Berkedok penipuan, ribuan iPhone palsu diganti gratis

Dua mahasiswa ini mengajukan total ribuan klaim garansi untuk iPhone palsu hingga akhir 2017. Mereka berhasil menipu Apple hingga USD900 ribu (Rp12,7 miliar)

Berkedok penipuan, ribuan iPhone palsu diganti gratis (Foto: Techradar)

Dua mahasiswa Oregon diduga telah menipu Apple senilai hampir USD900 ribu. Mereka beraksi melalui skema yang melibatkan iPhone palsu. Penipuan itu berkaitan dengan iPhone palsu yang dikirimkan ke mahasiswa bernama Quan Jiang dan Yangyang Zhou dari "associate" di China.

Keduanya diduga menyerahkan iPhone palsu ke Apple untuk diperbaiki melalui program garansi. Dalam kasus ini, mereka berhak mendapat penggantian unit baru. Secara total, dua mahasiswa ini mengajukan ribuan klaim garansi untuk iPhone palsu hingga akhir 2017. Saat itu, Jiang merupakan mahasiswa di Oregon State University. 


BACA JUGA

Apple TV punya fitur picture-in-picture

Jangan sedih pengguna iTunes, Apple Music bakal menolong Anda

Penjualan AirPod generasi kedua lemah di Q1 2019


Dalam dokumen aduan pemerintah federal, dia tercatat mengajukan lebih dari dua ribu klaim garansi selama 2017 saja. Sementara catatan Apple menunjukkan lebih dari tiga ribu klaim berhubungan dengan Jiang. Dalam setiap kasusnya, Jiang mengklaim iPhone tak bisa dihidupkan. Inilah yang ternyata menjadi inti dari penipuannya.

"Pengembalian iPhone (karena) tidak bisa aktif sangat penting untuk melancarkan penipuan garansi iPhone, karena ponsel tak bisa segera diperiksa atau diperbaiki oleh teknisi Apple," demikian keterangan pemerintah dalam aduannya.

Meski Apple bisa mengkalkulasikan jumlah iPhone palsu yang dikirimkan Jiang, perusahaan masih menerima 1.493 ponsel palsu yang kemudian diganti dengan iPhone baru. Menurut perkiraan, praktik itu membuat Apple merugi USD895.800 ribu. 

Jiang, kepada pihak berwenang mengatakan dirinya secara rutin menerima paket 20-30 iPhone dari "associate" di China, dengan perintah untuk mengirimkannya ke Apple sesuai klaim garansi. Setelah menerima iPhone pengganti, Jiang mengirimkannya kembali ke Tiongkok, untuk dijual.

Jiang kemudian akan menerima keuntungan dari praktik itu, melalui ibunya yang tinggal di Tiongkok. Jian sendiri tinggal di China. Tahun lalu, agen federal menggeledah rumah Jian di Oregon dan menemukan lebih dari 300 iPhone palsu. 

Dilansir CNBC, Zhou tengah belajar teknik di Linn Benton Community College. Catatan Apple menunjukkan lebih dari 200 klaim garansi iPhone telah diajukan atas nama Zhou.

Baik Jiang maupun Zhou mengklaim mereka tak pernah mengetahui ponsel yang dikirimkan ke mereka adalah iPhone palsu. Jiang mengatakan kepada otoritas federal bahwa Apple tidak pernah menginformasikan terkait adanya teknologi palsu.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: