Review Asus Cerberus Mech RGB

Keyboard gaming nyaman untuk Anda yang simpel

Asus Cerberus Mech RGB tampil dengan desain simpel dan straightforward sehingga cocok untuk gamer yang tidak neko-neko soal fitur

Keyboard gaming nyaman untuk Anda yang simpel

Ada ungkapan menarik di antara gamer PC: 

"Once you have clack, you will never go back."


BACA JUGA

CEO Asus, Jerry Shen, mundur demi pimpin perusahaan baru

Asus Designo MZ27AQ, unggulkan desain dan audio

Ini janji Asus mengenai ketersediaan Max Pro M2


Ungkapan tersebut akan sangat familiar jika Anda sering berkunjung ke forum gaming internasional, salah satunya adalah subreddit PC Master Race. Kata-kata tersebut merupakan "jaminan" kalau tidak ada satu pun gamer yang menolak menggunakan mechanical keyboard. Bukan hanya karena efek tactile feedback dan bunyi khasnya, mechanical keyboard "asli" juga dilengkapi dengan fitur khusus gaming yang memang menjamin kenyamanan bermain.

Mechanical keyboard yang kali ini diuji oleh saya adalah Asus Cerberus Mech RGB. Sesuai namanya, ia merupakan keyboard gaming dengan LED RGB backlight. Keyboard ini juga memiliki tombol mekanis dan hadir dengan bodi yang cukup ramping untuk sebuah mechanical keyboard.

Desain standar, tapi nyaman

Melihat tampilan Asus Cerberus Mech RGB membuat saya sedikit kecewa. Bodi keyboard ini memang terlihat biasa saja, apalagi ketika LED RGB-nya dimatikan. Namun jangan salah, desainnya yang simpel ini ternyata sangat nyaman digunakan.

Cerberus Mech RGB punya bodi yang kokoh, seperti peripheral Asus lainnya meski keyboard ini tidak berada di bawah bendera ROG. Keyboard ini punya bodi dengan elevasi yang cukup agar nyaman digunakan saat bermain gim. Masih kurang curam sudutnya? Anda bisa gunakan penyangga kecil di bagian belakang keyboard ini.

Cerberus Mech RGB yang saya uji kali ini kebetulan menggunakan switch Cherry MX Brown. Switch-nya memang tidak berisik seperti Cherry MX Blue atau Red, namun ia masih bisa menghadirkan tactile feedback dengan sangat baik. Yang paling saya suka adalah traveling distance pada switch ini yang bagi saya sangat tepat.

Setiap tombol di Cerberus Mech RGB punya jarak yang cukup, sehingga meminimalisir salah tekan. Ini juga yang membuat saya betah menggunakan Cerberus Mech RGB, karena selain nyaman digunakan untuk bermain gim, ia juga bisa diandalkan untuk mengetik. Layout keyboard full-size dan penempatannya yang sesuai dengan standar keyboard juga menambah kenyamanan penggunaannya.

Soal performa gaming, keyboard ini juga sudah dilengkapi dengan fitur anti-ghosting dengan NKRO di setiap tombolnya. Dengan demikian, komputer tidak akan salah memasukkan urutan input Anda. Ini sangat berguna ketika bermain gim dimana gamer biasanya menekan tombol dengan sangat cepat saat bermain gim.

Fitur terbatas

Meski sangat nyaman, Cerberus Mech RGB masih punya kekurangan dari segi fitur yang menurut saya tergolong terbatas. Pertama, keyboard ini tidak dibekali dengan software khusus untuk melakukan berbagai macam pengaturan. Dengan demikian, Anda tidak bisa melakukan kustomisasi LED RGB selain yang sudah ditetapkan dari pabrik.

Kedua, Asus memang masih memberikan fitur berupa macro recording dan profiling. Tetapi semuanya harus dilakukan secara langsung dengan cara menakan kombinasi tombol khusus yang ada di keyboard ini. Tentunya ini kurang nyaman karena saya sendiri tidak bisa mengatur timing atau melihat tombol apa saja yang sudah saya rekam untuk macro, serta bagaimana pengaturan profile saya di keyboard ini.

Meski demikian, Asus masih menyediakan cukup banyak efek LED untuk Anda yang memang ingin tampil berbeda. Salah satu efek yang saya suka adalah Explosion yang berekasi ketika saya menekan setiap tombol di keyboard ini.

Kesimpulan?

Kalau Anda tidak suka menggunakan fitur tambahan seperti macro atau profiling, Asus Cerberus Mech RGB adalah keyboard yang tepat untuk Anda. Harganya juga tidak "kejam" seperti mechanical keyboard ROG, yaitu di kisaran Rp1,4 juta.

 
Asus Cerberus Mech RGB
Bagus ...
  • Nyaman dan kokoh
  • Fitur anti-ghosting sangat berguna
  •  
Kurang ...
  • Tidak dilengkapi software
  • Pengaturan dilakukan manual
  •  
Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini:
Tags :
ASUS