Galaxy Fit: Smartband dengan segudang fitur

Samsung punya seri smartband baru, Galaxy Fit dan Galaxy Fit e. Khusus untuk Galaxy Fit, perangkat ini hadir dengan segudang fitur untuk sebuah smartband.

Galaxy Fit: Smartband dengan segudang fitur Source: Patardo/ Tek.id

Smartwatch, smartband, fitnes tracker atau apa pun itu yang dapat digunakan untuk menghitung jumlah kalori, langkah dan aktivitas olahraga lainnya saat ini sudah banyak ditemui. Harganya pun bervariasi. Intinya sih tetap sama, yakni menghitung dan melacak aktivitas fisik. Tujuannya jelas, menjaga tubuh tetap bugar. 

Nah, Samsung juga punya produk seperti ini. Galaxy Fit dan Galaxy Fit-e namanya. Kebetulan saya mendapat kesempatan untuk mencoba Galaxy Fit. Simak kesan saya setelah menggunakan Galaxy Fit selama dua minggu ini. 


berita tentang tek.id

BACA JUGA

Harga Galaxy Fold 2 Rp30 juta, apa tetap laris manis?

Samsung garap 5 nm Exynos 1000 SoC

10 Ribu Samsung Galaxy Fold habis dipesan dalam 30 menit


 

Desain simpel nan solid

Sekilas desain yang ditawarkan Samsung pada Galaxy Fit ini hampir sama seperti smartband lainnya. Layaknya sebuah gelang, dengan layar pada salah satu sisinya. Tetapi kalau diperhatikan secara lebih detail, ada beberapa perbedaan. 

Untuk diketahui, Galaxy Fit hadir dengan layar AMOLED 0,95 inci dan resolusi 120x240. Layarnya terlihat mampu menampilkan informasi dengan sangat baik. Warna-warna yang ditampilkan begitu jelas. Melihat informasi di layar Galaxy Fit rasanya tidak menjadi masalah walaupun saat di bawah terik matahari. Pengaturan kecerahan di level 7 sudah sanggup melawan sinar matahari yang terik. 

Samsung menawarkan banyak pilihan tampilan homescreen, mulai dari tampilan paling simpel hingga ke tampilan dengan banyak informasi di dalamnya. Beberapa informasi yang bisa ditampilkan berbarengan dengan penunjuk waktu adalah langkah kaki, detak jantung bahkan kalori. Mengganti homescreen hanya bisa dilakukan melalui aplikasi Galaxy Wearable. 

Di bagian pinggir, ada bezel berwarna silver yang cukup tebal, tapi tampak sangat serasi ketika membalut layar. Sebenarnya ada dua pilihan warna, silver dan hitam. Itu akan mempengaruhi warna bezel smartband ini. Di bagian kiri, ada tombol untuk menyalakan smartband

Jujur saja, posisi tombol itu agak menyulitkan. Saya terbiasa menggunakan aksesoris smartband pada tangan kiri. Sementara tombol itu juga berada di sisi kiri. Sayangnya, tampilan layar di Galaxy Fit tidak bisa diputar. 

Oh iya, saya bisa mengatur tombol fisik ini untuk menjalankan fungsi tertentu. Pengaturannya hanya dapat dilakukan melalui aplikasi Galaxy Wearable di smartphone. Tinggal tekan dan tahan beberapa detik untuk mengaktifkan mode yang diinginkan. 

Galaxy Fit juga hadir dengan strap berbahan karet. Bahannya lentur dan untungnya tidak berpotensi menimbulkan iritasi di tangan saya. Pasalnya untuk pemilik kulit yang agak sensitif seperti saya, salah menggunakan material strap bisa berujung iritasi. Bobotnya pun ringan sehingga tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. 

Secara keseluruhan, Galaxy Fit ini nyaman digunakan. Bobot ringan membuatnya nyaman di tangan. Strap karetnya pun tidak memicu alergi atau iritasi kendati saya gunakan saat berkeringat. Nah, yang paling menarik dari itu semua adalah fitur yang ditawarkan Samsung melalui perangkat ini. 

 

Kaya fitur

Untuk ukuran sebuah smartband, fitur Galaxy Fit terbilang banyak. Beberapa fitur yang disediakan di Galaxy Fit tentunya Heart rate Monitor, Sleep Tracking dan bahkan Stress Tracking. Ya, Stress Tracking. Fitur yang menurut saya cukup banyak membantu menilai seberapa tinggi tingkat stres saya.

Layaknya smartband lain, Heart Rate Monitor ini akan mendeteksi detak jantung saya melalui sebuah sensor yang terletak di bagian bawah Galaxy Fit. Melalui aplikasi, saya bisa mengatur rentang waktu pemindaian detak jantung itu. Bisa setiap 10 menit sekali, atau bahkan secara realtime. Pengukuran secara realtime tentunya akan menguras baterai Galaxy Fit secara signifikan. Dalam beberapa menit kapasitas baterai Galaxy Fit sudah berkurang sebanyak 2 persen saat saya mengaktifkan pengukuran detak jantung secara realtime. 

Dalam beberapa mode workout, smartband ini akan mendeteksi aktivitas saya secara otomatis. Mungkin saking sensitifnya, sampai-sampai Galaxy Fit salah mengira saya sedang bersepeda. Padahal saat mode bersepeda aktif secara otomatis, saya sedang mengendarai sepeda motor. 

Well, bukan kekurangan fatal buat saya. Malahan hal ini membuktikan bahwa Samsung mengkonfigurasi agar Galaxy Fit cukup pintar untuk mengenali aktivitas penggunanya. 

Hasil latihan yang saya lakukan dapat dilihat melalui aplikasi Samsung Health. Di sana akan terlihat berapa lama saya melakukan latihan fisik termasuk jumlah kalori yang berhasil dibakar selama aktivitas tersebut. 

Kembali ke Stress Tracking yang sudah saya sebutkan sebelumnya. Galaxy Fit akan mengukur seberapa tinggi tingkat stres saya. Untungnya hasil pengukuran stres saya tidak jelek-jelek amat. Masih berada di tingkat rata-rata. Samsung juga memberikan solusi latihan pernapasan untuk membantu saya lebih rileks. Pengaturannya bisa dilakukan melalui aplikasi Samsung Health. 

Sebenarnya ada banyak latihan fisik yang bisa dibaca Galaxy Fit. Tetapi saya tidak sempat mencoba semuanya. Paling tidak, kegiatan fisik harian seperti berlari, berjalan dan bersepeda mampu diukur dengan baik menggunakan Galaxy Fit. 

Sementara ada pula fitur pengukur kualitas minum air hingga kafein. Sayangnya, saya harus menambahkan berapa gelas air yang saya minum secara manual. Dan saya tidak terlalu konsisten untuk sekadar menekan tombol “+” di Galaxy Fit setiap kali minum air atau kopi.

Galaxy Fit punya banyak fitur yang dapat dimanfaatkan secara maksimal. Namun beberapa di antaranya menurut saya kurang terlalu berguna dan butuh ketekunan dari penggunanya. 

Untuk diketahui, Galaxy Fit hadir dengan prosesor MCU Cortex M33F 96MHz dan sistem operasi FreeRTOS. Ada RAM 2 GB dan memori internal sebesar 32 GB di sana. Oh iya, asal tahu saja, Galaxy Fit ini sudah dibekali dengan fitur NFC. Tapi jangan bayangkan NFC untuk melakukan pembayaran digital, ya! NFC ini hanya berfungsi untuk mengisi daya Galaxy Fit ketika baterainya sudah lemah. 

Bicara soal baterai, Galaxy Fit dibekali dengan baterai 120 mAh. Ketahanan baterainya termasuk irit. Galaxy Fit mampu bertahan selama satu minggu penuh, dengan kondisi terus saya pakai bahkan saat tidur. 

 

Jadi Smartwatch? Bisa. 

Satu hal yang saya suka dari Galaxy Fit adalah smartband ini mampu menampilkan pesan secara penuh. Ya, memang ada batasan karakter. Kalau model broadcast message yang panjang, hanya dapat ditampilkan setengahnya saja. Namun untuk pesan personal semuanya bisa ditampilkan. Nantinya pesan akan muncul satu persatu dan bisa diakses kapan saja melalui Galaxy Fit. 

Dari perangkat ini, saya juga bisa membalas pesan tersebut. Tapi terbatas pada template yang diberikan. Saya bisa mengkustom template pesan ini melalui aplikasi Galaxy Wearable. Kalau tidak mau balas dari galaxy Fit, saya dapat membuka pesan tersebut ke smartphone saya. Ada tombol khusus untuk melakukannya. Lokasinya persis di bawah pesan. 

Sayangnya, Galaxy Fit tidak dibekali dengan GPS. Hal ini membuat saya tidak bisa melihat rute yang sudah saya lalui ketika melakukan aktivitas seperti berlari, berjalan atau bersepeda. Galaxy Fit pun hanya mengandalkan GPS pada smartphone untuk menghitung jarak yang sudah saya tempuh selama aktivitas fisik. 

Salah satu fitur lain yang saya sukai adalah water resistance. Smartband ini bisa digunakan hingga 5atm. Saya sih tidak memakainya untuk berenang. Iseng, saya sengaja meletakkannya di pancuran air di wastafel. Hasilnya, Galaxy Fit msih bisa digunakan dengan baik. Terlebih Samsung memberikan fitur untuk mencegah accidental touch ketika smartband ini digunakan saat berenang. 

Untuk terhubung dengan smartphone, Galaxy Fit mengandalkan koneksi Bluetooth. Untuk itulah Samsung membekali smartband ini dengan Bluetooth v5.0. Tapi sangat disayangkan, radius koneksinya terbilang sangat singkat. Saat saya keluar dari kamar, koneksi Galaxy Fit dengan smartphone saya langsung terputus, padahal jaraknya tidak lebih dari 5 meter. Hal serupa juga terjadi di kantor. Baru berjalan ke luar ruangan, koneksinya langsung terputus. Alhasil, Galaxy Fit dengan smartphone saya tidak boleh terpisah terlampau jauh. 

Kalau mau dibandingkan dengan smartband lain, Mi Band 3 misalnya, jangkauannya masih lebih baik dibandingkan Galaxy Fit. Untungnya, meski terputus dari smartphone Galaxy Fit masih akan tetap mengukur langkah kaki dan detak jantung saya. Ketika tersambung kembali, hasil pengukuran itu akan disinkronisasi dengan aplikasi Samsung Health. 

 

Kesimpulan

Untuk sebuah smartband dengan harga cukup mahal, karena dibanderol Rp1,5 jutaan, Samsung menawarkan banyak fitur di dalamnya. Sayangnya perangkat ini tidak dibekali dengan GPS dan memiliki jangkauan koneksi bluetooth yang sangat terbatas. Tapi untuk digunakan harian, perangkat ini bisa mengatasinya dengan baik. Apalagi fitur tahan airnya terbukti ampuh mencegah masuknya air ke dalam perangkat ini. 

 
 
Bagus ...
  • Banyak fitur
  • Desain kokoh
  • Baterai irit
Kurang ...
  • Tidak punya GPS
  • Jangkauan Bluetooth sangat terbatas
  •  
Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: