Review Honor 7S

Honor 7S, benar-benar smartphone untuk pemula

Honor 7S telah berjalan dengan sistem operasi Android Oreo 8.1 sehingga pengguna pemula bisa menjajal OS baru

Honor 7S, benar-benar smartphone untuk pemula (Foto: Tek.id)

Tanpa menggelar acara di hotel atau restoran ternama, Honor meluncurkan smartphone baru bertajuk Honor 7S. Lain dengan pendahulunya, smartphone ini menyasar pengguna pemula namun dengan fitur yang kekinian. 

Honor 7S juga telah berjalan dengan sistem operasi Android Oreo 8.1 sehingga pengguna pemula bisa menjajal OS baru dengan fitur yang inovatif. Lantas apa saja fitur kekinian lainnya? Simak ulasan kami berikut ini.


BACA JUGA

Samsung Galaxy A7 2018, Kameranya perkasa

Review ZenFone Max Pro M2 Indonesia, lebih bagus dari Mi 8 Lite?

Review Intel i9 9900K, si monster untuk gaming dan produktivitas


Desain

Desain Honor 7S cukup ringkas dengan dimensi 145,5mm x 71,2mm x 8,3mm. Smartphone ini juga terasa tipis dengan bobot yang ringan sehingga terasa nyaman digenggam dan dioperasikan dengan satu tangan. Layarnya membentang 5,45 inci dengan dukungan resolusi HD+ atau 1440 x 720 pixel.

Sebagaimana smartphone lainnya, Honor 7S mengusung bezel yang agak tipis sehingga layarya tampak luas. Smartphone ini mengandalkan tombol virtual untuk menavigasi menu meskipun masih tersedia bezel cukup lega yang mampu menopang tombol terpisah dari layar.

Penempatan tombol lainnya hampir serupa dengan smartphone asal China yang lain. Di sisi kanan, Honor 7S dilengkapi tombol volume dan power, sementara sisi kiri digunakan untuk menempatkan slot dual SIM serta microSD. Tampilan depannya dilengkapi sensor kamera depan dan Selfie Toning Flash yang mengapit speaker. Untuk pengisian baterai, pengguna bisa memanfaatkan port USB yang tersedia di bawah ponsel dan jack audio 3,5mm di bagian atas ponsel.

Dibalut material logam, tampilan belakang Honor 7S dibekali kamera disertai lampu flash tepat dipinggirnya. Sekilas, material yang menopang fitur kamera utama itu tampak seperti kamera ganda. Namun Honor 7S hanya dilengkapi kamera utama tunggal beresolusi 13 megapiksel.

Performa

Honor 7S ditenagai dengan chipset MediaTek 6739 yang dikombinasikan dengan RAM 2GB dan penyimpanan internal 16GB. Sokongan ini memang terbilang wajar untuk smartphone yang ditujukan bagi pengguna pemula. Namun tentunya, pengguna pemula pun layak mendapatkan performa yang mendukung aktivitasnya.

Selama saya menggunakan Honor 7S saya hanya menginstal beberapa aplikasi diantaranya dua aplikasi benchmark, Instagram, Tokopedia dan game Asphalt 8. Namun smartphone ini sudah terasa melambat ketika dioperasikan. Bahkan ketika digunakan untuk membuka kunci atau membuka menu pengaturan pun, tampilan yang seharusnya muncul terasa lama. Padahal pengguna pemula biasanya memasang berbagai aplikasi setidaknya beberapa aplikasi media sosial dan aplikasi pendukung lainnya.

Pelambatan dalam mengoperasikan smartphone ini juga saya rasakan beberapa kali bahkan saat pertama kali dioperasikan. Namun demikian pelambatan ini belum bisa dikatakan "lemot", hanya saja perlu sedikit kesabaran menunggu ponsel melakukan hal yang kita perintahkan.

Saya juga mencoba menggunakan Honor 7S untuk bermain gim Asphalt 8. Hasilnya, smartphone ini memang bisa menjalankan gim yang dikatakan berat itu dengan cukup baik. Selama memainkan gim ini, saya tidak menemukan hambatan berarti bahkan tak mendapati lag.

Akan tetapi pengalaman Asphalt yang dimainkan di Honor 7S tak akan serupa ketika dimainkan pada ponsel flagship atau menengah. Pasalnya di Honor 7S permainan agak melambat, bahkan terjadi penurunan frame rate yang signifikan. Sesekali, smartphone ini juga terasa agak hangat meski tingkatannya masih bisa dikatakan normal.

Dari segi keamanan, Honor 7S belum mengandalkan fitur kekinian seperti pemindai sidik jari atau pemindai wajah. Fitur itu sendiri memang terbilang kerap absen pada smartphone entry level. Namun Honor menjanjikan fitur Face Unlock untuk membuka perangkat dengan memindai wajah selain menggunakan metode swipe, pola dan pin.

Sementara fitur audionya saya kira benar-benar hanya ditujukan untuk smartphone entry level. Honor 7S hanya menyediakan satu komponen speaker yang bertugas menopang output audio, tanpa menyediakan speaker sekunder. Audionya sendiri ketika saya coba untuk memutar video di YouTube, volumenya sangat terbatas. Tingkat volumenya terbilang kecil dibanding smartphone lain.

Menariknya meski menjadi smartphone bagi pemula, Honor 7S sudah berjalan dengan sistem operasi Android Oreo 8.1. Dengan begitu, saya bisa merasakan fitur-fitur yang dijanjikan Android Oreo, termasuk dot notifikasi yang muncul ketika shortcut aplikasi ditahan. Dengan begitu pengguna tak harus membuka aplikasi untuk melihat notifikasi secara sekilas. 

Selain itu, pengguna juga bisa mendapatkan opsi pintasan yang lebih ringkas. Misalnya menahan aplikasi Tokopedia yang akan memunculkan opsi bayar atau beli secara ringkas. Namun fitur ini hanya akan berjalan pada beberapa aplikasi yang mendukung saja.

Secara keseluruhan, performa Honor 7S memang bisa diandalkan untuk tugas-tugas yang ringan, khususnya bagi pengguna pemula yang hanya menggunakan beberapa aplikasi media sosial dan aplikasi lain yang cukup ringan. Baterainya sendiri memiliki kapasitas 3020 mAh yang akan mengakomodir kebutuhan pengguna pemula sekitar 7 jam pada pengujian menggunakan PCMark.

Kamera lumayan

Sebagai smartphone entry level, Honor 7S hanya dibekali kamera ganda baik di belakang maupun didepan ponsel. Kamera belakangnya didukung sensor 13 megapiksel sementara untuk aktivitas selfie, tersedia lensa 5 megapiksel. Hasil pengujian, kamera belakang Honor 7S memang terbilang bagus untuk smartphone entry level.

Gambar yang dijepret kamera utama Honor 7S mampu menampilkan detil yang baik. Warnanya pun tampak tajam dengan penentuan fokus yang cukup cepat. Namun demikian hal itu didapati ketika objek terpapar cahaya yang cukup sehingga membantu sensor kamera untuk mendapatkan detil yang baik. 

Sementara jika kamera utama Honnor 7S dihadapkan objek dalam kondisi cahaya minim, hasil gambarnya terlihat banyak noise. Alhasil detil gambarnya berkurang, begitu pula dengan warnanya yang kurang tajam. Kamera belakang smartphone ini juga tak menyertai opsi manual sehingga pengguna hanya bisa memanfaatkan efek filter, efek beauty, dan opsi HDR. 

Dalam pengaturan kamera, pengguna juga bisa memanfaatkan menu white balance dan ISO. Akan tetapi beberapa fitur itu tak belum setara dengan mode Pro yang biasanya tersedia di smartphone merek lain.

Kamera depannya sendiri memiliki resolusi 5 megapiksel yang disertai Selfie Toning Flash. Lampu flash-nya sendiri ditujukan untuk membantu pengguna mendapatkan gambar yang baik bahkan dalam cahaya yang minim. Hasil penggunaan menunjukkan kamera depan Honor 7S harus dihadapkan pada objek yang terpapar cukup cahaya demi gambar yang bagus.

Jika cahaya yang terpapar pada objek terbilang kurang, hasil gambarnya akan diwarnai banyak noise sehingga detilnya pun kurang tajam. Preview yang ditampilkan pun berbeda dengan hasil gambar yang dihasilkan. Ketika saya mencoba mengambil gambar selfie, kamera Honor 7S tampak tak mampu memfokuskan wajah. 

Akan tetapi hasil gambarnya menunjukkan hal yang sebaliknya. Fotonya tampak cukup fokus dan lebih tajam ketimbang preview yang tampil sebelumnya. Sama halnya dengan kamera utama, kamera depan Honor 7S juga tidak dilengkapi dengan opsi manual sehingga yang bisa digunakan untuk mengotak-atik jepretan hanya efek beauty dan opsi lain yang menyertai kamera utamanya.

Honor 7S vs Xiaomi dan Asus

Melihat spesifikasinya, Honor bersaing dengan Redmi Note 5A dan Zenfone Live L1 yang belum lama ini diluncurkan. Namun baik smartphone Xiaomi maupun Asus tersebut ditopang dengan chipset Snapdragon 425. 

Secara fisik ketiganya memang memiliki desain yang hampir sama dan jeroan yang setara. Rentang harganya pun tak jauh berbeda dimana Honor 7S dibanderol seharga Rp1.599.000. Namun menilik hasil benchmark menggunakan aplikasi PCMark, skor performa Honor 7S jauh lebih rendah ketimbang kompetitornya. Hasil penggunaan saya pun smartphone ini terasa lambat ketika dioperasikan. Meski begitu, Honor 7S masih terbilang layak bagi pengguna pemula.

  Honor 7S
Chipset Mediatek MT6739
RAM 2GB
Penyimpanan (ROM) 16GB
Sistem Operasi Android 8.0 (Oreo) dengan EMUI 8.0
Layar LCD 5,4 inci HD+
Kamera Belakang: 13MP, Depan: 5MP
Baterai 3.020 mAh
Harga Rp1.599.000
 
Honor 7S
Bagus ...
  • Kamera belakang oke
  • Sudah pakai Android Oreo
  • Bodi ergonomis
Kurang ...
  • Kinerja agak lambat
  • Audio terbatas
  •  
Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: