×
Kanal
    • partner tek.id realme
    • partner tek.id samsung
    • partner tek.id acer
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd
    • partner tek.id wd

Riset : Hampir 40 Juta Serangan Siber Targetkan Perangkat Pengguna di Indonesia pada 2025

Oleh: Tek ID - Selasa, 10 Maret 2026 11:24

Kaspersky mencatat hampir 40 juta serangan siber pada perangkat di Indonesia sepanjang 2025, saat tren kerja fleksibel meningkatkan risiko keamanan digital.

Hampir 40 Juta Serangan Siber Targetkan Perangkat Pengguna Ilustrasi serangan siber. dok. Kaspersky

Perusahaan keamanan siber Kaspersky mengungkapkan 40 juta upaya ancaman siber menargetkan perangkat pengguna di Indonesia sepanjang tahun 2025. 

Temuan ini muncul di tengah meningkatnya penggunaan perangkat kerja di luar kantor, terutama setelah pemerintah menerapkan kebijakan Flexible Working Arrangement (FWA) selama Ramadan.

Berdasarkan telemetri Kaspersky, tercatat 39.718.903 insiden ancaman lokal yang menyerang komputer pengguna di Indonesia sepanjang Januari hingga Desember 2025. Data tersebut diperoleh dari pengguna sukarela yang tergabung dalam Kaspersky Security Network (KSN).

Secara keseluruhan, sekitar 31,5 persen pengguna di Indonesia tercatat pernah diserang oleh ancaman lokal selama periode tersebut. Jika dirata-ratakan, angka ini setara dengan lebih dari 108.000 insiden serangan setiap hari.

Ancaman lokal yang dimaksud umumnya berasal dari perangkat yang dapat dilepas (removable devices) seperti USB drive, CD, atau DVD, serta metode penyebaran malware lainnya yang tidak bergantung pada koneksi internet.

Jenis ancaman yang paling banyak ditemukan dalam kategori ini adalah worm dan virus file, yang dapat menyebar melalui perangkat penyimpanan eksternal dan kemudian menginfeksi komputer pengguna.

Secara global, tingkat ancaman lokal di Indonesia menempatkan negara ini pada peringkat ke-71 dunia. Adapun lima negara dengan tingkat deteksi ancaman perangkat tertinggi pada 2025 adalah Turkmenistan (69 persen), Tajikistan (58,9 persen), Afghanistan (55,9 persen), Uzbekistan (54,4 persen), dan Yaman (53,2 persen).

Country Manager Kaspersky untuk Indonesia, Defi Nofitra mengatakan tren kerja jarak jauh memang memberikan fleksibilitas bagi karyawan, namun juga membawa risiko baru terhadap keamanan siber.

“Meskipun bekerja jarak jauh itu nyaman dan memiliki banyak manfaat, hal itu juga mengekspos individu dan bisnis pada berbagai risiko keamanan siber. Karena itu penting untuk mempertimbangkan dengan serius keamanan siber di rumah dan perangkat pribadi,” ujar Defi.

Ia menambahkan perangkat seperti laptop dan ponsel yang digunakan di luar lingkungan kantor tetap harus mendapatkan perlindungan yang sama seperti perangkat yang berada di dalam jaringan perusahaan.

“Laptop dan ponsel pintar yang digunakan di luar perimeter perusahaan harus dilindungi seperti halnya yang berada di balik firewall dan solusi perlindungan jaringan di dalam kantor. Penting juga untuk mengingatkan karyawan agar melindungi perangkat mereka dengan kata sandi untuk mencegah pihak ketiga mengakses file sensitif,” lanjutnya.

Menurut Defi, dengan semakin banyaknya karyawan yang bekerja secara fleksibel atau dari rumah, kesadaran terhadap keamanan siber menjadi semakin penting.

“Dengan tenaga kerja yang tersebar dan bekerja jarak jauh, staf perlu lebih waspada terhadap ancaman keamanan siber bahkan di luar lingkungan kantor agar dapat bekerja dengan aman dan nyaman selama Ramadan,” katanya.

Untuk membantu karyawan bekerja dengan aman selama periode kerja fleksibel, Kaspersky juga membagikan sejumlah praktik terbaik keamanan siber.

Pertama, pengguna disarankan untuk selalu memperbarui perangkat lunak di semua perangkat agar celah keamanan tidak dapat dimanfaatkan oleh peretas.

Kedua, penting untuk mencadangkan data secara rutin sehingga data tetap dapat dipulihkan dengan cepat apabila terjadi insiden keamanan.

Ketiga, akses email perusahaan sebaiknya hanya dilakukan melalui VPN perusahaan, yang memungkinkan koneksi jaringan terenkripsi sehingga data yang dikirimkan tetap terlindungi.

Selain itu, perusahaan juga dianjurkan untuk meningkatkan literasi keamanan siber karyawan, misalnya melalui pelatihan kesadaran keamanan digital agar karyawan memahami potensi ancaman serta cara melindungi data perusahaan.

Penggunaan solusi keamanan siber yang terintegrasi, termasuk perlindungan endpoint dan sistem respons otomatis terhadap insiden, juga menjadi langkah penting dalam mengurangi risiko serangan.

Bagi karyawan yang bekerja dari rumah, pengamanan jaringan pribadi juga tidak boleh diabaikan. Kaspersky menyarankan pengguna untuk memahami cara mengonfigurasi router Wi-Fi dan firewall pribadi, serta memastikan jaringan rumah memiliki perlindungan yang memadai.

×
back to top