Evolusi kamera smartphone: dari adu megapiksel menuju adu pintar

Artificial Intelligence (AI) memberi nilai tambah dalam smartphone. Tak cuma meningkatkan daya visual, namun membawa kita ke era baru.

Evolusi kamera smartphone: dari adu megapiksel menuju adu pintar Ilustrasi (Sumber: Pexels)

Apa kata yang tepat untuk menjabarkan revolusi kamera di industri ponsel pintar belakangan ini? Aneh, menakutkan, atau mungkin sublim. Mengapa kami mengatakan begitu? Pasalnya, kamera ponsel pintar, khususnya kamera ponsel pintar flagship keluaran merek papan atas, tidak lagi sekadar berfungsi mengambil gambar. Kamera zaman sekarang sudah punya “otak”.

Mesin kecerdasan buatan (AI) menjadi otak kamera ponsel pintar seperti, Google Pixel 2, iPhone X, Huawei Mate 10, Asus ZenFone 5, dan lain-lain. Pabrikan-pabrikan ponnsel pintar tersebut menggunakan AI untuk memberi nilai tambah kepada hardware kamera di ponsel pintar mereka.

Kamera bertenaga AI ini memiliki kemampuan otomatisasi, di mana kita tergantung pada kamera yang sudah terlatih mengenali ekspresi wajah manusia, tata cahaya, dan estetika fotografi. Dengan begitu, inovasi fotografi paling mutakhir saat ini tidak lagi bergantung pada hardware kamera semata, namun juga algoritma software di dalamnya. Mesin kecerdasan buatan dan algoritma inilah yang membantu hasil pemotretan kita jadi lebih baik.

Beberapa tahun lalu, ponsel pintar menggunakan dua buah lensa dalam satu perangkat agara mampu ciptakan efek bokeh. Satu lensa bertugas untuk menciptakan efek pada latar belakang, sementara yang satu lagi fokus pada objek gambar. Inilah mekanisme menciptakan gambar bokeh pada ponsel pintar terdahulu.

Bukan tanpa alasan Google Pixel 2 hadir dengan kamera tunggal. Google ingin membuktikan bahwa dengan satu kamera saja, pekerjaan dua lensa kamera bisa dilakukan hanya dengan satu lensa. Tanpa AI di dalam ponsel pintar, kemampuan ini sulit dilakukan oleh ponsel pintar berkamera tunggal biasa.

Kabar yang menggembirakan bagi konsumen ponsel pintar, khususnya pengguna Android, algoritma AI ini akan mereka “anugerahkan” kepada kamera ponsel pintar Android lainnya. Xiaomi Mi A1 telah menerima pembaruan software kamera lewat sistem pembaruan over the air (OTA). Tujuannya agar lebih banyak lagi pengguna yang bisa menikmati fitur kamera bertenaga AI yang Google sebut sebagai Google Lens.

Mekanismenya, Google menanamkan algoritma kecerdasan buatannya di cloud, agar ponsel pintar tidak perlu memasang sensor atau chipset khusus di dalam ponsel pintar mereka. Cukup perbarui software, semua mata lensa ponsel pintar berbasis Android, bisa cerdas semua. Tujuannya kira-kira begitu.

Keterlibatan AI dalam Google Pixel 2 juga mendukung Rapid and Accurate Image Super Resolution (RAISR) yang melakukan pendekatan berbeda saat melakukan pembesaran (zooming) digital. Pendekatan ini melakukan pembelajaran pada foto asli untuk selanjutnya AI mengisi detil yang hilang.

Zoom digital memang sejak lama telah menjadi momok untuk kamera yang tidak memiliki kemampuan zoom optik lantaran proses pembesaran secara digital akan mengurangi kualitas gambar secara keseluruhan. Kemudian, ketika pengguna melakukan zoom, AI akan membandingkan ketajaman gambar awal dan membandingkannya dengan hasil zoom kemudian secara pintar mengisi bagian piksel yang hilang akibat mengalami perbesaran secara digital.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: