Netflix, konsumen data internet terbesar di dunia

Secara total, Netflix telah memakan data jarinan internet dunia hingga 15 persen. Sementara YouTube hanya menggunakan 11,4 persen saja.

Netflix, konsumen data internet terbesar di dunia Ilustrasi menonton netflix (pexels)

Layanan streaming video saat ini menjadi salah satu bidang yang paling banyak memakan data jaringan internet di seluruh dunia. 58 persen data jaringan internet di seluruh dunia saat ini dikuasai oleh layanan tersebut.

Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut lagi, ada beberapa penyedia layanan streaming besar yang memakan jaringan internet terbesar di seluruh dunia. Dan ternyata, layanan tersebut adalah Netflix.

Menurut data lembaga manajemen bandwidth Sandvine, Netflix saat ini memakan data jaringan hingga 15 persen internet di seluruh dunia. Tentu saja, hal ini cukup mengejutkan.

Saingan terdekat dari Netflix adalah vide-video yang disematkan langsung ke sebuah website. Video-video tersebut berhasil memakan 13,1 persen data jaringan di seluruh dunia. Sementra YouTube, platform berbagi video gratis milik Google tersebut memakan 11,4 persen data jaringan di seluruh dunia. 

Dalam data ini juga terlihat bahwa penelusuran internet memakan jaringan internet dunia sebesar 17 persen. Kemudian diikuti oleh para gamer di angka 7,8 persen. Sementara 5,1 persen jaringan dunia termakan oleh para pengguna media sosial.

"Jumlah untuk video akan semakin tinggi karena semakin banyak konten yang masuk definisi tinggi dan pengguna beralih ke video dengan resolusi 4K," kata wakil presiden pemasaran Cam Cullen, seperti dikutip dari laman BBC (5/10).

Penelitian ini juga menunjukkan, di saat-saat yang paling ‘stres’, Netflix dapat menguasai 40 persen lalul intas unduhan di Amerika. Sungguh angka yang besar!

Di sisi lain, penggunaan data unggah internet di dunia dikuasai para penyedia jasa berbagi file. 22 persen data jaringan internet habis oleh mereka yang mengunggah data di seluruh dunia. Sayangnya, mereka mengunggah konten-konten bajakan.

"Jika orang tidak bisa mendapatkan konten yang mereka inginkan karena mereka harus memiliki beberapa langganan atau jika keluar satu hari kemudian di wilayah mereka dan mereka tidak ingin melihat spoiler online, mereka menggunakan pembajakan," kata Cullen.

Lonjakan penggunaan data unggah terbesar saat ini ada di bidang gaming. Misalnya, sebuah gim saat ini sudah mencapai 101GB. Jika ditranslasi menjadi film, itu setara dengan konten 14 jam video di resolusi 4K.

Alasan orang bermain gim lebih lama karena munculnya liga fim profesional, yang menggoda para gamer untuk menyempurnakan keterampilan mereka.

"Beberapa orang sekarang melihat permainan sebagai penghasilan, bukan hanya hobi," kata Cullen.

Laporan ini juga menemukan variasi regional dalam jenis konten yang disukai. Misalnya, di kawasan Asia-Pasifik, aliran media HTTP (video tertanam di situs web) merupakan jenis yang paling populer, diikuti Facebook dan Netflix di tempat ketiga.

Sementara di Eropa, tempat teratas masuk ke YouTube, diikuti oleh Netflix, aliran media HTTP dan Amazon Prime. Di sisi lain, di wilayah Amerika, Amazon Prime lebih populer daripada YouTube.

Untungnya, jaringan internet saat ini sudah aman. Cullen menyebut, sebagian besar lalu lintas di internet sudah dienkripsi. Tapi perlu diingat, meski data sudah di enkripsi, tetap saja mereka tidak akan lepas dari incaran para peretas.

Sekadar informasi, data yang digunakan untuk laporan ini didapat dari 150 penyedia layanan di seluruh dunia, yang mewakili hingga 2,1 miliar pelanggan.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: