Mixer dan alasan Ninja berpindah haluan dari Twitch

Ada banyak perbedaan antara Mixer dan Twitch. Dan salah satu perbedaan tersebut yang kemungkinan besar menjadi alasan Ninja hengkang dari Twitch dan beralih ke Mixer.

Mixer dan alasan Ninja berpindah haluan dari Twitch

Belakangan ini, berita mengenai hengkangnya Ninja dari Twitch menjadi perbincangan bagi para gamer. Hal ini dikarenakan dia telah meninggalkan platform yang membesarkan namanya dan pindah ke platform streaming lain bernama Mixer. Lantas, sebenarnya apa sih Mixer itu sebenarnya dan apa yang menjadi alasan Ninja beralih dari Twitch?

Sebenarnya, Mixer merupakan platform streaming yang dimiliki oleh Microsoft. Namun, platform ini bukan sepenuhnya dibesarkan oleh Microsoft, melainkan mereka membeli platform yang memiliki nama asli Beam pada 2016.

Didanai oleh salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia ternyata tidak serta merta membuat platform tersebut bisa langsung menandingi Twitch dan YouTube. Mixer hanya menjadi tempat para streamer pemula yang ingin mencicipi bagaimana rasanya dan belajar cara melakukan live streaming sebelum melangkah ke Twitch dan YouTube.

Sebenarnya, ada beberapa keunggulan yang dimiliki oleh Mixer. Salah satunya adalah integrasi langsung terhadap Xbox One dan Windows 10, dimana pengguna dapat langsung melakukan streaming tanpa harus memasang aplikasi tambahan.

Mixer juga menawarkan opsi monetisasi untuk para streamer, sama seperti apa yang dilakukan Twitch. Hal ini tentunya akan sangat menarik perhatian para streamer untuk semakin getol melakukan live streaming

Para penonton juga bisa memberikan dukungan kepada para streamer kesukaan mereka. Mereka dapat melakukan ‘saweran’ menggunakan sistem yang diberi nama Sparks.

Uniknya, Sparks tidak hanya dapat diberikan oleh penonton kepada streamer. Microsoft juga akan memberikan penonton Sparks saat mereka menyaksikan sebuah stream dalam kurun waktu tertentu.

Sayang, ada satu hal yang membuat platform ini bisa dibilang gagal untuk berkembang dengan cepat. Salah satunya adalah masalah biaya subscription yang dibebankan terhadap pengguna. Sementara Twitch membebani biaya langganan sebesar USD4,99 (Rp), Microsoft membebankan penggunanya sebesar USD8,99 (Rp).

Ditambah lagi, dalam situs resmi Mixer, tidak ada indikasi bahwa Spark dapat diuangkan menjadi mata uang sebenarnya oleh para penonton. Sedangkan streamer dapat menguangkan Spark jika sudah mencapai titik tertentu.

Cara mencari uang lain bagi para streamer adalah dengan menggunakan iklan saat mereka melakukan live streaming. Sedangkan Mixer hingga saat ini masih belum memiliki kerja sama dengan pihak manapun untuk menghasilkan iklan tertentu dalam streaming yang dilakukan oleh streamer.

Sementara semua orang dapat melakukan streaming dengan mudah di Mixer, tapi tidak semua orang akan mendapatkan penghasilan saat melakukan streaming. Ada persyaratan tertentu yang harus diikuti oleh para streamer.

Para streamer diwajibkan sudah memiliki akun selama dua bulan, dan memiliki setidaknya 2.000 pengikut dan telah melakukan streaming setidaknya selama 12 hari dengan minimum waktu streaming 25 jam sebelum bisa mendapatkan keuntungan.

Sedangkan di Twitch, saat pertama kali meluncurkan program affiliate, streamer diharuskan memiliki waktu siaran minimal 500 menit dalam 30 hari terakhir, memiliki tiga penonton di waktu bersamaan, dan memiliki minimal 50 follower.

Setelah menjadi partner, para streamer juga dibebankan untuk memenuhi banyak peraturan untuk tetap bekerja sama dengan mereka. Salah satunya adalah melakukan live streaming setiap hari dengan lama streaming yang telah ditentukan.

Hal ini sebenarnya dapat dilakukan oleh Ninja dengan sangat mudah, mengingat dirinya telah melakukan streaming lebih dari 12 jam per hari. Setiap streaming, jutaan orang menonton aksinya dalam bermain Fortnite dan gim lain, dengan puluhan ribu orang diperkirakan memberikan 'saweran'. Lantas, apa yang membuat Ninja meninggalkan Twitch dan beralih ke Mixer?

Selanjutnya : Alasan Ninja berpaling dari Twitch >>>

Untuk menjawab pertanyaan mengapa Ninja hengkang dari Twitch, ada beberapa alasan. Salah satunya adalah persaingan streamer. Di Twitch, dia harus bersaing dengan 1,5 juta streamer, menurut data yang didapatkan dari perusahaan analitik Streamlabs.

Di Mixer, pria yang memiliki nama asli Tyler Blevins tersebut hanya akan bersaing dengan 69 ribu streamer. Selain itu, peningkatan pengguna Mixer mencapai 198 persen di 2018. Hal ini cukup bagi Ninja untuk berpindah dari platform Twitch.

Kemungkinan besar, ada alasan lain mengapa dirinya pindah ke Mixer. Beberapa bulan lalu, dia pernah memposting di Twitter mengenai penyesalannya sebagai streamer kondang. Dia harus mengorbankan banyak waktu (mengingat tuntutan yang dibebankan Twitch kepada streamer) sehingga kehilangan banyak momen bersama keluarga dan teman dekatnya.

Dalam sebuah wawancara, diketahui bahwa selama karirnya, Ninja baru mendapatkan liburan terpanjangnya selama enam hari, itu pun dia dapatkan hanya untuk berbulan madu bersama istrinya.

“Saya biasanya melakukan live streaming dimulai pukul 9:30 dan berakhir pada jam 4:00 sore, jadi sekitar enam setengah jam. Kemudian, saya beristirahat selama tiga jam, bercengkrama dengan istri dan keluarga. Kemudian saja akan kembali streaming jam 7:00 malam hingga jam 3:00 dini hari. Kemudian saya tidur selama tujuh jam,” kata Blevins dalam sebuah wawancara.

Hal ini dia lakukan karena tuntutan dari Twitch untuk melakukan streaming dalam jangka waktu tertentu per hari. Dia juga pernah mengatakan, jika dirinya duduk-duduk saja selama satu jam, dia bisa kehilangan 200 hingga 300 subscriber.

Jadi, mengingat persyaratan yang dibebankan pihak Microsoft terhadap dirinya, yakni hanya harus melakukan streaming selama beberapa jam dalam jangka waktu 30 hari akan membuat dirinya dapat lebih bercengkrama dengan keluarganya. Dia juga bisa mengatur liburan panjang agar dirinya dapat terus memberikan konten yang terbaik bagi para penggemarnya.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: