Konsumen muda tertarik gunakan produk teknologi finansial

Survei menunjukkan, banyak konsumen antusias dengan produk teknologi finansial.

Perbankan harus mulai khawatir dengan perusahaan teknologi macam Amazon. Survei menunjukkan, konsumen mulai meminta para raksasa teknologi untuk membuat teknologi finansial.


BACA JUGA

Ratusan fintech abal incar masyarakat Indonesia

Dompet digital Dana sudah tersedia untuk Android dan iOS

Harga Bitcoin anjlok ke titik terendah


Berdasarkan survei perusahaan konsultan Bain&Co yang diterbitkan Bloomberg (20/11), menyebutkan, hampir 60 persen konsumen Bank Amerika ingin mencoba produk finansial dari perusahaan teknologi yang mereka gunakan. Masih bersandar dari penelitian tersebut, bagi responden yang lebih muda, ketertarikannya lebih tinggi lagi.

Sekitar 73 persen responden berusia 18 sampai 34 tahun mengatakan, mereka mau menggunakan produk kartu kredit dari perusahaan teknologi. Selain produk kartu kredit, mereka juga ingin mencoba produk berupa akun deposito, investasi, serta hipotek.

Gerard du Toit, rekan peneliti Bain&Co. yang ikut dalam survei ini mengatakan dalam sebuah wawancara bersama Bloomberg (20/11), "Mereka mengatakan, jika kita bisa memberikan pengalaman semudah dan sesederhana mereka berbelanja di Amazon, mereka siap mencobanya sekarang," kata Gerard.

Gerard kembali menambahkan, "Kita sudah melihat ini di Cina. Di sana orang-orang terbiasa melakukan banyak aktivitas perbankan di WeChat dan Alipay," ujarnya.

Survey Bain ini sendiri melibatkan 133.171 responden di 22 negara. Lebih dari 80 persen responden yang tinggal di Cina dan India mengatakan terbuka untuk mencoba tawaran finansial baru dari perusahaan teknologi.

Menurut data Bank Indonesia, hingga September 2016, volume transaksi e-money (berbasis kartu dan server) sebesar 476,56 juta dengan nilai transaksi Rp4,89 triliun. Sementara jumlah e-money yang beredar saat itu sebanyak 352,07 juta.

Di lain sisi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan data pengguna e-banking cukup meyakinkan. Jumlah pengguna e-banking, baik SMS banking, phonebanking, mobile banking, dan internet banking, meningkat 270%, dari 13,6 juta nasabah pada 2012 menjadi 50,4 juta nasabah pada 2016.

GoJek sendiri sudah menginisiasi sistem ini dengan meluncurkan GoPay. Nadiem Makarim, CEO GoJek, menyampaikan, "Jumlah transaksi harian GoPay sangat luar biasa. Saat ini, transaksi hariannya saja mencapai 60-80 juta transfer. Sementara, lebih dari 50% pelanggan GoJek menggunakan GoPay," ujarnya Oktober lalu.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: