurat
Kurang ...
  • AF kurang tanggap
  • Stabilisasi video hanya pada frame rate 30 fps
  • Terkadang saturasi warna terlalu tinggi
Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: