Vivo dukung langkah kebijakan blokir IMEI pemerintah

General Manager for Brand and Activation Vivo Indonesia, Edy Kusuma mengatakan bahwa Vivo akan mendukung semua kebijakan pemerintah.

Vivo dukung langkah kebijakan blokir IMEI pemerintah Ilustrasi Smartphone Vivo

Satu bulan lagi sebelum pemerintah Indonesia melalui Kemenperin dan Kominfo akan melakukan pemblokiran terhadap smartphone ilegal (red : BM). Langkah ini dilakukan untuk menekan jumlah smartphone ilegal di Indonesia.

Pihak operator dan beberapa vendor smartphone asal Indonesia pun mendukung langkah tersebut. Salah satunya adalah Vivo, yang saat ini semakin sering meluncurkan smartphone di Indonesia.


BACA JUGA

Hari pertama penjualan Galaxy Note 10, Samsung gelar program tukar tambah

iPhone 7 dan Galaxy S8 punya radiasi melebihi ambang batas atas FCC

Survei menyebutkan hanya sedikit yang menganggap jack headphone penting


General Manager for Brand and Activation Vivo Indonesia, Edy Kusuma mengatakan, pihaknya akan mendukung keputusan pemerintah. “Kami tidak ada masalah. Apapun keputusan pemerintah kita dukung,” kata Edy.

Saat ditanya lebih lanjut mengenai apakah akan ada langkah tambahan yang akan mereka buat, Edy mengaku masih belum memiliki rencana.

“Ini kan masih dalam tahap pembahasan. Jadi kita lihat dulu perkembangannya. Tapi selama demi mengikuti peraturan yang berlaku, kami akan melakukannya,” jelasnya.

Selain itu, Edy pun mengatakan bahwa mereka memiliki cara tersendiri untuk mencoba meminimalisir masuknya perangkat ilegal, terutama produk Vivo. “Kita selalu melakukan riset sebelum meluncurkan sebuah perangkat, seperti saat meluncurkan S1 ini.”

Terakhir, dia juga mengatakan bahwa Vivo akan terus melakukan edukasi kepada masyarakat Indonesia untuk tidak membeli perangkat ilegal. “Kalau pelanggan setia kami pasti akan sadar bahwa tidak sulit menemukan perangkat Vivo resmi di Indonesia.”

Seperti diketahui, Vivo telah memiliki lini produksi smartphone di Indonesia. Mereka juga telah mengikuti banyak peraturan pemerintah, termasuk memiliki TKDN sebesar 30 persen di setiap perangkat mereka.

Jangan baca sendiri, bagikan artikel ini: