Menggali rahasia di balik media sosial Xiaomi

Kami mengukur emosi Mi Fans di tiga platform sosial media. Apa rahasia Xiaomi mampu membangun komunitas online?

Konten apa pun yang terkait dengan Xiaomi, baik di media sosial maupun di media daring, biasanya mendapat banyak respons dari warganet. Itulah Mi Fans, julukan bagi penggemar ponsel Xiaomi yang terkenal militan.

Loyalitas yang tinggi, terutama tampak di media sosial, membuat kami tertarik untuk melihatnya lebih dalam. Apa resep Xiaomi hingga memiliki fans setia seperti itu? Kami pun menggali data dari Facebook Fan Pages, Twitter, dan Instagram mereka.

Berdasarkan temuan kami, ternyata ad acara-cara khusus yang dilakukan Xiaomi terhadap ketiga akun mereka. Dalam kurun waktu sebulan, dari 20 Februari – 20 Maret, misalnya, ada banyak temuan menarik yang kami dapatkan.

Facebook

Mi Indonesia selaku Facebook Fan Page resmi Xiaomi Indonesia, memiliki pengikut (likers) sebanyak 900 ribu lebih. Fan page Mi Indonesia juga sangat aktif berkomunikasi dua arah dengan komunitasnya.

Dari hasil olah data kami, 99 persen aktivitas di Facebook Mi Indonesia adalah komentar. Komentar datang langsung dari Mi Fans, kemudian ditanggapi oleh admin-admin yang  bertugas sebagai costumer care Xiaomi Indonesia.

Polanya, setiap hari Xiaomi hanya membuat satu atau dua posting-an di Facebook. Ratusan Mi Fans pun langsung berkomentar. Di Facebook, Xiaomi langsung mengeluarkan jurus-jurus promosi mereka. Tidak heran, ketika promosi dan program Flash Sale menjadi “umpan” paling efektif untuk menggapai engagement.

Contohnya, pada posting-an promo flash sale di JD.ID dan Shoppee.id yang terbit 20 Maret, ada 308 lebih Mi Fans yang menanggapinya. Bagi yang kurang beruntung mendapatkan ponsel pintar incaran mereka di ajang flash sale ini, akhirnya mengeluh di Facebook Mi Indonesia. Keluhan pun bahkan tersampaikan dengan komentar dalam bahasa yang cukup pedas.

Untuk mengukurnya, kami membagi warna emosi warganet ke dalam delapan kelompok. Hasilnya, komentar Mi Fans di Facebook yang bernada antisipatif dan disgust menjadi warna komentar yang menonjol.

 

Di kelompok emosi disgust, misalnya, kami menemukan komentar yang menunjukkan kekecawaan karena tidak mendapatkan produk incaran di ajang flash sale. Hal ini menurunkan trust pada Facebook Xiaomi. Ini terlihat dari komentar bernada trust yang rendah dalam sebulan terakhir.

Beruntung, komentar bernada joy cukup tinggi di Facebook Mi Indonesia. Komentar bernada joy merupakan penyeimbang, karena rata-rata berisi komentar yang mendapatkan produk melalui flash sale.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: