Tertarik Beli Ponsel Lipat? Pertimbangkan 6 Hal Ini Sebelum Beralih
Smartphone lipat menawarkan layar besar dan fleksibel, tetapi punya sejumlah kekurangan dari ketahanan, bobot, kamera hingga biaya perbaikan.
Ilustrasi ponsel lipat. dok. freepik
Ponsel lipat atau foldable phone menawarkan sesuatu yang sulit diberikan smartphone konvensional: layar berukuran besar yang dapat dilipat menjadi perangkat lebih ringkas. Namun, fleksibilitas tersebut masih datang bersama sejumlah kompromi yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli.
Popularitas smartphone lipat memang terus menarik perhatian konsumen, meski kontribusinya terhadap keseluruhan pasar smartphone masih relatif kecil.
Dikutip dari Engadget, perangkat foldable mencakup sekitar 2% pasar smartphone, sementara 59% pemilik smartphone disebut tertarik dengan kategori tersebut.
Biaya dan ketahanan perangkat masih menjadi dua hal yang dikhawatirkan konsumen. Di luar itu, karakteristik desain foldable juga membawa konsekuensi terhadap bobot, kamera, kompatibilitas aplikasi, hingga biaya perbaikan.
Lantas, apa saja yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli HP lipat?
1. Layar Besar Jadi Daya Tarik Utama
Salah satu keunggulan terbesar ponsel lipat adalah kemampuannya menawarkan layar luas tanpa membuat perangkat selalu berukuran sebesar tablet.
Sejumlah perangkat foldable dapat menawarkan bentang layar sekitar 8 inci ketika dibuka. Saat selesai digunakan, layar dapat dilipat sehingga dimensinya lebih ringkas untuk dibawa.
Ruang layar yang lebih luas membuat perangkat cocok digunakan untuk membaca, menonton video, menjelajah internet, hingga mengerjakan aktivitas yang membutuhkan area tampilan lebih besar.
Kemampuan multitasking juga menjadi kelebihan lain. Optimalisasi sistem operasi memungkinkan beberapa aplikasi ditampilkan secara berdampingan, sementara pengembang mulai menyesuaikan aplikasi dengan karakteristik layar foldable.
Ponsel lipat juga dapat digunakan dalam sejumlah posisi. Dalam kondisi setengah terlipat, misalnya, perangkat dapat ditempatkan tanpa penyangga tambahan untuk konferensi video, mengambil foto, atau selfie.
Namun, berbagai fleksibilitas tersebut masih datang dengan sejumlah kekurangan.
2. Ketahanan Layar dan Engsel Perlu Dipertimbangkan
Keberadaan mekanisme engsel menjadi salah satu pembeda utama antara HP lipat dan smartphone konvensional. Komponen bergerak tersebut harus bekerja berulang kali setiap kali perangkat dibuka dan ditutup.
Produsen umumnya melakukan pengujian berdasarkan jumlah siklus lipatan yang dapat ditangani perangkat. Namun, seperti komponen mekanis lainnya, engsel tetap memiliki batas penggunaan.
Bagian layar juga membutuhkan perhatian lebih. Agar dapat dilipat, perangkat menggunakan material fleksibel seperti plastik atau kaca ultra-tipis yang memiliki karakteristik berbeda dibandingkan kaca pada smartphone konvensional.
Pada kondisi tertentu, permukaan tersebut dapat lebih rentan terhadap goresan. Pada sejumlah HP lipat generasi lama, bekas lipatan atau crease pada bagian tengah layar juga masih dapat terlihat dan memengaruhi pengalaman penggunaan.
3. Lebih Berat dan Tebal
Fleksibilitas desain juga membawa konsekuensi terhadap dimensi dan bobot.
Engadget mencatat empat perangkat foldable populer di Amerika Serikat memiliki bobot lebih dari 200 gram. Struktur engsel, dua bagian bodi, layar yang lebih luas, serta kebutuhan komponen internal turut memengaruhi bobot perangkat.
Ketebalan juga perlu diperhatikan, terutama ketika perangkat berada dalam kondisi terlipat. Karena dua bagian bodi bertumpuk, sejumlah ponsel lipat dapat terasa lebih tebal dibandingkan smartphone konvensional.
Karakteristik tersebut penting dipertimbangkan pengguna yang mengutamakan perangkat ringan untuk penggunaan sehari-hari.
4. Kamera Bisa Jadi Kompromi
Harga mahal tidak otomatis membuat HP lipat memiliki sistem kamera terbaik.
Keterbatasan ruang menjadi tantangan bagi produsen karena perangkat harus mengakomodasi engsel, layar, baterai, dan berbagai komponen lain tanpa membuat bodinya terlalu tebal.
Pada sejumlah model, kondisi tersebut dapat membatasi penggunaan modul kamera berukuran besar. Akibatnya, kemampuan kamera HP lipat belum tentu setara dengan smartphone kelas atas dalam rentang harga yang sama.
Bagi pengguna yang menempatkan kamera sebagai prioritas utama, kemampuan fotografi dan videografi masing-masing model sebaiknya dibandingkan sebelum membeli.
5. Belum Semua Aplikasi Optimal di Layar Lipat
Layar yang dapat berubah ukuran juga menciptakan tantangan bagi aplikasi.
Aplikasi harus mampu menyesuaikan antarmuka ketika pengguna berpindah dari layar luar ke layar utama yang lebih besar atau ketika perangkat digunakan dalam posisi tertentu.
Sistem operasi dan aplikasi terus dioptimalkan untuk perangkat foldable. Namun, berdasarkan bahan yang dirujuk, belum semua aplikasi dapat beradaptasi secara sempurna terhadap perubahan tersebut.
Pengguna yang bergantung pada aplikasi tertentu untuk pekerjaan sebaiknya memastikan kompatibilitas dan pengalaman pengguna aplikasi tersebut sebelum beralih ke smartphone lipat.
6. Biaya Perbaikan Berpotensi Lebih Mahal
Struktur yang lebih kompleks turut memengaruhi proses perbaikan.
Engsel, layar fleksibel, dan konstruksi perangkat yang berbeda dari smartphone konvensional dapat membuat penggantian sejumlah komponen lebih rumit.
Engadget turut mengutip iFixit yang menilai perangkat foldable saat ini belum mudah diperbaiki.
Kompleksitas tersebut dapat menjadi pertimbangan karena kerusakan pada komponen utama berpotensi membutuhkan proses perbaikan yang lebih sulit dan mahal.
Karena itu, calon pembeli sebaiknya turut mempertimbangkan layanan purnajual, cakupan garansi, perlindungan kerusakan layar, serta biaya penggantian komponen sebelum memilih perangkat.
Ponsel lipat menawarkan pengalaman yang berbeda dibandingkan smartphone konvensional. Layar luas, kemampuan multitasking, dan bentuk yang fleksibel menjadi keunggulan utamanya.
Namun, konsumen perlu menimbang manfaat tersebut dengan sejumlah kompromi, terutama ketahanan layar dan engsel, bobot dan ketebalan, kamera, optimalisasi aplikasi, serta biaya perbaikan.
Keputusan membeli smartphone lipat pada akhirnya bergantung pada fitur mana yang paling dibutuhkan dan kompromi apa yang masih dapat diterima pengguna.









