Bener ga main gim pakai gamepad itu pasti autowin?

Ada stigma yang mengatakan kalau main gim di ponsel pakai bantuan gamepad dijamin pasti menang. Bener ga sih?

Bener ga main gim pakai gamepad itu pasti autowin? Source: Patardo/ Tek.id

Bermain gim mobile kini sudah menjadi alternatif yang paling disukai. Bagaimana tidak, hanya bermodal smartphone, kita disuguhkan dengan gim menarik yang jumlahnya tidak terhitung lagi. Berkembangnya gim mobile membuat sejumlah developer gim PC mengadopsi gim besutan mereka agar kompatibel dengan smartphone.

Tak cuma itu, aksesori pendukung gim juga semakin banyak bermunculan. Tidak dapat dipungkiri, aksesori bermain gim pun semakin diburu untuk menunjang pengalaman bermain gim. Beberapa membutuhkan aplikasi tambahan agar dapat berfungsi dengan baik.

Ada stigma bahwa menggunakan gamepad bisa membuat seseorang auto-jago. Bener gak sih? Atau semata-mata mitos belaka? Saya akan mencoba membuktikannya dengan beberapa gamepad yang ada pada saya.

Untuk diketahui, semua gamepad ini didapatkan dari toko online. Dua di antaranya harus disambungkan dengan koneksi bluetooth, sementara dua lainnya bisa langsung dipakai untuk bermain. Masing-masing tentunya punya keunggulan sendiri.

Sejujurnya, untuk urusan kemudahan, saya lebih memilih gamepad tanpa sambungan bluetooth. Pasalnya, saya tidak perlu repot-repot melakukan koneksi terlebih dahulu. Tinggal pasang, langsung dapat digunakan. Paling pengaturan hanya perlu dilakukan di dalam gim. Itu pun tidak serumit gamepad bluetooth.

Tapi ya itu, setiap gamepad punya keunggulan masing-masing. Walaupun sedikit merepotkan, gamepad bluetooth juga bisa dipakai dengan lancar. Malahan pilihan tombolnya ada lebih banyak. Mending langsung kita bahas satu persatu.

Ipega PG9023

Well, melihat bentuknya saya langsung sadar kalau ini adalah gamepad dengan harga yang cukup lumayan. Ada bantalan karet di bagian tengahnya agar smartphone tidak mudah tergelincir ketika dipasang. Toh meski begitu, cengkraman gamepad ini sudah cukup kuat.

Menariknya gamepad ini bisa direntangkan untuk ukuran tablet. Di bagian belakangnya ada semacam kunci untuk membuka slider di bagian kanan. Ketika kunci dibuka, pegangan sebelah kanan bisa ditarik sampai maksimal.

Oh iya, Ipega PG9023 ini adalah gamepad bluetooth jadi butuh aplikasi tambahan untuk memetakan tombolnya. Saya menggunakan aplikasi Octopus. Ada opsi untuk membeli versi pro-nya untuk menghilangkan iklan. Tapi toh tidak terlalu masalah sebenarnya.

Secara desain, Ipega PG9023 kesannya gaming banget. Ada dua analog pada masing-masing gripnya. Kemudian agak sedikit ke bawah, ada deretan tombol utilitas di kedua gripnya. Berpindah ke atas, ada lagi tombol pada masing-masing grip. Di setiap grip ada dua tombol. Semuanya mudah diakses dan terasa empuk ketika ditekan. Jauh dari kesan murahan.

Saya menjajalnya untuk bermain gim balapan, yakni Asphalt 8. Kenapa Asphalt 8? Karena entah kenapa smartphone saya tidak bisa dipasang Asphalt 9. Well, intinya masih sama, yakni gim balapan.

Rasanya menyenangkan ketika mengetahui gamepad ini kompatibel dengan gim balapan tanpa harus melakukan sinkronisasi tombol. Sepertinya, khusus untuk gim balap, saya tak perlu repot-repot untuk mengatur tombolnya.

Harus diakui, pengalamannya akan berbeda ketika memainkan gim balap tanpa gamepad. Di satu sisi, banyaknya tombol memudahkan saya untuk mengakses banyak fitur gim dalam waktu cepat, namun di sisi lain saya pun harus membiasakan diri menggunakan analog. Rasanya akan sangat jauh berbeda ketika mengusap layar langsung.

Untungnya desain bodi Ipega PG9023 menyesuaikan kontur genggaman tangan saya. Inilah salah satu yang suka dari gamepad ini. Model ini membuat Ipega PG9203 nyaman digenggam. Dipakai bermain lama-lama tidak membuat tangan saya pegal.

PR Ipega PG9023 hanyalah pada saat melakukan sinkronisasi tombol ke gim. Saya mesti bersabar menonton video iklan yang rata-rata punya durasi 15 detik. Selanjutnya, tinggal mengatur secara manual. Pengaturan ini akan tidak akan berubah sekalipun koneksi bluetooth diputus.

Untuk gim balap, Ipega PG9023 memang terbukti enak dipakai, tetapi tidak untuk gim FPS. Seperti diketahui, gim FPS membagi layar menjadi dua bagian, sebelah kiri untuk menggerakkan karakter, sementara sebelah kanan untuk mengalihkan pandangan karakter. Jujur saja, pengalaman bermain menjadi kurang imersif kalau menggunakan gamepad dengan tipe analog seperti Ipega ini. Justru lebih nyaman bermain tanpa gamepad.

Salah satu kekurangan Ipega PG9023 adalah ukurannya yang bongsor, membuatnya sulit untuk dibawa. Perlu tas dengan kompartemen cukup besar untuk menyimpannya.

 

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: