sun
moon
Premium Partner :
  • partner tek.id synologi
  • partner tek.id wd
  • partner tek.id asus
  • partner tek.id praxis
  • partner tek.id oppo
  • partner tek.id advo
  • partner tek.id qnap
  • partner tek.id benq
  • partner tek.id acer
Jumat, 28 Feb 2020 18:10 WIB

Vivo Apex 2020: bawa segudang inovasi

Vivo Apex 2020 hadir dengan sejumlah inovasi dari perusahaan, mulai dari layar lengkung 120 derajat, wireless charging hingga kamera di bawah layar.

Vivo Apex 2020: bawa segudang inovasi
Source: YouTube

Mobile World Congress sejatinya menjadi ajang di mana banyak vendor memamerkan teknologi terbarunya, termasuk Vivo. Biasanya perusahaan asal Tiongkok ini memperkenalkan produk Apex di ajang MWC 2020. Kendati begitu, hal ini tidak menghentikan Vivo untuk menunjukkan sejumlah fitur yang dimiliki Apex 2020.

Smartphone purwarupa dari Vivo ini diketahui hadir dengan layar berukuran 6,45 inci. Vivo menyebutnya dengan Fullview Egdeless yang memiliki resolusi FHD. Layar ini memiliki layar melengkung pada sisinya dengan sudut lengkungan sebesar 120 derajat. Seperti Apex 2019, kali ini Vivo kembali memberikan smartphone tanpa port dan slot serta tombol virtual. 

Versi ini juga hadir tanpa notch. Untuk itu, Vivo menyematkan kamera depan 16MP di bawah layarnya. Ini pertama kalinya perusahaan asal Tiongkok itu berhasil melakukan hal tersebut. Vivo mengklaim berhasil meningkatkan transmisi cahaya ke kamera di bawah layar tersebut hingga enam kali lipat sambil mengandalkan algoritma untuk meningkatkan kualitas gambarnya. 

Sampai saat ini, teknologi kamera di bawah layar masih belum terdapat di smartphone konsumen. Artinya teknologi ini baru sebatas purwarupa saja. Ada beberapa kendala yang harus dihadapi agar teknologi ini siap diproduksi massal. 

Salah satu yang menarik dari Apex 2020 adalah inovasinya di bidang kamera. Ya, Apex 2020 menggunakan lensa telefoto yang benar-benar menggunakan lensa yang bergerak di balik desain periskopnya. Karenanya, Vivo Apex mampu memberikan kemampuan perbesaran 5x hingga 7,5x. Kamera telefoto ini juga hadir dengan sensor 16MP. 

Sementara kamera lainnya memiliki sensor 48MP. Vivo mengklaim bahwa fitur stabilisasinya jauh melampaui sistem OIS tradisional. Pasalnya kamera ini didesain layaknya menggunakan gimbal. Peningkatan stabilisasinya dikatakan mencapai 200 kali ketimbang OIS yang ada saat ini. Vivo mengatakan bahwa desainnya sendiri terinspirasi dari mata bunglon yang mampu berputar untuk melacak objek bergerak. 

Tidak hanya itu, smartphone ini pun sudah mendukung pengisian nirkabel 60W. Perusahaan ini mengklaim bahwa sistem pengisian daya ini sanggup memompa baterai sebanyak 2000mAh dalam 20 menit. Angka ini cukup impresif, mengingat statusnya sebagai pengisian nirkabel. Hasilnya bahkan mampu berkompetisi dengan pengisian menggunakan kabel. 

Sayangnya Vivo tidak mengungkapkan berapa besar kapasitas baterai yang dimiliki Apex 2020. Perlu diketahui juga, ini merupakan smartphone pertama Vivo yang mendukung teknologi pengisian nirkabel. Bahkan di Vivo Apex 2019, teknologi ini belum diberikan.

Di samping itu semua, Vivo Apex 2020 merupakan sebuah perangkat 5G. Di dalamnya disematkan prosesor Snapdragon 865, RAM 12GB dan memori internal 256GB. Smartphone ini juga sudah menjalankan sistem operasi Android 10. 

Namun seperti layaknya Apex 2019, perangkat ini bukanlah perangkat yang akan dijual oleh Vivo. Produk Apex hanya digunakan Vivo untuk menunjukkan inovasi yang sudah dibuat perusahaan tersebut. Tidak menutup kemungkinan bahwa perusahaan Tiongkok ini akan memberikan satu atau dua fitur dari Apex ke smartphone komersialnya. 

Share
back to top